
"Emh,Aisyah aku di utus dari pesantren untuk mengirim surat undangan ini!" kata kang Fikri sambil menyodorkan sebuah kertas.
"Undangan apa?" tanya Aisyah sambil membuka kertas yang terbungkus plastik bening dan tertera nama Aisyah dan Suami di tempat.
"Pernikahan!" jawab kang Fikri singkat.
"Teh Nurul mau nikah?" tanya Aisyah setelah membuka dan membaca isi surat itu.
"Iya!" jawab kang Fikri.
"Gus Hikam Al-Basri? apa dia orang jawa? kan biasanya yang di panggil Gus jawa!" tanya Aisyah.
"Iya,calon suami Teh Nurul orang Ponorogo!" jawab kang Fikri.
"Wah,kenapa jauh sekali?" tanya Aisyah.
"Tadinya satu pesantren dengan Teh Nurul.Saat di pesantren,awalnya mereka tidak punya perasaan apa apa,namun Gus itu di jodohkan oleh gurunya!" jawab kang Fikri.
"Tapi Teh Nurul nya mau?"
"Jelas mau lah,dia tampan,mapan,seorang gus.Dan Gus nya juga tidak akan menolah di jodohkan dengan Teh Nurul!"
Totot
Suara klakson mobil dari luar gerbang.Pengawal yang berjaga langsung berlari membuka gerbang karena sudah tahu siapa yang datang.
"Selamat sore tuan!" sapa Nana yang menjaga di gerbang utama.
__ADS_1
Tanpa menjawab salam,Yudistira langsung memasukan mobilnya ke pekarangan rumahnya.Namun,ada satu unit sepeda motor di sana.
Ternyata tamu itu belum pulang...gumam Yudistira dalam hatinya.
Setelah melihat mobil suaminya datang,Aisyah buru buru menghampiri mobil nya menyambut sang suami.
"Sudah pulang kak?" tanya Aisyah sambil mencium tangan suaminya,namun pertanyaannya tidak di jawab karena Yudistira fokus melihat motor yang ada di depan rumahnya.
"Ini motor siapa?" tanya Yudistira.
"Itu motor kang Fikri kak,adik Ustadzah Nurul!" jawab Aisyah sambil mengambil alih tas yang ada di tangan suaminya.
"Laki laki? mau apa dia kesini?"
"Dia mau memberikan surat undangan kak!" jawab Aisyah.
Yudistira berjalan ke arah tamu istrinya yang sudah berdiri menyambutnya.
"Silahkan duduk!" kata Yudistira datar.
"Terima kasih pak!" kang Fikri kembali duduk.
"Sudah lama?" tanya Yudistira.
"Sudah agak lama tuan!" jawab kang Fikri.
"Kang Fikri,aku masuk dulu ya,tunggu sebentar!" kata Aisyah dan di jawab anggukan oleh kang Fikri.
__ADS_1
"Sudah lama kenal sama istri saya?" tanya Yudistira.
"Sejak Aisyah masuk pesantren!" jawab kang Fikri.
"ooooh,tapi kenapa saat saya ke pesantren dan saat saya nikah kamu gak ada?"
"Saya baru pulang dari pesantren satu minggu yang lalu!"
"Mondok di mana?"
"Di Ciamis!"
"Ngomongin apa sih,kok serius banget?" tanya Aisyah baru datang sambil memangku Khai anaknya.
"Ah tidak,apa dia bangun?" tanya Yudistira.
"Dia bangun!" jawab Aisyah.
"Kemarikan!" kata Yudistira menengadahkan tangannya.Aisyah memberikan Khai pada Yudistira.
"Emh,kalau gitu,saha pamit dulu!" kata kang Fikri.
"Lah,mau ke mana? kan ini masih sore!" tanya Aisyah.
"Masih banyak pekerjaan di pesantren!" jawab kang Fikri.
"Ya sudah,bawa ini untuk kebutuhan di pesantren!" kata Yudistira mengeluarkan sebuah cek di saku kemejanya.
__ADS_1
Yudistira sudah melihat CCTV bahwa ada tamu dari pesantren yang datang ke rumahnya.Dia memberikan sebuah cek dengan angka satu dan nol sebanyak tujuh biji.
"Terima kasih pak,semoga kebaikannya di balas oleh Allah,amanat ini akan saya sampaikan!" kata Kang Fikri.