
"Khai ayo!" kata Yudistira yang sudah menggandeng Aisyah dengan pakaian santai.
"Yiat bayi abi?" tanya Khai berteriak.
"Iya!" jawab Yudistira.
"Accccik!" Khai bersorak ria.aqua
"Septi,tolong bawa Khai ke mobil ya!" kata Yudistira.
"Baik tuan!" jawab Septi yang dari tadi menemani Khai main boneka.
"Sept,kamu ikut saja ya,agar ada yang jaga Khai!" kata Yudistira.
"Baik,ayo Khai!" jawab Septi menggendong Khai.
Merekapun masuk ke dalam mobil dengan posisi Yudistira menjadi supir,Aisyah di samping Yudistira dan di belakang Khai bersama Septi.
Hanya membutuhkan waktu dua puluh menit,mereka sudah sampai di gedung Al-Bart Hospital.Para Dokter dan perawat yang sedang tidak bertugas berjajar menyambut kedatangan sang tamu agung.
Scurity membukakan pintu untuk Yudistira juga untuk Khai.Perawat wanita membukakan pintu untuk Aisyah.
"Selamat datang tuan Tira,apa kabar?" tanya Dokter Akval ramah sambil menyodorkan tangan.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik dok!" jawab Yudistira menjabat tangan dokter Akval.
Yudistira kembali menggandeng istri kesayangannya dan Khai tetap di gendong oleh Septi.
"Silahkan tuan!" dokter Akval menunjukan jalan kepada Yudistira dengan sopan.Dokter Akval mempunyai jabatan tertinggi di Al-Bart Hospital.Semua perawat,dokter lain,juga karyawan karyawan sangat segan dengan dokter Akval.Tapi,saat di depan Yudistira dokter Akval ibarat bintang dan matahari.
"Siapa yang akan memeriksa istri dan calon bayi saya?" tanya Yudistira setelah sampai di ruangan khusus.
Yudistira sengaja menggilir para dokter dokter kandungan wanita agar memeriksa Aisyah.Yudistira melakukan itu agar dia tahu mana yang jujur dan mana yang berani tidak jujur.Dan semuanya jujur,tidak mungkin ada yang berani tidak jujur.
"Dokter Neta tuan!" jawab dokter Akval.
"Ya sudah,yang lain silahkan keluar!" tegas Yudistira.
"Kami permisi tuan!" kata dokter Akval mewakili yang lain dan hanya di jawab kata hm sambil mengangguk oleh Yudistira.
"Permisi tuan,nona!" kata dokter Neta dengan sedikit gugup.
"Periksalah dengan penuh hati hati!" kata Yudistira.
"B-Baik tuan!" jawab dokter Neta.
Dokter Neta pun memulai aksinya.Mulai dari tes darah,teh suhu,dan tes tes yang lain.Terakhir dokter Neta melumuri perut Aisyah dengan sesuatu seperti jeli.Tentunya dengan ijin Aisyah dan Yudistira tentunya.
__ADS_1
Muncullah gambar hitam putih di layar komputer.Lama kelamaan gambar itu bergerak berak.
"Tuan,apa dokter lain pernah mengatakan tentang ini?" tanya dokter Neta yang masih fokus melihat ke layar komputer.
"Tentang apa? jenis kelamin? kata dokter yang minggu kemarin jenis kelaminnya laki laki!" jawab Yudistira.
"Bukan tuan,di dalam perut nona Aisyah ada dua calon bayi!" kata dokter Neta.
"Apa? kau jangan bercanda!" kata Yudistira.
"Accik Ai punya bayi dua!" kata Khai.
"Iya tuan,ini benar,namun jenis kelaminnya beda,yang satu laki laki dan yang satu perempuan.Pantas dokter dokter lain menyebut calon bayi ini laki laki karena bayi yang laki laki lebih aktif tuan!" jelas dokter Neta.
"Alhamdulillah ya Allah!" kata Yudistira.
"Alhamdulillah!" kata Aisyah.
"Ayahamduyiyah Ai punya bayi dua!" kata Khai yang membuat semua orang tertawa gemas.
Bersambung...
Kabar bahagia nih🤭
__ADS_1
Gimana ikut bahagia gak?
Jangan lupa follow ig/fb :AuthorSyiba