
"Kak,aku ingin makan opor ayam!" kata Aisyah di tengah tengah sedang berjalannya pesta pernikahan.
"Tapi,bukankah kamu sudah makan?" tanya Yudistira.
"Iya,tapi aku sangat ingin opor ayam kak!" kata Aisyah.
"Ya sudah,nanti kita beli!" kata Yudistira yang selalu menuruti kemauan istrinya itu.
"Tapi aku maunya sekarang kak!" kata Aisyah.
"Ya sudah,ayo kalau gitu,Khai titipin saja sama mama atau mami!" kata Yudistira.
"Iya ayo kak!" langsung bersemangat.
"Ma,aku titip Khai sebentar ya,aku sama Aisyah mau pergi dulu sebentar!" kata Yudistira pada mama Lena karena kebetulan Khai sedang berada di mama Lena.
"Abi ama umi mau ke mana?" tanya Khai.
"Abi sama umi ada urusan dulu sebentar,kamu tunggu dulu sama nenek ya?" jawab Yudistira.
"Iya abi!" jawab Khai.
"Gak papa kan ma?" tanya Yudistira.
"Iya gak papa!" jawab mama Lena.
"Khai mau di kirim apa?" tanya Yudistira.
__ADS_1
"Ai mau cadal cama ekim!" jawab Khai.
"Oh iya,nanti abi belikan cadar sama es krim,kamu jangan nakal ya,tunggu sama nenek,abi sama umi cuman sebentar kok!" kata Yudistira dan di jawab anggukan oleh Khai.
"Aku pergi dulu ma!" kata Yudistira dan di jawab anggukan oleh mama Lena.
Yudistira kembali ke tempat di mana tadi Aisyah dan dirinya duduk.Namun,Aisyah sudah tidak ada di sana.
Seketika Yudistira langsung panik melihat orang yang di sayang tidak ada di tempatnya.Yudistira menanyakan tentang itu kepada orang sekitar,namun tidak ada yang melihat Aisyah.
Yudistira langsung menelpon Aisyah.
Tenang,jangan panik,tenang! saking paniknya lupa bahwa Aisyah bisa di telpon.
*Halo Assalamualaikum...
Waalaikumusalam,kak kamu di mana sih,kok pamitnya lama banget,aku sudah lama menunggu!
Aku di parkiran kak,aku sudah tidak sabar!
Astagfirullah,ya sudah,tunggu di situ,aku ke sana*!
Iya kak,dari tadi juga nungguin
Yudistira langsung mematikan telpon dan berlari ke arah parkiran mobil.Dan benar saja,Aisyah sedang berdiri di depan mobil hitam milik suaminya.
"Kamu kenapa gak nunggu di dalam?" tanya Yudistira setelah sampai di depan istrinya.
__ADS_1
"Aku sudah gak sabar ingin cepat pergi!" jawab Aisyah.
"Maksud aku,kenapa kamu gak nunggu di dalam mobil?" tanya Yudistira.
"Tadinya mau begitu,tapi di kunci!" jawab Aisyah.
"Oh iya ya,aku lupa,ya sudah ayo masuk!" Yudistira menekan tombol di benda kecil dan membukakan pintu untuk Aisyah.
"Terima kasih kak!" kata Aisyah.
"Sama sama!" jawab Yudistira sambil tersenyum.
Yudistira ikut masuk ke dalam mobil.
"Mau beli opor di mana?" tanya Yudistira setelah mobilnya berhasil keluar dari area parkir.
"Maunya sih beli opor yang di bandung,yang dekat pesantren,tapi tidak mungkin,jadi beli di restoran terdekat saja!" jawab Aisyah.
"Hah,ya sudah!" Yudistira membuang nafas kasar karena kaget jika Aisyah mau opor yang dekat pesantrennya dulu.
"Kenapa kak?" tanya Aisyah.
"Tidak!" jawab Yudistira.
"Ayo kak cepat,aku sudah tidak sabar!" kata Aisyah.
"Iya!"
__ADS_1
Tidak lama kemudian,mereka sampai di sebuah restoran yang lumayan besar.Aisyah dan Yudistira tidak duduk di ruangan VIP,namun walaupun begitu,mereka tetap di istimewakan.
Aisyah langsung pesan opor ayam dua porsi untuk dirinya sendiri.Aisyah sudah makan bersama Yudistira di gedung pesta pernikahan,tapi entah kenapa Aisyah merasa sangat menginginkan opor ayam sehingga tidak peduli dengan perut yang sudah menolak.