Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Perubahan Sikap


__ADS_3

"Tidak!" jawab Aisyah singkat tanpa melirik suaminya.


"Bukankah jika suami bicara pada istrinya,sang istri harus menghadap ke suami?" tanya Yudistira.


"Iya!" jawab Aisyah masih tidak menghadap suaminya.


"Lalu? kenapa kamu tidak menghadap ke padaku dan melihat wajah suamimu yang tampan ini?" tanya Yudistira dengan percaya diri.


"Iya suamiku yang tampan!" kata Aisyah sambil menatap sinis Yudistira.


"Kenapa sinis begitu? apa kamu membenciku?" tanya Yudistira.


"Tidak suamiku,aku tidak membencimu,aku hanya sedang kesal kepadamu!" jawab Aisyah.


"Fauzi,balik ke restoran!" kata Yudistira.


"Tapi ini sudah hampir sampai tuan!" jawab Fauzi.


"Ternyata kau sudah berani membantahku?" tanya Yudistira sinis.


"Lanjutkan ke rumah Kak Fauzi!" kata Aisyah.


"Ke restoran!" kata Yudistira.


"Bukankah suamiku ini akan mengabulkan semua keinginan istrinya?" tanya Aisyah.


"Ke rumah!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" jawab Fauzi.

__ADS_1


tiga menit kemudian,mereka sampai di depan rumah Aisyah.


"Pulanglah dan siap siap untuk acara nanti malam! jangan menjemput ku! aku akan pergi berdua! jangan sampai terlambat!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" balas Fauzi.


Fauzi turun dan membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona nya.


"Terima kasih kak!" kata Aisyah.


"Sama sama nona!" jawab Fauzi.


"Pergi!" kata Yudistira datar.


"Baik tuan,saya permisi!" jawab Fauzi dan pamit mengundurkan diri.


Kenapa dia? apa aku menyakitinya? apa dia kurang sehat? apa dia kenapa ya? Yudistira bingung dengan sikap istrinya.


"Aisyah,kamu kenapa? mana suamimu?" tanya mama Lena yang melihat Aisyah buru buru jalan ke kamarnya.


"Aku gak apa apa ma,kak Tira masih di luar! aku ke kamar dulu,ada yang harus aku ganti!" kata Aisyah melanjutkan langkahnya.


"Assalamualaikum ma!" kata Yudistira baru masuk rumah dan mengambil tangan mama Lena untuk di cium.


"Waalaikum salam!" jawab mama Lena.


"Ma,apa mama melihat Aisyah?" tanya Yudistira.


"Dia masuk ke kamar tadi!" jawab mama Lena.

__ADS_1


"Apa mama melihat perubahan sikapnya? dia mendadak ngambek ma sama aku.Padahal aku tidak melakukan kesalahan ma!" kata Yudistira.


"Itu biasa Tira,jika seorang wanita sedang menstruasi,emosinya suka meningkat! jadi mudah tersinggung dan mudah terpancing amarah!" jelas mama Lena.


"Oh gitu ya ma? tapi,apa nanti akan sembuh lagi ma?" tanya Yudistira dengan wajah khawatir.


"Tidak akan lama kok,coba kamu bujuk dia.Pasti dia akan kembali luluh!" kata mama Lena.


"Oh iya baik ma,oya ma,nanti malam,Fauzi asistenku mau melamar dokter Nisa.Apa boleh?" tanya Yudistira.


"Apa? nanti malam? kenapa mendadak sekali? mama belum mengadakan persiapan!" jawab mama Lena dengan wajah panik.


"Mama tidak perlu persiapan ma,aku sudah menyiapkan semuanya.Acara akan di laksanalan di sebuah kafe.Mama tinggal datang dan memberi restu!" kata Yudistira.


"Apa Nisa sudah di beritahu?" tanya mama Lena.


"Sudah ma,oh iya tolong kabari papa juga!" jawab Yudistira.


"Baguslah,nanti mama kabari papa!" kata mama Lena.


"Oh iya,apa mama akan memberi restu pada mereka?" tanya Yudistira.


"Kenapa tidak? jika mereka saling cinta,mama pasti akan merestui mereka!" jawab mama Lena.


"Alhamdulillah kalau gitu ma,ya sudah aku ke kamar dulu ma!" kata Yudistira.


"Pergilah!" kata mama Lena.


Yudistira pun pergi memasuki kamar Aisyah.Dia melihat istrinya yang sudah terbaring lemas di atas kasur dengan badan di tutupi selimut.

__ADS_1


__ADS_2