
"Maafkan abi ya nak,bukan abi tidak sayang kepadamu sehingga harus memasukkan mu ke dalam tanah! namun,harus bagaimana lagi,ini adalah rumah indah milikmu,semoga makam mu menjadi taman surga!" kata Yudistira yang kini sudah ada di pemakaman khusus keluarga Al-Bart.
Syifa,putri Yudistira akan di makamkan di samping kanan kakek buyut Yudistira,yaitu tuan Al-Bart.
Semua anggota keluarga Al-Bart sudah berkumpul untuk menyaksikan upacara pemakaman anak Yudistira.
Yudistira menggendong Syifa putrinya yang sudah di pakaikan kain kafan.Yang akan menyimpan jasad Syifa di bawah adalah kak Syam.
Papi Kevin mengumandangkan adzan dan qomat sebelum Syifa di masukkan ke liat lahat.
Selesai adzan di kumandangkan,dengan berat hati Yudistira memberikan Syifa pada kak Syam yang sudah stand by di bawah.
Air mata Yudistira tidak berhenti mengalir menyaksikan putrinya harus di kubur di dalam tanah.
__ADS_1
Kak Syam menidurkan jasad Syifa dengan hati hati.Dia membuka kain kafannya dan di hadapkan ke arah kiblat.Setelah selesai,kak Syam membacakan tawasul di dalam kubur itu sebelum di tutup dengan papan dan tanah.
Setelah selesai kak Syam membacakan tawasul,kak Syam menutupi mayat Syifa dengan kayu sebagai penghalang agar tanah yang dari atas tidak langsung ke mayat,tapi ke papan.
Setelah itu,Orang orang suruhan Fauzi menurunkan tanah ke dalam liang kubur dan kak Syam langsung memadatkan tanah itu dengan cara di injak injak di bantu oleh Fauzi.
Yudistira hanya diam menyaksikan putrinya di kuburkan.Mulutnya sudah tidak bisa berkata apa apa.Matanya sudah kehabisan air mata yang bisa di keluarkan.Telinganya seolah olah tidak mendengar apa apa walaupun di sekitarnya berisik.Hidungnya hanya bisa menghirup aroma harum dari kain kafan putrinya.
Setelah penuh sampai atas,dan sudah padat,kak Syam menancapkan kayu bertuliskan Asyifa Taleetha Astira binti Yudistira Al-Bart beserta tanggal lahir dan wafatnya yang kebetulan dia meninggal di hari yang sama,tanggal yang sama,jam yang sama.
"Maafkan abi sayang!" kata Yudistira sambil berjongkok dan ikut menaburi bunga di atas makam putrinya.
"Kalian boleh pergi!" kata Fauzi pada orang orang yang dia tugaskan untuk menggali kubur karena Fauzi merasa kurang sopan jika Yudistira tuannya yang sedang bersedih di tonton banyak orang.
__ADS_1
"Tira,aku pulang duluan ya!" kata kak Syam karena kuatir sama anak dan istrinya.Karena tidak mampu bicara,Yudistira hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Mi,pu,aku pergi dulu ya!" kata kak Syam dan juga di jawab anggukan oleh mami Reva.
"Assalamualaikum!" kata kak Syam setelah mencium tangan mami Reva dan papi Kevin.
"Waalaikum salam!" jawab mami Kevin dan papi Kevin.Yudistira juga ikut menjawab namun hanya dirinya sendiri yang mendengarnya.
"Fauzi,kau balik duluan ke rumah sakit,aku takut ada apa apa di sana!" kata Yudistira.
"Baik tuan,saya permisi!" kata Fauzi dan di jawab anggukan oleh tuannya.
"Assalamualaikum!" kata Fauzi.
__ADS_1
"Waalaikum salam!" jawab semua orang.Kini tinggal mereka bertiga yang ada di makan itu.
Yudistira masih belum berhenti sambil menatap kosong kayu nisan yang bertuliskan nama anaknya dan namanya di sana.