
Yudistira dan Aisyah sudah sampai di depan sebuh rumah cukup besar.
Tinong
Aisyah menekan bel rumah itu.
''Siapa?'' teriak seseorang dari dalam rumah.
''Aisyah!'' jawab Aisyah juga teriak.
''Oh iya sebentar!'' teriak orang dari dalam rumah itu.
''Aisyah!'' Widia langsung memeluk Aisyah.Aisyah juga membalas pelukan Widia.
''Wid,kamu apa kabar?'' tanya Aisyah setelah melepas pelukan.
''Baik,kamu apa kabar?'' jawab Widia.
''Aku juga baik!'' jawab Aisyah.
''Kamu sama siapa?'' tanya Widia.
''Sama calon suamiku!'' jawab Aisyah.
''Mana dia?'' tanya Widia.
''Sebentar lagi pasti dia datang!'' jawab Aisyah.
Tidak lama kemudian datang Yudistira dengan gagahnya setelah memarkirkan mobil.
''Aisyah,apa itu calon suamimu?'' tanya Widia berbisik setelah melihat Yudistira.
''Iya,kamu kenal?'' Aisyah balik tanya.
__ADS_1
''Bukannya dia tuan Yudistira?'' tanya Widia masih berbisik.
''Iya!'' jawab Aisyah singkat.
''Ayo masuk!'' kata Widia.
Merekapun masuk ke rumah itu.
''Emh sayang,aku masih ada kerjaan,agak cepat ya!'' bisik Yudistira.
''Baik kak,emh Wid,boleh aku lihat sempel undangannya?'' tanya Aisyah.
''Oh iya boleh,sebentar aku ambilkan!'' jawab Widia dan berlalu meninggalkan Aisyah dan Yudistira.
''Silahkan di minum tuan,nona!'' kata pembantu di rumah Widia yang menyodorkan dua gelas jus jeruk.
''Iya bu,terima kasih!'' jawab Aisyah.
Widia datang membawa sebuah kantong lumayan besar.Dia membukanya dan ternyata isinya penuh dengan sempel sempel undangan.
''Ayo kak,pilih! aku ngikut aja!'' kata Aisyah.
Yudistira mulai mengacak acak isi dari kantong yang berisi sempel undangan itu.
''Yang ini harganya berapa?'' tanya Yudistira mengacungkan sebuah undangan mewah.
''Itu sebelas ribu rupiah per biji tuan!'' jawan Widia.
''Kenapa kau memanggilku tuan?'' tanya Yudistira.
''Saya sering mendengar orang orang menyebut anda tuan!'' jawab Widia.
''Oh,ya sudah aku ingin yang ini! namun kata katanya harus kamu ganti dan jangan menggunakan bahasa asing!'' kata Yudistira memberikan sempel undangan itu ke Widia.
__ADS_1
''Baik tuan!'' jawab Widia mengambil sempel undangan itu.
''Oh ya harus jadi dalam waktu tiga hari! aku akan membayarnya sekarang juga!'' kata Yudistira.
''Akan saya usahakan tuan!'' jawab Widia.
''Cetak sebanyak 1000 biji,dan ini uangnya!'' Yudistira memberikan cek uang sebesar sebelas juta.
''Baik tuan,terima kasih!'' kata Widia.
''Dan ya,jika kau bisa membereskan pekerjaanmu dalam waktu yang sudah di tentukan dan hasilnya memuaskan,aku akan memberimu bonus!'' ucap Yudistira.
''Baik tuan!'' jawab Widia.
''Sayang,ayo pulang!'' kata Yudistira.Nada berbicara yang berbeda.Jika berbicara pada orang lain,Yudistira selalu tegas dan seperlunya,tapi tidak jika berbicara dengan Aisyah.
''Emh ayo kak!'' jawab Aisyah.Yudistira meninggalkan Aisyah yang masih di dalam rumah.
''Wid,maaf ya atas sikap Yudistira!'' kata Aisyah.
''Iya gak apa apa kok,terima kasih ya,sudah mempercayaiku!'' jawab Widia.
''Iya,aku juga terima kasih,ya sudah aku pergi dulu ya!'' Aisyah pamit dan memeluk Widia.
''Hati hati di jalan!'' kata Widia.
''Iya,sampai jumpa!'' kata Aisyah.
Aisyah pun pergi meninggalkan rumah Widia.
Beruntung sekali dia bisa mendapatkan tuan Tira,semoga langgeng! ucap Widia dalam hatinya yang masih menatap kepergian Aisyah teman baiknya itu.
__ADS_1
''Astagfirullah,bakal lembur nih,bikin seribu undangan seperti ini dalam waktu tiga hari,masyaAllah!'' Widia ngutruk.