Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
On The Way


__ADS_3

Waktunya sarapan pun tiba.Sebelumnya Aisyah,Nur,Ustadzah Nurul juga Liana memasak ala di pesantren.Yaitu memasak nasi liwet,tahu,cabe,kangkung,ikan asin,dan sayuran sayuran lainnya.


Makannya juga bukan di atas meja makan dan memakai piring,tapi di lantai tanpa tikar di atas daun.


Nikmatnya melebihi makan di restoran bintang lima.Walau yang di makan sederhana.


Selesai makan mereka mencuci perabotan bekas memasak.


Waktu menunjukan pukul sembilan.


''Teh,Kak,Nur,kita siap siap yu,sebentar lagi sudah mau jam sepuluh!'' ucap Aisyah.


''Ayo!'' jawab mereka kompak.


Mereka pun mandi mengganti baju karena baju yang mereka pakai tadi sudah bau pasakan.Kebetulan Nur dan Ustadzah Nurul bawa bekal baju sebanyak lima baju dengan baju tidur.


Aisyah sudah siap untuk pergi dengan menggunakan baju yang kemarin dia beli di mall.



Nur juga sudah siap dengan baju yang dia bawa dari pesantren.Baju itu pemberian dari Aisyah saat dia ulang tahun



Begitu juga dengan Ustadzah Nurul yang sudah siap dengan pakaiannya yang semakin menambah wibawanya.

__ADS_1



Begitu juga dengan Kak Liana sudah siap dengan pakaiannya yang tadi di bawakan oleh supir mamanya.Namun karena kak Liana tidak biasa memakai cadar,jadi dia tidak memakai cadar.



Satu jam mereka berdandan dan berfoto.Mungkin buat kenang kenangan di lain hari.


''Anak anak!'' teriak mama Lena dari luar kamar.


''Iya ma? ada apa?'' tanya Aisyah.


''Iti calon suamimu sudah datang!'' ucap mama Lena yang membuat Aisyah berubah warna.Teman temannya yang lain hanya tersenyum melihat Aisyah yang sangat malu itu.


''Ada di ruang tamu!'' jawab mama Lena.


''Ya sudah saya mau menemuinya dulu!permisi tante!'' kata kak Liana dan di balas anggukan oleh mama Lena.


Diruang Tamu


''Tunggu sebentar!'' ucap Kak Liana yang melihat adiknya sedang menunggu di ruang tamu sambil memainkan hand phone nya di temani secangkir teh hangat.


''Iya!'' jawab Yudistira singkat.


''Nanti,kamu tolong sopan sedikit,karena yang nanti memakai baju hitam adalah ustadzah,dia teman kakak di pesantren dulu! dan dia adalah guru Aisyah!'' ucap kak Liana memberi tahu Yudistira bahwa salah satu teman Aisyah adalah gurunya.Jadi dia harus sopan kepadanya karena kak Liana merasa kalau semalam Yudistira agak tidak sopan saat bicara.

__ADS_1


''Iya kak,maaf semalam jika aku bicara tidak sopan,karena aku tidak tahu!'' jawab Yudistira dengan wajah bersalah.


''Kak!'' panggil Aisyah yang sudah siap beserta Ustadzah Nurul dan Nur.


''Sudah siap?'' tanya kak Liana.


''Sudah!'' jawab Aisyah.


''Rizal mana?'' tanya Yudistira.


''Oh iya,sebentar saya panggil dulu!'' Aisyah berlalu menemui Rizal.Ternyata dia sudah siap karena mama Lena sudah memandikannya.Namun Rizal malah main game jadi dia lupa waktu.


Tidak lama kemudian Aisyah datang menuntun Rizal.


''Kak Tira!'' Rizal langsung melepaskan tangannya dari tangan Aisyah dan langsung berlari ke arah Yudistira.Yudistira langsung memangku Rizal.


''Ayo!'' ucap Yudistira yang sudah berdiri dan melangkah sambil menggendong calon adik iparnya itu.


Mereka mengikuti langkah Yudistira.


Yudistira duduk di belakang kemudi dan kak Liana di sampingnya.Sedangkan Aisyah,Ustadzah Nurul dan Nur serta Rizal duduk di kursi ke dua.


π˜½π™šπ™§π™¨π™–π™’π™—π™ͺπ™£π™œ....


π™π™žπ™™π™–π™  π™—π™šπ™§π™π™šπ™£π™©π™ž 𝘼π™ͺ𝙩𝙝𝙀𝙧 π™’π™šπ™£π™œπ™ͺπ™˜π™–π™₯𝙠𝙖𝙣 π™©π™šπ™§π™žπ™’π™– π™ π™–π™¨π™žπ™ π™₯𝙖𝙙𝙖 π™₯𝙖𝙧𝙖 π™₯π™šπ™’π™—π™–π™˜π™– π™¨π™šπ™©π™žπ™– π™£π™€π™«π™šπ™‘ π™–π™’π™–π™©π™žπ™§ π™žπ™£π™žπŸ€—πŸ˜‡πŸ™

__ADS_1


__ADS_2