Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Sholawat


__ADS_3

"Emangnya kakak bahagia kenapa?" tanya Aisyah.


"Aku bahagia karena kamu telah mengakui bahwa kamu mencintaiku!" jawab Yudistira.


"Aku akan mencoba menidurkan nya!" kata Aisyah sambil berdiri dan menimang Khai sambil menyanyikan sholawat badriyah dengan merdu.


Yudistira tersenyum sambil ikut menikmati suara indah istrinya itu.


Shalaatullaah Salaamullaah 'Alaa Thaaha Rasuulillaah


Shalaatullaah Salaamullaah 'Alaa Yaa Siin Habiibillaah


Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah


Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah


llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah


Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah


Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii'a Adziyyatin Wahrif


Makaa idal 'idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah


Sementara itu,Yudistira mengambil hand phone nya menulis pesan kepada kak Syam.


'Kak,kitab apa yang membahas berhubungan?' Yudistira.


'Berhubungan apa?' kak Syam.


'Berhubungan itu kak,berhubungan suami istri' Yudistira.


'Emangnya mau apa?' kak Syam.


'Jawab saja kak!' Yudistira.

__ADS_1


'Apa kau baru mau melakukannya setelah satu bulan lebih menikah?' kak Syam.


'Kau tidak perlu tahu kak' Yudistira.


'Fathul izzar dan Qurotul uyyun!' kak Syam.


'Wah,terima kasih kakak tampan' Yudistira.


'Sama sama,hati hati,akan ada rasa sakit pada wanita saat pertama melakukannya' kak Syam.


'Iya aku tahu' Yudistira.


"Kenapa berhenti?" tanya Yudistira saat Aisyah berhenti bersholawat dan berjalan menuju kasur Khai.


"Khai sudah tidur kak!" jawab Aisyah.


"Apa kamu tidak mau bernyanyi untukku?" tanya Yudistira.


"Tidak kak,kakak bukan anak kecil!" jawab Aisyah.


Astaga,kenapa jadi gugup! kata Yudistira dalam hatinya.


"Iya aku tahu,aku pernah mempelajarinya di pesantren!" jawab Aisyah heran,kenapa suaminya menanyakan tentang kitab itu.


"Emh,apa kamu tidak ingat kitab itu membahas apa?" tanya Yudistira.


"Aku ingat,kenapa?" tanya Aisyah.


"Apa isi kitab itu?" tanya Yudistira.


"Tentang berhubungan suami istri!" jawab Aisyah.


"Apa kamu pernah mempraktekan isi kitab itu?" tanya Yudistira.


"Astagfirullah kakak,itu tidak mungkin!" jawab Aisyah.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin mempraktekannya?" tanya Yudistira.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya balik Aisyah sambil tersenyum karena tahu arah pembicaraan suaminya akan kemana.


"Apa? ah tidak apa apa!" jawab Yudistira.


Bagaimana kalau dia tidak mau melakukannya? aku sudah menahan ini! kata hati Yudistira.


"Sudahlah kak,jangan basa basi!" kata Aisyah.


"Maksudnya?" tanya Yudistira.


Apa dia ingin aku langsung melakukannya tanpa ijin darinya? kata batin Yudistira.


"Apa maksud kakak menanyakan hal itu?" tanya Aisyah.


"Aku emh eku,euh aku sudah menginginkannya sayang!" kata Yudistira.


"Apa? menginginkan apa?" tanya Aisyah semakin membuat Yudistira gugup.


"Anu ,aku ingin aku euh,aku ingin tidur memelukmu!" kata Yudistira berbaring di atas kasur.


Aisyah juga ikut berbaring di atas kasur itu sambil menatap sendu suaminya.


"Aku tahu kakak menginginkan apa! maafkan aku karena telah membuat kakak menahannya!aku tahu itu kewajiban ku.Apa kakak akan memaafkan ku?" tanya Aisyah dan di jawab anggukan sambil tersenyum.


"Lakukan apa yang ingin kakak lakukan,namun ingat,ini pertama bagiku!" kata Aisyah.


"Aku juga pertama sayang!" kata Yudistira melepaskan selimut.


"Tidak tidak,aku ingin kita tetap memakai selimut!" kata Aisyah.


"Tapi akan gerah sayang!" kata Yudistira.


"Tapi kak!" kata Aisyah.

__ADS_1


"Ya sudah iya!" Yudistira kembali menutup badannya dan bada Aisyah dengan selimut.


__ADS_2