Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Pengantin Baru


__ADS_3

Sekarang bagian Yudistira yang memeluk kak Liana,karena Aisyah sungkem kepada kak Liana.Sedangkan Yudistira masih sungkem di pangkuan papa Dimas.Papa Dimas memberikan pepatah dan menitipkan Aisyah.


"Aku bahagia Tira!" kata kak Liana di sela isak tangisnya.


"Aku tidak tahu harus berkata apa kak,tapi intinya terima kasih dan maaf yang ingin aku sampaikan!" ucap Yudistira.


"Perjuangkan cintanya karena dia masih belum mencintaimu,dia masih belum mengenal kata cinta!" kata kak Liana dan Yudistira hanya mengangguk.


Aisyah memeluk Ustadzah Nurul yang selama ini telah menjadi guru,sahabat,kakak,orang tua dan banyak lagi.


"Tidak ada kata lain selain terima kasih atas semuanya Teh!"kata Aisyah.Ustadzah Nurul hanya diam dan membalas pelukan Aisyah.


Seindah indahnya merangkai kata,Author tidak bisa menggambarkan kebahagian dua keluarga dan satu pasangan pengantin baru itu.


Agar tidak sedih berkepanjangan kita lewat saja masa masa sedih bahagia ini,Author yakin pasti para pembaca juga pernah ada dalam situasi seperti ini...


...Yudistira Al-Bart ❤ Aisyah Hardianti N...


Aisyah dan Yudistira sudah mengganti baju mereka.Sekarang mereka di suruh untuk berfoto di lantai atas dekat ruang ganti.


''Tira,pegang tangan istrimu dan tatap wajahnya!'' kata Fadil.


''Emh,sayang apa aku boleh memegang tanganmu?'' tanya Yudistira ragu.Aisyah hanya mengangguk dan tersenyum di balik cadarnya.


Tanpa aba aba Yudistira memegang erat tangan Aisyah dan menatap wajahnya Aisyah,namun karena malu Aisyah memilih menatap ke depan.


Cekrek


"Sudah?" tanya Yudistira.


"Sudah!" jawab Fadil.



(hanya contoh foto)


Mereka turun kembali ke bawah dengn bergandengan tangan,tidak lupa senyuman mengambang wajah pasangan pengantin baru itu.


Mereka duduk di pelaminan.Vokalis hadroh menyanyikan lagu pengantin baru.


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Duhai senangnya pengantin baru

__ADS_1


Duduk bersanding bersenda gurau


Bagaikan raja dan permaisuri


Tersenyum simpul bagaikan bidadari


Duhai senangnya menjadi pengantin baru


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Aduh senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Bagaikan raja dan permaisuri


Tersenyum simpul bagaikan bidadari


Duhai senangnya menjadi pengantin baru


Hilangkanlah masa remajamu


Disaat kau berbulan madu


Hilangkanlah masa remajamu


Disaat kau berbulan madu


Rukun, aman, damai dan sentosa


Duhai senangnya menjadi pengantin baru


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Bagaikan raja dan permaisuri


Tersenyum simpul bagaikan bidadari

__ADS_1


Duhai senangnya menjadi pengantin baru


Disaat kau berbulan madu


Songsonglah masa depanmu


Disaat kau berbulan madu


Songsonglah masa depanmu


Hidup aman, damai dan sentosa


Duhai senangnya menjadi pengantin baru


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


Bagaikan raja dan permaisuri


Tersenyum simpul bagaikan bidadari


Duhai senangnya menjadi pengantin baru...


Semua orang bertepuk tangan.


''Kak Tira,apa kak Tira sudah mengirim jemputan ke pesantren?'' tanya Aisyah.


''Aku sudah mengirimnya jam empat pagi tadi! kamu tenang saja,mungkin lagi di jalan menuju ke sini!'' jawab Yudistira.


''Tapi kak...''


''Aku akan menanyakannya ke Fauzi!'' Yudistira memotong kalimat Aisyah.


''Fauzi!'' teriak Yudistira memanggil Fauzi.


''Iya tuan!'' jawab Fauzi.


''Sudah sampai di mana bis jemputan ke pesantren?'' tanya Yudistira.


''Sekitar 20 menit lagi bis jemputan itu akan sampai di sini tuan!''

__ADS_1


__ADS_2