
"Ooooooh begitu ya?! ya sudah kalau gitu,aku akan belajar padamu saja!" kata Yudistira.
"Ish aku itu gak bisa apa apa!" jawab Aisyah.
"Jangan bohong kamu,kan kamu pernah bilang bohong itu dosa!" kata Yudistira.
"Kak aku mau lihat dalamnya!" kata Aisyah mengalihkan pembicaraan.
"Sekarang kamu juga pandai mengalihkan pembicaraan!" kata Yudistira sambil menggandeng tangan Aisyah dan masuk ke dalam rumah itu.
"Bukan mengalihkan pembicaraan,aku hanya merendah.Aku takut segunung ilmu ku di serap oleh mu!" ucap Aisyah.
"oooh ternyata sekarang kamu juga sudah belajar sombong?" kata Yudistira lalu mereka tertawa bersama.
Mereka masuk keruang tengah rumah barunya itu.Disana ada kursi untuk keluarga,televisi besar,serta hiasan aquarium dan hiasan hiasan lain.
"Kak,aku mau lihat dapurnya!"kata Aisyah,Merekapun pergi ke dapur rumah itu.Dapur itu seperti dapur di restoran bintang lima.Semua peralatan dapur sudah tertata dengan rapih dan indah.
"Siapa yang merancang rumah ini kak?" tanya Aisyah.
"Fauzi!" jawab Yudistira singkat.
"Fauzi kok serba bisa?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Iya,dia itu di sekolahkan oleh papanya hingga ke beberapa negeri.Sehingga dia serba bisa! sebenarnya aku dan dia lebih pintar dia dalam materi!" kata Yudistira.
"Ouh,tapi kenapa dia malah bekerja pada kak Tira? kenapa gak buka perusahaan saja?" tanya Aisyah.
"Papanya sangat mencintai keluarga Al-Bart khususnya pada papi,sehingga dia berjanji jika mempunyai anak laki laki ataupun perempuan akan dia suruh untuk berbakti di keluarga Al-Bart.Papi juga sudah menganggap papa Fauzi seperti adiknya sendiri.Begitu juga denganku,aku juga menganggap si Fauzi adik sendiri karena dia sudah seperti pahlawan bagiku.Dia rela mengorbankan nyawanya hanya untukku!" jelas Yudistira.
"Ooh pantas saja dia serba bisa!" kata Aisyah dan di jawab 'hm' oleh Yudistira.
"Kamu mau lihat kamarnya?" tanya Yudistira.
"Rumah ini punya berapa kamar kak?" Aisyah.
"Ada dua kamar tamu,dua kamar kosong bisa kita isi untuk anak anak kita nanti,satu kamar utama,dan tiga kamar untuk pelayan di rumah ini nanti!" jawab Yudistira.
"Ada di lantai dua!" jawab Yudistira sambil berjalan menuju tangga dengan tangan masih memegang tangan Aisyah hingga Aisyah mengikutinya.
"Kak,berapa biaya membuat rumah ini?" tanya Aisyah.
"Kamu tidak perlu tahu,yang terpenting rumah ini sudah atas nama kamu!" jawab Yudistira.
"Apa? kenapa kak?" tanya Aisyah.
"Kan aku sudah bilang,rumah ini ku buatkan untuk mu!" kata Yudistira.
__ADS_1
"Terima kasih kak,kakak memang suami yang baik.Tidak pantas bagiku jika tidak mencintai kakak!" kata Aisyah menatap sendu suaminya.
"Kamu tidak perlu berterima kasih,ini sudah menjadi kewajiban ku!" kata Yudistira mencium kening istrinya.
"Kak apa kakak mau kita tinggal disini?" tanya Aisyah.
"Terserah!" jawab Yudistira.
"Aku mau kita tinggal disini saja kak,agar kita bisa mandiri!" kata Aisyah.
"Aku ngikut saja!" balas Yudistira.
"Kalau begitu,besok kita ijin sama papa dan mama juga papi dan mami,lalu lusa kita pindah.Gimana?" tanya Aisyah.
"Iya,aku akan menyuruh pelayan untuk mulai bekerja disini besok!" kata Yudistira.
"Memangnya sudah ada?" tanya Aisyah.
"Sudah,pelayan itu juga sudah di seleksi oleh bi Nung!" kata Yudistira.
"Apa bi Nung juga akan di sini?" tanya Aisyah.
"Aku maunya begitu,namun di larang oleh papi dan mami!" jawab Yudistira.
__ADS_1