
"Assalamualaikum tuan,ini saya Kresna!" kata Kresna ke telepon yang sudah tersambung dengan tuannya.
"Waalaikum salam,ada apa Kresna?" tanya Yudistira.
"Itu tuan,tadi nona Aisyah pingsan!" jawab Kresna.
"Apa? kenapa kau tidak meneleponku dari tadi?" tanya Yudistira dengan nada tinggi.
"Dari tadi saya sudah mencoba menelepon tuan,namun tidak aktif!" jawab Kresna yang mulai panik.
"Aku akan pulang sekarang!" kata Yudistira.
"Tapi nona sudah di bawa ke rumah sakit tuan!" balas Kresna.
"Rumah sakit? rumah sakit mana?" tanya Yudistira kembali menaikan nada bicaranya.
"Rumah sakit Al-Bart Hospital tuan!" jawab Kresna.
"Ah ya sudah,aku akan ke sana,terima kasih,jaga rumah baik baik!" kata Yudistira.
"Baik tu tut tut tut" panggilan di matikan sebelah pihak.
Yudistira langsung tancap gas menuju rumah sakit.Dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit,Yudistira langsung menuju ruang VIP di mana istrinya di rawat.Dia tidak perlu bertanya lagi karena sudah pasti Aisyah di bawa ke ruangan VIP.
Di sana ada bi Rini,Riki,dan juga Hilda yang menggendong Khai.Semua orang di sana langsung menunduk ketika tuannya datang.
"Abi!" Khai langsung menangis.
Hilda menurunkan Khai dari pangkuannya dan Khai langsung berlari menuju abinya.
"Abi,umi tiduy gak bangun bangun abi!" kata Khai sambil menangis.
Tanpa berkata kata,Yudistira langsung memangku Khai dan mengusap pipi Khai yang basah karena air mata.
"Kamu tenang ya,umi gak apa apa kok,umi hanya ingin istirahat!" Yudistira mencoba menenangkan Khai padahal hatinya juga sangat mencemaskan istrinya itu.
Tidak lama kemudian,seorang dokter wanita yang memakai jas putih keluar dari ruangan di mana Aisyah berada diikuti seorang suster.
"Nona Aisyah baik baik saja tuan,dia kurang cairan dan makanan saja!" kata dokter yang membuat Yudistira dan semua orang yang mendengar ucapan dokter itu tenang.
"Apa istri saya sudah siuman dok?" tanya Yudistira.
"Alhamdulillah nona Aisyah sudah sadar,namun kami menyuruhnya agar beristirahat!" jawab dokter.
"Apa saya boleh masuk?" tanya Yudistira.
__ADS_1
"Boleh tuan,silahkan,saya ijin undur diri!" jawab dokter.
"Baik dok terima kasih!" kata Yudistira.
Sebenarnya,pada saat Aisyah mau di periksa,ada dulu perdebatan antara dokter dan bi Rini.Bi Rini kekeh ingin agar Aisyah di periksa oleh dokter wanita.Namun,dokter laki laki yang siap memeriksa Aisyah tetap ingin memeriksa Aisyah karena ingin mendapat nilai lebih dari Yudistira.Namun,perdebatan itu di menangkan oleh bi Rini karena di bela oleh Riki yang membawa dokter wanita agar memeriksa Aisyah.
Yudistira masuk ke ruangan di mana di sana ada Aisyah,dia melihat istrinya terbaring tak berdaya di atas ranjang khas rumah sakit.
"Khai,umi sakit,kamu jangan ganggu umi dulu ya,biarkan umi beristirahat,agar cepat sembuh!" kata Yudistira sambil menatap wajah anaknya.
"Iya abi,ai gak mau umi cakit,ai cayang cama umi!" kata Khai.
Yudistira pun duduk di samping ranjang Aisyah,dan masih memangku Khai.
"Kamu juga tidur ya!" kata Yudistira.
Karena lelah menangis,akhirnya Khai tertidur di pangkuan abinya.
Yudistira membaringkan Khai di samping Aisyah,dan dia membuat dua kursi panjang yang ada di situ menjadi sebuah ranjang.
Kemudian dia memindahkan Khai ke ranjang darurat buatannya.
Bersambung...
__ADS_1
Okey,tidak bosan mengingatkan agar kalian para pembaca setia novel berjudul Bidadari Bercadar agar like,komentar (Author suka membaca komentar komentar dari kalian ya,apa lagi yang komentarnya main tebak tebakkan)juga jangan lupa untuk vote sebanyak banyaknya.
Follow akun Instagram Author yang namanya AuthorSyiba...