
Kak Liana kembali ke kamarnya untuk memperbaiki make up yang berantakan akibat menangis.
Tangan kanan kak Liana di gandeng oleh Syamsuri dan tangan kiri di gandeng Aisyah.
Pasangan pengantin itu sangat bahagia karena sekarang mereka sudah syah menjadi suami istri.
Kak Liana mengganti pakaiannya,yang tadinya memakai baju warna putih,sekarang menjadi memakai baju berwarna kopi susu.
Sama halnya dengan Syamsuri,dia juga mengganti bajunya dengan warna senada dengan istrinya.
Kak Liana kembali turun dari kamarnya dan langsung menuju pelaminan.
Fotografer langsung menyuruh pasangan pengantin itu untuk berpose.
Semua tersenyum melihat kebahagian pasangan pengantin baru itu.Pasangan pengantin itu bagaikan raja dan ratu.
Senyum selalu mengambang di wajah pengantin baru itu.Sebagian orang sudah mulai pergi yang sebelumnya memberikan selamat dan mendoakan pasangan pengantin baru itu.
''Fauzi! ikuti aku dan bawa kamera yang paling bagus dan gunakan kemampuan fotografer mu untuk memotret ku dan Aisyah!'' kata Yudistira.
''Baik tuan!'' jawab Fauzi.
''Ikuti aku!'' kata Yudistira beranjak pergi dari depan cermin.
Dia melihat Aisyah yang sedang duduk sendirian menatap ke arah pelaminan yang ada pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu.
__ADS_1
''Sayang!'' panggil Yudistira.
''Eh iya kak,ada apa?'' tanya Aisyah yang kaget karena tiba tiba tunangannya itu ada di depannya.
''Ikut aku!'' jawab Yudistira.
''Ke mana?'' tanya Aisyah.
''Ikut saja! cuman ke depan kok!'' jawab Yudistira.
''Ya sudah ayo kak!'' jawab kak Aisyah.
Aisyah di bawa ke samping rumah mewah milik keluarga Al-Bart.
''Ada apa kak? kok kak Tira bawa aku ke sini?'' tanya Aisyah yang bingung karena di bawa ke taman samping rumah mewah itu.
''Aku mau berfoto denganmu!'' kata Yudistira.
''Ayolah sayang,aku mohon!'' rayu Yudistira dengan wajah memohon.
''Baiklah,tapi tetap jaga jarak karena kita masih belum muhrim!'' kata Aisyah.
''Alhamdulillah!'' jawab Yudistira.
''Fauzi,bagaimana gaya yang cocok untuk kami?'' tanya Yudistira.
Fauzi mun memberi instruksi agar mereka bergaya namun tetap menjaga jarak.
__ADS_1
Aisyah berdiri di depan Yudistira dan Yudistira di belakang Aisyah.
Cekrek
Fauzi mengambil gambar dengan kamera termahal milik tuannya itu.
''Mana aku lihat!'' ucap Yudistira.
''Ini tuan!'' Fauzi menyodorkan kamera yang bergambar tuannya dan Aisyah.
''Tak sia sia aku menyuruhmu sekolah fotografer!'' kata Yudistira yang puas melihat hasil jepretan asistennya itu.
''Mana aku lihat!'' Aisyah buru buru menghampiri kedua laki laki itu dan melihat hasil jepretannya.
''Wah bagus banget! kak Fauzi hebat!'' kata Aisyah memuji Fauzi.Seketika Yudistira menjadi ketus.
''Terima kasih nona!'' jawab Fauzi.
''Cih,Sehebat hebatnya dia,tidak akan mengalahkan kehebatanku!'' kata Yudistira ketus.
''Tapi menurutku Kak Fauzi lebih hebat dari kak Tira!'' kata Aisyah yang menyadari kecemburuan Yudistira.
Astaga,nona ini apa apaan sih,bisa di pecat nih! gumam Fauzi dalam hatinya.
''Tuan benar nona,Sehebat hebatnya saya,saya tidak akan melebihi kehebatan tuan Yudistira.Kalau kata pribahasa setinggi tingginya pundak,tidak akan melebihi tingginya kepala!'' kata Fauzi bermaksud menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
''Iya,kamu benar! setinggi tingginya pundak,pasti tidak akan melebihi tingginya kepala.Namun kali ini kamu yang menjadi kepala dan kak Tira pundak!'' Aisyah semakin membuat Yudistira kesal.
''Fauzi! besok tidak perlu datang kembali ke kantor maupun ke rumahku!'' kata Yudistira dengan nada datar namun membuat Fauzi bergetar.