
"Sayang,ayo bangun! Syihab membutuhkan mu!" kata Yudistira yang sedang duduk di samping dipan di mana Aisyah berbaring tak berdaya di sana.
Sambil memberi susu pada Syihab,matanya tidak berhenti meneteskan air mata.Kesedihan yang mendalam kehilangan anak perempuannya dan istrinya yang tak sadar sadar dari pingsannya.
Syihab tidur dengan tenang setelah menghabiskan sebotol susu.Yudistira menidurkan Syihab di samping ibunya.
"Bangunkan umimu sayang!" kata Yudistira.Dia menggenggam tangan Aisyah dan mengusapnya lembut.
Tiba tiba Syihab menangis dengan keras hingga Yudistira langsung panik.Buru buru dia menggendong Syihab dan menenangkannya namun tidak seperti biasa.Yang biasanya jika Syihab menangis dan di gendong Yudistira akan langsung tenang.Namun ini tidak.
"A-apa itu a-anak k-k-kita?" tanya Aisyah.
"Iya sayang,ayo bangun! aku butuh bantuan mu untuk menenangkan anak kita sayang,Astaghfirullah saking rindunya aku pada istriku sehingga aku mendengar suaranya yang indah itu!" kata Yudistira.
"K-kak!" panggil Aisyah.
"Iya sayang,aku sangat merindukan mu!" jawab Yudistira dengan air mata kembali menetes.
"K-kak Ti-tira!" kata Aisyah.
Yudistira berbalik badan dan melihat pemandangan yang sangat indah.Aisyah sudah tersenyum sendu sambil menatap ke arahnya.
"Sa-sayang?" tanya Yudistira sambil mengusap pipinya.
"Ini bukan mimpi kan? Ya Allah!" Yudistira langsung memeluk Aisyah.
"Apa itu anak kita kak?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Iya sayang,ini anak kita,lihatlah,dia sangat tampan!" kata Yudistira sambil membaringkan Syihab di samping Aisyah.Syihab yang tadi menangis dan terdiam.Matanya seperti memandang Aisyah walaupun belum bisa melihat dengan senyuman di wajahnya.
Aisyah meneteskan air mata bahagia melihat anaknya sudah lahir dengan selamat.
"Kak,bukannya anak kita kembar? mana anak yang satu lagi?" tanya Aisyah.
Deg,Yudistira bingung harus menjawab apa.Dia tidak tega harus mengatakan yang sebenarnya pada Aisyah.
"Kak!" panggil Aisyah.
Ya Allah,aku harus bagaimana? aku bingung harus jawab apa! kata hati Yudistira.
"Ada! kamu mau makan?" tanya Yudistira berusaha mengalihkan topik.
"Ada di mana kak?" tanya Aisyah.
"Aku mau anakku dulu kak!" kata Aisyah.
"Makan dulu ya? kalau gak makan dulu gak akan aku tunjukkan!" kata Yudistira.
"Ya sudah iya!" kata Aisyah.
Yudistira mengambil mangkuk di meja dan mulai menyuapi Aisyah.
"Kak,siapa nama anak ini?" tanya Aisyah.
"Syihabudin Ahmad Bizar Manunggal! bagus gak?" jawab dan tanya Yudistira.
__ADS_1
"Bagus banget kak!" kata Aisyah kembali memandang putra tampannya yang sudah kembali terlelap.
"Terus,kalau yang perempuan siapa namanya kak?" tanya Aisyah.
"Asyifa Taleetha Astira Manunggal!" jawab Yudistira dengan menahan air mata yang hendak menetes.
"Kak kenapa?" tanya Aisyah karena Yudistira tidak berhasil membendung air matanya.
"A-aku tidak apa,aku hanya bahagia!" jawab Yudistira.
"Apa selama aku tidak sadar ada yang melepaskan kerudung ku?" tanya Aisyah.
"Tidak sayang,aku menekankan pada kepala rumah sakit di sini agar perawat dan dokter yang boleh masuk ke ruangan ini hanya perempuan!" jawab Yudistira.
"Tapi maaf,cadarnya di buka karena dokter dan perawat kerepotan!" kata Yudistira.
"Eh,kak,Khai mana?" tanya Aisyah.
"Khai di bawa pulang dulu sama mami dan papi!" jawab Yudistira.
"Terus,keadaan Septi bagaimana?" tanya Yudistira.
"Septi masih koma karena kecelakaan itu!" jawab Yudistira.
"Innalillahi!" kata Aisyah.
"Kak aku dah kenyang,aku mau lihat anakku!" kata Aisyah.
__ADS_1
*Gabung di grup AuthorSyiba ya,jadi kalian bisa ngobrol sama Author,bisa mengkritik,bisa bertanya tanya masalah,bisa curhat,siapa tahu Author bisa bantu menyelesaikan masalahπ πππ