
"Ya sudah,ayo kita sholat kak Tira tampan,gagah,perkasa,sholeh,pokoknya si segalanya,si sayang,si cinta pokoknya!" kata Aisyah.
"Bentar bentar,kamu bilang cinta?" tanya Yudistira.
"Iya,cintanya mami maksudnya!" jawab Aisyah.
"Kamu?" tanya Yudistira.
"Cepetan kak,takut Khai keburu bangun!" kata Aisyah.
Mereka melaksanakan sholat subuh.Setelah selesai,mereka berdoa dan mengucapkan syukur kepada Allah.
"Kak,kapan kakak ke kantor?" tanya Aisyah setelah melepaskan mukena dan membereskan sajadah.
"Besok mungkin,sejak nikah sama kamu aku jadi males kerja!" jawab Yudistira merebahkan dirinya.
"Apa? jadi aku ini penyebab kakak jadi gak mau kerja?" tanya Aisyah.
"Iya!" jawab Yudistira.
"Kenapa? aku selalu menyuruh kakak bekerja,aku tidak pernah melarang kakak untuk bekerja!" kata Aisyah.
"Sejak nikah sama kamu,aku jadi tidak ingin jauh dari mu" kata Yudistira.
"Jangan berlebihan kak!" kata Aisyah.
"Tidak,memang begitu kenyataanya!" jawab Yudistira.
"Terserah! kak jangan tidur lagi,aku juga belum tidur!" kata Aisyah.
"Nggak kok!" jawab Yudistira.
__ADS_1
"Nggak tapi matanya di tutup!" kata Aisyah.
"Berat sayang!" kata Aisyah.
"Wah,ternyata anak bunda yang cantik ini pipis ya!" kata Aisyah membuka bedongan Khai.
Entah kenapa,Khai tidak bangun lagi saat kainnya sudah di ganti.Khai kembali tidur dengan nyenyak hingga Aisyah juga bisa ikut tidur di samping suaminya.
Tok tok tok
Seseorang di luar kamar mengetuk pintu kamar,namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Tok tok tok
"Aisyah,apa kau belum bangun?" tanya dokter Nisa di luar kamar agar berteriak.
"Aisyah,aku mau lihat keponakan cantikku!" teriak dokter Nisa.
"Emh,iya kak sebentar!" jawab Aisyah sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Mau ke mana?" tanya Yudistira terusik.
"Ada yang memanggilku kak!" kata Aisyah memakai cadarnya.
Aisyah berjalan dengan setengah kesadaran ke arah pintu.Dia lupa bahwa pintu itu bisa terbuka dengan dia memberi perintah.
"Buka!" teriak Yudistira dan pintu itu langsung terbuka saat Aisyah masih beberapa langkah lagi menuju pintu.
"Kamu baru bangun tidur?" tanya dokter Nisa.
"Iya kak,Khai membuatku tidak bisa tidur semalam,dan dia baru tidur tadi subuh!" jawab Aisyah lemas.
__ADS_1
"Ya sudah,lanjutkan saja tidurnya!" kata dokter Nisa berlalu pergi.
"Astagfirullah!" kata Aisyah menutup kembali pintu itu dan kembali ke tempat tidur.Ia kembali mencoba untuk tidur,namun tidak bisa.
"Kak ayo bangun,kakak kan tidak begadang!" kata Aisyah.
"Apa kamu lapar?" tanya Yudistira dengan suara serak.
"Iya!" jawab Aisyah.
"Ya sudah,aku akan menyuruh bi Rini membawakan sarapan ke sini!" kata Yudistira.
"Astagfirullah,Sudah berapa lama Khai tidur,dia belum minum susu!" kata Aisyah panik dan buru buru menghampiri anaknya.
"Khai sayang,ayo bangun! kita mandi dulu! ayo Khai sayang!" kata Aisyah sambil memainkan pipi lembut Khai.Tapi,Khai tidak bangun sama sekali.Dia hanya menggeliat.
"Ayo bangun sayang,ini sudah pagi!" kata Aisyah.
"Aku tidak pernah di bangunkan seperti itu oleh mu!" kata Yudistira.
"Emangnya kakak bayi?" tanya Aisyah ketus.
"Iya,bayi besar!" jawab Yudistira.
"Terserah!" jawab Aisyah.
Bersambung...
Mohon maaf ya,para pembaca,tulisannya agak berantakan,Author lagi susah mencari susunan kalimat.Tapi walaupun tulisannya acak acakan,semoga masih bisa di mengerti ya....
Salam hangat dari Author!
__ADS_1