Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Jatuh


__ADS_3

Setelah di periksa oleh dokter Neta Aisyah kembali menangis mengingat anak perempuannya yang meninggal dan sudah di makamkan sebelum dia melihat wajahnya.


"Sayang kamu kenapa? apa ada yang sakit?" tanya Yudistira dengan khawatir.


"Maafkan umi nak,umi bukan umi yang baik! umi tidak bisa menjaga mu! umi ceroboh!" kata Aisyah sambil menangis.


Yudistira memeluk Aisyah merasakan kesedihan istrinya yang kehilangan anaknya.


Tidak akan ada orang tua yang tidak sedih jika seorang anak meninggalkannya apa lagi untuk selamanya.Apalagi seorang ibu yang melahirkan seorang anak dan anak itu langsung meninggalkannya tanpa dia bisa melihat walau hanya sedetik wajah anaknya itu.


Aisyah hanya melamun di atas ranjang memikirkan anaknya.Dia sangat sangat merasa bersalah.


"Sayang,kamu mau minum?" tanya Yudistira dan Aisyah hanya menggeleng lemah.


Oweek oweeek....


Syihab menangis saat dia baru bangun dari tidur.


Dengan buru buru Aisyah menggendongnya dan mencobanya memberi asi untuk Syihab.


"Untung masih ada kamu sayang,kamu jangan meninggalkan umi ya,umi sangat menyayangimu!" kata Aisyah sambil menatap Syihab yang sedang minum asi.


Yudistira hanya bisa menatap bahagia istri dan anaknya itu.


Sebenarnya hatiku tidak sekuat ini sayang,hatiku sangat rapuh saat melihat anakku meninggalkan kita! aku sangat rapuh saat melihatmu menangis! Tapi,aku sangat bahagia melihatmu bahagia.


Syihab kembali tidur saat sudah minum asi dari Aisyah.

__ADS_1


"Sini aku tidurkan!" kata Yudistira.


"Gak kak,aku mau menggendongnya! aku tidak mau kehilangan dia!" kata Aisyah.


"Sayang,dia tidak akan ke mana mana!" kata Yudistira.


"Tapi aku takut!" kata Aisyah.


"Kata dokter Neta tadi,kamu bisa pulang besok!" kata Yudistira.


"Iyaa!" jawab Aisyah.


"Mau pulang?" tanya Yudistira.


"Mau banget! bahkan kalau bisa mau sekarang aku pulang!" kata Aisyah dengan nada bicara datar,tatapan kosong dan Syihab masih di gendongannya.


"Sini,Syihab nya aku tidurkan!" kata Yudistira.


"Gak usah kak,aku masih mau menggendongnya!" kata Aisyah.


"Sebentar lagi maghrib,kamu mau mandi?" tanya Yudistira.


"Iya aku mau!" jawab Aisyah.


"Ya sudah,tidurkan dulu Syihab nya!" kata Yudistira.


"Aku mau membawanya!" kata Aisyah.

__ADS_1


"Jangan dong,tidurkan sini saja! nanti aku titipkan sama perawat!" kata Yudistira.


"Gak mau,aku takut dia meninggalkan aku!" kata Aisyah mempererat pelukannya sama Syihab.


"Ya sudah,aku yang gendong ya,kamu mandi!" kata Yudistira.


"Ya sudah!" Aisyah memberikan Syihab pada Yudistira.


"Ayo,aku bantu!" Yudistira membantu Aisyah bangun,namun kakinya sangat lemas sehingga tidak bisa berjalan.


"Tunggu sebentar! aku ambilkan kursi roda!" Yudistira mengambil kursi roda yang tersedia di sudut ruangan.


Yudistira menyiapkan kursi roda itu.Dia juga memindahkan tiang infusan agar bisa di bawa ke kamar mandi.


Yudistira sedikit kesusahan menggendong Aisyah karena dia juga sambil menggendong Syihab.


"Aku tidurkan dulu Syihab ya,nanti aku gendong lagi!" kata Yudistira.


"Jangan,aku bisa sendiri!" Sambil memaksakan turun dari ranjang dan karena kakinya memang lemas akhirnya jatuh di bawah.


"Ya Allah!" buru buru membantu Aisyah berdiri dan duduk di kursi roda dengan sebelah tangan.


"Ada yang sakit gak?" tanya Yudistira dengan panik.


"Nggak kak!" jawab Aisyah.


"Ya sudah,lain kali hati hati! jangan ceroboh!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Iyaa maaf!" kata Aisyah.


__ADS_2