Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Panggilan


__ADS_3

Semua orang sudah melaksanakan sholat dzuhur,termasuk Aisyah.Sekarang,Aisyah sedang memberi susu kepada Khai.Bayi yang Aisyah adopsi berjenis kelamin perempuan.


"Apa dari tadi dia belum pipis?" tanya mama Lena.


"Sudah ma,udah dua kali,namun Aisyah baru satu kali mengganti pakaiannya!" jawab Aisyah.


"Hati hati,jika Khai pipis,harus cepat cepat di ganti kainnya.Jika tidak,itu bisa menyebabkan lecet dan ruam di bagian sensitifnya!" kata mama Lena.


"Iya ma,tadi itu aku sama kak Tira belum beli kainnya!" kata Aisyah.


"Aku di sebut apa sama dede Khai ma?" tanya Rizal.


"Om! atau paman! kamu mau di panggil apa?" tanya mama Lena.


"Emmh kak,bahasa arabnya paman apa?" tanya Rizal.


"Sudah jangan macam macam,kamu akan di panggil om sama Khai!" jawab Aisyah.


"Baiklah!" kata Rizal lesu,namun membuat semua orang tertawa.


"Mama sama papa harus nginap malam ini!" kata Yudistira.


"InsyaAllah!" jawab mama Lena dan anggukan papa Dimas.


"Nah mami sama papi nginap nya besok,dan kak Liana juga kak Syam besok lusa.Setelah kak Liana dan kak Syam kembali ke mama dan papa.Bergilir! setuju?" tanya Yudistira.


"Setuju!" jawab papi Kevin.


"Maaf mengganggu tuan,makanan sudah siap!" kata bi Rini penuh hormat.

__ADS_1


"Baik bi,terima kasih ya!" kata Yudistira.


"Baik tuan,saya permisi!" kata bi Rini menganggukkan kepala dan pergi setelah di beri anggukan oleh tuannya.


"Ayo kita makan!" kata Yudistira.


"Papa sudah makan!" kata papa Dimas.


"Kapan? dari tadi kalian di sini,tadi pagi itu sarapan bukan makan! ayo kita makan siang!" kata Yudistira.


"Hahah iya iya,ayo!" kata papa Dimas.


"Sayang,kamu mau makan sekarang? aku suapi kamu ya?" tanya Yudistira.


"Tidak kak,aku makan nanti saja setelah kalian,agar ada yang jagain Khai!" jawab Yudistira.


Semua orang sudah mulai makan.Yudistira menyodok nasi lebih dari seukuran satu porsi,tapi dua ukuran porsi nasi,dia masukan dalam satu piring.Begitu juga dengan lauknya.Dia mengambil lauk untuk dua porsi.


"Tira,kamu jadi doyan makan?" tanya kak Liana heran.


"Tidak!" jawab Yudistira singkat.


"Tapi,itu nasi ukuran untuk dua porsi!" kata kak Liana.


"Ya memang untuk dua orang!" kata Yudistira.


"Untuk siapa?" tanya kak Liana.


"Siapa lagi kalau bukan istriku tercinta!" kata Yudistira dengan nada bicara sombong dan langsung pergi.

__ADS_1


"Kamu mau di panggil apa sama Khai?" tanya Yudistira setelah duduk di samping kanan Aisyah.


"Gak tahu!" kata Aisyah singkat tanpa melihat suaminya.Pandangannya lurus ke bayi yang sedang dia beri susu.


"Sekarang lebih perhatian sama bayinya dari pada sama ayahnya!" kata Yudistira membuat Aisyah meliriknya dengan tatapan tidak bisa di artikan.


"Kakak mau di panggil apa sama Khai?" tanya Aisyah.


"Kalau kamu umi,berarti aku abi.Kalau kamu bunda,berarti aku ayah.Kalau kamu mama,berarti aku papa.Kalau kamu mami,berarti aku papi!" jawab Yudistira.


"Bagaimana kalau bunda dan abi?" tanya Aisyah.


"Kamu di panggil bunda,dan aku di panggil abi gitu?" Yudistira.


"Iya,masa kakak di panggil bunda aku di panggil abi!" kata Aisyah.


"Hahah iya juga!" kata Yudistira.


"Gimana?" tanya Aisyah.


"Iya boleh! buka dulu cadarnya ya? agar tidak susah makannya!" jawab Yudistira.


"Gak mau ah,buka dikit aja pas kakak mau memasukan nasi ke mulutku!" kata Aisyah.


"Tapi susah sayang!" kata Yudistira.


"Kak,disini ada papi,dan kak Syam!" kata Aisyah.


"Ya sudah iya!" kata Yudistira membuka sedikit cadar Aisyah dan memasukan sendok berisi nasi ke mulut Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2