
𝘙𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘙𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘣𝘪𝘴...
Teriak sang kondektur dari depan ketika bus hampir sampai di terminal rambutan.
Teriakan sang kondektur itu membuat hampi semua penumpang bangun dari tidurnya termasuk Aisyah.
Aisyah bangun mengusap matanya karena penglihatannya buram karena bangun tidur.Aisyah menggeliat dengan merentangkan dua tangannya ke depan.
''Eh Aisyah,kamu sudah bangun?'' tanya mbak Liana.
''Hheh iya mbak,kebablasan!'' jawab Aisyah.''Mbak dari kapan bangun?'' tanya balik Aisyah.
''Ah mbak juga baru kok!'' jawab mbak Liana.
''Ongkosnya neng,mbak?!'' ucap sang kondektur yang menagih ongkos bus.
''Berapa pak?'' tanya mbak Liana sambil mengotak atik dompetnya.
''sembilan puluh ribu rupiah mbak!'' jawab sang kondektur.
''Oh ya sebentar pak!'' Jawab mbak Liana masih mengotak atik dompetnya.
''Ini pak ongkosnya,buat berdua!'' kata mbak Liana menyodorkan uang kertas berwarna biru dengan gambar ir.H.Djuanda dan di belakangnya gambar Taman nasional komodo juga seorang wanita sedang menari legong,berjumlah empat lembar.
__ADS_1
''Ini kembalian nya mbak!'' kata sang kondektur menyodorkan uang kertas berwarna ungu dengan gambar Frans Kaisiepo dan di belakangnya gambar taman nasional wakatobi dan gambar seorang wanita sedang menari pakerena,berjumlah dua lembar.
''Ambil aja pak!'' jawab mbak Liana.
''terima kasih mbak!'' ucap sang kondektur,lalu pergi ke kursi di belakang yang di duduki Aisyah.
''Ah mbak ini saya ganti!'' kata Aisyah menyodorkan uang seratus ribu.
''Gak usah di ganti Aisyah!'' jawab mbak Liana.
''Ah saya gak enak mbak,'' ucap Aisyah.
''Kamu kan dari pesantren,kalau rezeki itu jangan di tolak,nanti kamu dosa loh!'' ucap mbak Liana yang sudah bersiap siap untuk turun karena bus sudah sampai di depan gerbang terminal.
''Iya sama sama,anggap aja itu hadiah pertemanan kita!'' jawab mbak Liana.
''Haha iya mbak,sekali lagi terima kasih!'' jawab Aisyah.
''Heem!,ayo kita turun!'' ajak mbak Liana ketika bus sudah sampai di depan terminal dan sudah terparkir dengan sempurna.
''Bentar mbak,saya gak mau sama laki laki mbak!'' jawab Aisyah yang melihat laki laki dan perempuan itu ingin paling dulu turun hingga tidak mau mengantri.
''Ah iya kalau gitu kita tunggu aja!'' jawab mbak Liana.
__ADS_1
Merekapun menunggu di dalam bus hingga bus kosong agar mereka bisa turun dengan aman,nyaman,tentram.
''Udah kosong tuh mbak,ayo kita turun!'' ucap Aisyah.
''Ayo!'' jawab mbak Liana.
Mereka pun turun dari bis bersamaan.
''Aisyah kita makan bakso dulu yu? sambil kakak nungguin jemputan!'' ajak mbak Liana.
''Boleh deh mbak,mau yang mana?'' jawab dan tanya Aisyah setelah melihat begitu banyak gerobak penjual bakso.
''Ayo ikut mbak,mbak tahu di mana bakso yang enak!'' jawab mbak Liana sambil menuntun tangan Aisyah.Hingga sampai lah mereka di depan sebuah toko besar di dekat jalan raya.
''Ayo masuk!'' kata mbak Liana.
''Ayo mbak!'' jawab Aisyah.Toko itu terlihat ramai dengan pembeli,mungkin saking enaknya.pikir Aisyah.
''Mas baksonya dua ya? yang sedang!'' ucap mbak Liana memesan bakso pada pedagang bakso di toko itu.
''Siap Na,!'' jawab mas tukang bakso itu.
Mereka pun duduk.
__ADS_1
''Mbak,kok mas pedagang bakso itu tau nama mbak?'' tanya Aisyah.