
"Aku sudah menjadi suamimu sekarang,apa aku belum boleh melihat wajahmu?" tanya Yudistira.
Aisyah hanya mengangguk sambil menunduk.Pelan pelan Yudistira mengangkat wajah Aisyah yang tertunduk malu.Yudistira memposisikan wajah Aisyah menatap wajahnya.Yudistira mencium kening istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Pelan pelan Yudistira membuka tali cadar yang ada di kepala bagian belakang.Yudistira sudah berhasil melepaskan ikatan cadar itu,namun Aisyah kembali menunduk malu.
Begitu terpesona Yudistira saat melihat wajah putih indah istrinya tanpa make up.Pipinya yang semu merah,bibirnya yang merah muda dan hidungnya yang mancung menambah kesempurnaan di wajah Aisyah.
Yudistira kembali mengangkat wajah Aisyah agar menatap wajahnya.Mereka saling tatap mengagumi satu dan yang lain.
Ternyata bidadari ku ini,aslinya lebih cantik di banding di foto! kata Yudistira dalam hatinya.
Sekarang dia telah menjadi suamiku,aku harus belajar mencintainya.Dia tampan,aku tidak pernah menatapnya seperti ini! kata Aisyah dalam hatinya.
Yudistira mendekatkan wajahnya dan kembali mencium kening istrinya sambil berkata.
"Aku mencintaimu!" kata Yudistira.Aisyah hanya diam dan tersenyum.
"Kak,apa kakak sudah sholat isya?" tanya Aisyah mengagetkan Yudistira yang masih menatap istrinya.
"Apa?" Yudistira kaget.
__ADS_1
"Sudah sholat isya?" tanya Aisyah lagi.
"Belum!" kata Yudistira.
"Sholat dulu kak!" kata Aisyah.
"Tapi,aku mau mencium pipimu,boleh?" tanya Yudistira.
"Aku sudah syah menjadi istrimu kak,kakak boleh melakukan apapun yang kakak mau pada ku!" jawab Aisyah dengan senyuman manisnya yang membuta Yudistira semakin tertarik.
"Benarkan?" tanya Yudistira lagi.Aisyah mengangguk dan tersenyum.
Dengan cepat Yudistira mencium bibir Aisyah.Aisyah hanya diam.Ini adalah ciuman pertamanya.Begitu juga Yudistira dia sama kakunya dengan Aisyah.Dia berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu meninggalkan Aisyah.
"Kenapa melamun?" tanya Yudistira mengagetkan Aisyah yang sedang berkata kata dalam hatinya.
"Ah apa? ah tidak kok!" jawab Aisyah.
"Mana sajadah nya?" tanya Yudistira.
"Itu di sana!" Aisyah menunjuk ke arah meja,di sana terletak sajadah,mukena,Al-Qur'an,dan beberapa kitab kuning.
__ADS_1
"Kenapa kakak gak sholat di mesjid aja?" tanya Aisyah.
"Emh sepertinya aku harus jujur padamu!" kata Yudistira.
"Jujur apa?" tanya Aisyah.
"Aku tidak takut pada apapun,aku tidak takut pada semua jenis hewan,mau itu hewan laut atau hewan darat.Aku tidak takut kepada manusia,mau itu pejabat,polisi,TNI,Satpol PP,atau siapapun itu.Tapi aku hanya takut sama kegelapan!" jawab Yudistira dengan wajah meringis.
"Apa? kenapa seperti itu?" tanya Aisyah kaget.
"Aku punya masa lalu yang menakutkan di kegelapan hingga sampai saat ini,aku takut kegelapan!" jawab Yudistira.
"Masa lalu apa?" tanya Aisyah.
"Nanti aku ceritakan setelah sholat!" jawab Yudistira sambil menghamparkan sajadah itu.
"Ya sudah,sholat dulu aja,nanti baru cerita! itung-itung cerita sebelum tidur!" kata Aisyah dengan senyuman.
"Ya sudah,jangan bicara!" kata Yudistira.
"Iya maaf!" kata Aisyah.
__ADS_1
Yudistira pun memulai sholatnya dengan senyuman mengambang karena bahagia.Hari ini dia sholat di depan istrinya dan nanti setelah sholat dia akan tidur bersama istrinya.