
"Sayang,ayo sarapan!" kata Yudistira.
"Kakak duluan saja,aku sedang tidak enak badan kak!" kata Aisyah.
"Kamu sakit?" Yudistira langsung menyentuh kening Aisyah dan merasakan kehangatannya.
"Tidak panas,kamu sakit apa?" tanya Yudistira.
"Aku tidak sakit kak,cuman gak enak aja!" jawab Aisyah.
"Ya sudah,aku suruh bi Rini agar membawakan makanan ya?!" tanya Yudistira.
"Tidak usah kak,aku tidak mau makan apa apa.Kakak aja sarapan dulu sana,bukannya harus ke kantor?" jawab Aisyah.
"Tapi kamu harus makan sayang,masa gak makan,nanti sakit!" kata Yudistira.
"Tapi aku gak mau kak!" kata Aisyah.
"Aku suapi ya?" tanya Yudistira.
"Gak mau kak!" jawab Aisyah.
"Aku ambil dulu makanannya!" Yudistira langsung pergi.
Aisyah kembali menarik selimut.Enatah kenapa hari ini dia merasa sangat malas,bahkan untuk makan saja sangat malas.
"Aaaa!" kata Yudistira terus menyodorkan sesendok nasi dengan lauknya ke mulut Aisyah.Namun Aisyah tetap enggan untuk membuka mulut.
"Ayolah sayang!" bujuk Yudistira.
"Aku gak mau kak!" kata Aisyah.
"Kemarin kamu banyak makan,kenapa sekarang gak mau makan? ini enak loh,ayo aku takut kamu sakit kalau gak makan!" kata Yudistira.
"Ya mungkin karena kemarin aku terlalu banyak makan,jadi sekarang gak mau makan!" kata Aisyah.
"Tidak bisa begitu sayang,kemarin ya kemarin,hari ini beda lagi!" Yudistira.
"Kak,aku tidak mau!" kata Aisyah.
"Makan buah buahan saja kalau gitu ya?" tanya Yudistira.
__ADS_1
"Tidak mau,kecuali buah kenitu!" jawab Aisyah.
"Tapi buah kenitunya masih di perjalanan sayang,paling besok sampainya!" kata Yudistira.
"Ya sudah tidak apa apa,aku makannya besok saja!" kata Aisyah.
"Roti mau?" tanya Yudistira.
"Tidak!"
"Emh,apa ya? opor ayam?"
"Tidak!"
"Bubur ayam!"
"Tidak!"
"Mie?"
"Tidak!"
"Astagfirullah,teh manis aja kalau gitu ya!"
"Gak mau!"
"Tidak!"
"Kopi? eh jangan,nasi goreng?"
"Gak mau!"
"Nasi liwet?"
"Tidak mau!"
"Kamu mau nya apa?"
"Aku mau diam saja,aku mau tidur!"
"Ya sudah,kamu tidur saja,aku mau ke kantor dulu!" kata Yudistira.
__ADS_1
"Iya!" singkat.
"Assalamualaikum!" kata Yudistira dan pergi meninggalkan istrinya yang masih berbaring.
"Waalaikumusalam!" jawab Aisyah.
Yudistira pun pergi ke kantor karena akan ada meeting.Namun,hatinya tetap cemas karena istrinya tidak mau makan.
"Umi,umi bangun!" kata Khai menggoyang goyangkan pundak Aisyah uminya.
"Emh,ada apa Khai?" tanya Aisyah.
"Ai mau makan!" jawab Khai.
"Oh iya!" Aisyah mengambil hand phone nya dan menelpon bi Rini.
"*Bi,tolong bawakan makan untuk Khai ya!"
"Sama buat non tidak? kan non belum makan!"
"Jangan bi!"
"Baik non*!"
Aisyah mematikan telepon dan menyimpan hand phone nya kembali ke meja di samping ranjang.
"Makanannya lagi di buatin sama bi Rini,sabar ya!" kata Aisyah.
"Iya umi!" jawab Khai dan kembali ke tempat dia bermain di samping ranjang.
Tok tok tok
"Masuk!" teriak Aisyah.
Dengan otomatis pintu pun terbuka dan bi Rini membawa baki yang di atasnya ada mangkuk dan air putih.
"Sini bi,biar aku yang menyuapi Khai!" kata Aisyah.
"Ada yang perlu saya bantu lagi non?" tanya bi Rini.
"Tidak bi,terima kasih!" jawab Aisyah.
__ADS_1
"Saya permisi dulu non!" kata bi Rini dan di jawab anggukan sambil tersenyum oleh Aisyah.Bi Rini pun pergi kembali.