Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Buruk Rupa


__ADS_3

Yudistira dan Aisyah sudah pulang kembali ke rumahnya tepat pas adzan dzuhur berkumandang.


Yudistira langsung melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di mesjid.Semua masyarakat tidak ada yang tidak mengenal seorang Yudistira Al-Bart.Namun masih ada masyarakat yang belum tahu bahwa dia adalah menantu dari papa Dimas.


"Tuan Yudistira Al-Bart? kenapa ada disini?" tanya seorang bapak bapak yang so kenal.


"Iya pak,saya kesini untuk sholat!" jawab Yudistira sambil tersenyum.


"Kok tumben sholat di sini?" tanya bapak bapak itu.


"Ah nggak pak,kemarin kemarin saya juga pernah sholat disini,malahan sudah agak sering!" jawab Yudistira.


"Sering? kenapa saya gak pernah lihat?" tanya bapak bapak itu.


"Ah iya pak,saya juga tidak pernah lihat bapak jika kesini!" jawab Yudistira ramah.


"Tuan Yudistira kenapa bisa sholat di sini?" tanya bapak bapak itu.


"Kan saya jadi tinggal di sini pak!" jawab Yudistira.


"Tinggal disini? di sebelah mana?" tanya bapak bapak itu.


"Bapak tahu bapak Dimas?" Yudistira nanya balik.

__ADS_1


"Iya saya tahu!" jawab bapak bapak itu.


"Nah,saya tinggal di rumah pak Dimas pak!" kata Yudistira.


"Kenapa tinggal di rumah Dimas?" tanya bapak bapak itu dengan wajah tidak suka.


"Saya menikah dengan putrinya pak!" jawab Yudistira.


"Apa menikah? kapan?" tanya bapak bapak itu kaget.


"Kemarin! kenapa bapak tidak tahu? bukankan pak Dimas mengajak semua tetangganya untuk menghadiri pernikahan kami?" jawab dan tanya balik Yudistira.


"Saya baru pulang dari luar negeri tuan,jadi saya tidak tahu apa apa tentang kampung ini!" jawab bapak bapak itu.


"Kenapa kamu mau sama anak Dimas?" tanya bapak bapak itu sinis.


"Hmmmm,ya karena dia cantik,sholehah,baik,pintar,dan banyak lagi kelebihannya!" jawab Yudistira dengan bangga.


"Tapi dia tidak pernah melepaskan cadarnya bukan? dia seperti buruk rupa!" kata bapak bapak itu.


"Apa kau bilang?" bentak Yudistira dengan mata merah karena emosi.


"Iya,aku bilang anak si Dimas itu buruk rupa!" kata bapak bapak itu tanpa rasa takut.

__ADS_1


Yudistira berdiri dan langsung pergi tanpa berkata kata.Dia takut dia kelewatan emosi hingga bertindak hal yang tidak di inginkan.


Beruntung sekali si kurang ajar itu,sudah kaya,dan punya menantu kaya.Lihatlah akan ku perlihatkan jati diriku yang asli! gumam bapak bapak itu yang memang benci pada papa Dimas sejak lulus SMA,padahal sejak SD,merek adalah teman dekat.


"Fauzi,datang ke mesjid dekat rumah mertuaku dan cari seorang pria seumuran mertuaku yang masih duduk di dekat batas suci mesjid!" kata Yudistira dalam telepon.


"Baik tuan!" jawab Fauzi.


Yudistira langsung mematikan telepon dan meneruskan perjalanannya menuju rumah mertuanya dengan nafas masih memburu dan mata masih merah.


Yudistira langsung duduk di kursi yang ada di teras rumah mertuanya dan mencoba menenangkan dirinya.


"Kak Tira,kenapa gak masuk?" tanya Aisyah dan duduk di samping Aisyah.


"Aku lagi ingin mencari angin!" jawab Yudistira singkat tanpa melihat istrinya.


"Ayo masuk kalau gitu!" kata Aisyah.


"Kamu duluan saja.Aku masih ingin di sini!" balas Yudistira.


"Ayo kak,ayo masuk aku sudah rindu padamu!" kata Aisyah membuat suaminya meliriknya sambil tersenyum.


"Kau memang selalu bisa membuat mod ku berubah ubah!" kata Yudistira berdiri dan menuntun tangan Aisyah masuk ke dalan rumah.

__ADS_1


__ADS_2