
"Bi,tolong siapkan itu ya!" kata Yudistira di sela sela saat sedang mengobrol dengan keluarga besarnya.
"Baik tuan!" Bi Rini langsung bergegas menjalankan perintah tuannya.
Setelah itu bi Rini menyimpan sekeranjang buah kenitu di meja makan.
Semua orang fokus dengan buah aneh yang bi Rini siapkan kecuali Aisyah.Dia sedang sibuk membenarkan kerudung Khai.
"Umi itu apa?" tanya Khai.
"Mana?" tanya balik Aisyah.
"Itu umi!" Khai menunjuk buah itu.
Aisyah melihat gundukan buah itu.Seketika hatinya menjadi gembira sangat sangat gembira.Buah yang di sangat inginkan itu kini sudah ada di depannya.
Aisyah langsung meraih dan mengambil satu buah yang dia sangat inginkan itu.
"Terima kasih kak!" kata Aisyah sambil memandang ke wajah suaminya yang sangat bercahaya karena bahagia itu.Yudistira hanya mengangguk dan tersenyum melihat kebahagiaan istrinya.
"Khai kamu mau ini?" tanya Aisyah.
"Mau umi!" jawab Khai.
Aisyah pun menekan buah itu dengan kedua tangannya hingga buah itu terbelah menjadi dua.Yang satu dia berikan pada Khai dan yang satu dia yang makan.
"Ayo semuanya,coba buah itu! enak tahu!" kata Aisyah yang mulai memakan buah kenitu itu tanpa membuka cadarnya.
Orang lain juga mulai mengambil masing masing satu buah itu karena penasaran dengan rasanya.
"Bi,bagikan masing masing satu buah pada semua orang!" kata Yudistira.
"Baik tuan!" seketika para pelayan senang karena mereka penasaran dari tadi saat buah itu datang.
"Kak,ayo coba buahnya,enak tahu!" kata Aisyah.
__ADS_1
"Iya benar,enak!" kata kak Liana.
"Lain kali aku juga mau beli buah seperti ini!" kata dokter Nisa.
"Apa nama buahnya?" tanya kak Syam.
"Kenitu!" jawab Yudistira.
"Aneh juga namanya!" kata Fauzi.
Yudistira juga mulai mencoba merasakan buah aneh itu dan memang rasanya sangat manis hingga air nya yang menetes ke tangan menjadi lengket.
"Umi ai mau yagi!" kata Khai yang sudah habis sebelah buah.
"Sebenarnya Aisyah sedang hamil!" kata Yudistira tiba tiba.
Sontak semua kaget mendengar perkataan Yudistira.
"Kamu jangan bercanda Tira!" kata mami Reva.
"Alhamdulillah ma,kita akan punya cucu lagi!" kata papa Dimas.
"Iya pa,Alhamdulillah ya Allah,pantas saja keinginannya aneh aneh!" kata mama Lena berdiri hendak menghampiri Aisyah dan mencium keningnya.
"Yeee,ai punya bayi!" Khai juga bersorak ria.
Mami Reva juga mencium kening Aisyah.
"Emh,sebenarnya aku juga sudah hamil menginjak lima bulan,tadinya aku mau merahsiakannya dari kalian,tapi aku tidak tahan!" kata kak Liana yang juga memeluk Aisyah.
"MasyaAllah kakak,pantes kakak lebih gemuk!" kata Aisyah mengusap perut kak Liana.
"Iya Aisyah!" kata kak Liana.
"Berarti tinggak kak Nisa yang belum!" kata Aisyah.
__ADS_1
"Kau udah golin belum?" tanya Yudistira pada Asistennya.
"Kak!" Aisyah mencubit paha suaminya.
"Auw,sakit!" kata Yudistira.
"Saya akan secepatnya nyusul tuan!" kata Fauzi yang baru bicara dari tadi.
"Nah gitu dong!" kata Yudistira.
Semua orang tertawa bahagia mendengat dua orang di antara mereka sedang mengandung calon malaikat kecil yang akan lahir kedunia dengan suara khas.
"Berapa usia kandunganmu Aisyah?" tanya kak Liana.
"Kata dokter sih baru empat belas minggu kak!" jawab Aisyah.
"Udah empat bulan dong!" kata kak Liana.
"Iya kak!" hawab Aisyah.
"Aku akan mengadakan syukuran minggu depan di pesantren attarbiyyah!" kata Yudistira.
"Gak nanya!" kata kak Liana.
"Aku ngomong ke mami!" kata Yudistira.
"Tapi mami gak ngomong sama kamu!" kata kak Liana.
***Bersambung....
Yang sudah baca boleh tag di fb dan ig Author ya....
Di sana juga Author pengumuman up novel...
ig/fb :AuthorSyiba***
__ADS_1