Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Nasehat


__ADS_3

tok tok rok


Terdengar suara ketukan pintu di kamar Yudistira.Dia yang masih membujuk Aisyah agar mau menghabiskan makanannya.


"Sebentar ya,aku buka pintu dulu! siapa tahu itu kak Nisa!" kata Yudistira dan di jawab anggukan oleh Aisyah.


Yudistira membuka pintu kamarnya,dan sesui dugaan,yang mengetuk pintu kamarnya itu adalah dokter Nisa yang sedang menggendong Khai.


"Kak!" sapa Yudistira.


"Tira,apa kabar?" tanya dokter Nisa.


"Alhamdulillah saya sehat!" jawab Yudistira.


"Mari masuk kak!" Yudistisa memberi jalan agar dokter Nisa bisa masuk.


Aisyah melamun dengan posisi masih sama seperti tadi,menyender ke senderan ranjang.


"Silahkan duduk kak!" kata Yudistira.Dokter Nisa pun duduk di sopa yang ada di kamar itu.Yudistira juga ikut duduk di sana.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Khai kak?" tanya Yudistira.


"Khai baik bail saja! dia hanya demam akibat terlalu lama menangis!" jawab dokter Nisa.


"Sini kak,aku yang gendong!" kata Yudistira dan mengambil Khai dari pangkuan dokter Nisa.


"Abi,ai mau ke umi!" kata Khai saat sudah di peluk oleh Yudistira.


"Iya sayang,nanti setelah umi di periksa ate Ica ya?!" kata Yudistira dan tidak ada jawaban dari Khai.


"Kak,tolong periksa Aisyah kak,sejak dia siuman,dia tidak banyak makan!" kata Yudistira.


"Kemarin lusa,dan kata dokter luka kecelakaan dan luka lahiran sudah mendingan,jadi tidak perlu kontrol lagi,kecuali jika terjadi keluhan!" Yudistira.


"Ya sudah,aku periksa keadaanya dulu ya!" Dokter Nisa beranjak dari duduknya dan menghampiri Aisyah yang sedang bengong.


"Aisyah? Aisyah?" panggil dokter Nisa sambil melambai lambaikan tangannya di depan wajah Aisyah hingga tersadar dari lamunannya.


"Kak!" kaget Aisyah.

__ADS_1


"Tenang tenang,ini kakak!" kata Dokter Nisa.


Tanpa bicara apa apa lagi,Aisyah memeluk dokter Nisa sambil menangis.


"Anakku kak,anakku!" kata Aisyah di sela sela tangisannya.


"Iya kakak tahu,kamu harus sabar!" kata dokter Nisa.


"Gak bisa kak,aku gak bisa!" Aisyah.


"Kamu tahu kan? rukun iman itu ada enam? dan coba kamu ingat,apa rukun iman yang ke lima.Kamu harus iman dengan adanya takdir! anak kamu meninggal sudah takdir dari Allah,kamu juga tahu kan,kalau takdir dari Allah itu tidak bisa di rubah? Ini ujian untuk kamu Aisyah! kamu harus bisa menjalaninya,jangan patah semangat! siapa tahu Allah sengaja mengambil anak kamu duluan di banding kamu,supaya kamu bisa punya anak lebih banyak lagi!" dokter Nisa menasehati Aisyah.


"Tapi aku tidak bisa melewati ujian ini kak! ini terlalu berat untukku kak!" kata Aisyah.


"Kamu juga kan tahu,tidak akan Allah menguji makhluknya kecuali makhluknya akan kuat untuk kita menghadapinya!" kata dokter Nisa.


"Kalau kamu seperti ini terus,bagaimana nasib Syihab kedepannya? kalau kamu begini karena salah satu anak kamu meninggal,berarti kamu pilih kasih,kamu hanya menyayangi anak kamu yang meninggal,tapi tidak menyayangi anakmu yang masih ada!"


"Kamu lihat Khaira,gara gara kamu tidak mau bertemu dengannya dengan alasan akan sedih,gara gara kamu tidak merawatnya,Khaira sampai sakit! Alasan kamu tidak mau bertemu dengan Khaira karena tidak ingin sedih mengingat anakmu,tapi tidak bertemu dengan Khaira juga kamu tetep sedih? pikir itu!" kata dokter Nisa.

__ADS_1


__ADS_2