Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Rencana


__ADS_3

"Selamat ya Teh,semoga menjadi keluarga yang sakinah,mawadah,warahmah,dan cepat di beri keturunan yang shaleh dan sholehah!" kata Aisyah.


"Terima kasih,Aisyah,eh ini anak siapa ini?" tanya Ustadzah Nurul mencubit pipi gemoy Khai.


"Ini anakku kak,nanti kakak minta penjelasan dari teman teman saja ya!" jawab Aisyah.


"Wah lucu sekali,laki laki atau perempuan?" tanya Ustadzah Nurul.


"Perempuan teh!" jawab Aisyah.


"Semoga menjadi putri yang sholehah,berbakti kepada ibu dan ayahnya!" kata Ustadzah Nurul sambil mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Amin!" jawab Aisyah dan Yudistira.


"Ini,lumayan buat beli popok,jangan di lihat dari besarnya!" kata Ustadzah Nurul menyelipkan dua lembar uang kertas di antara Aisyah dan Khai.


"Wah,terima kasih tante!" kata Aisyah.


"Sama sama!" jawab Ustadzah Nurul.


"Oh iya teh,saya mau sekalian pamit,takut kemalaman!" kata Aisyah.


"Iya Aisyah,hati hati di jalan! Oh Iya,Liana ke mana? kok gak bareng?" kata Ustadzah Nurul.


"Kak Liana akan datang,tapi katanya agak sore karena kak Hisyam ada undangan ceramah dulu!" jawab Aisyah.


"Ooh Iya!"

__ADS_1


"Selamat ya Teh!" kata Yudistira.


"Terima kasih tuan Yudistira!" kata Ustadzah Nurul dan di jawab senyuman oleh Yudistira.


"Selamat ya kang!" kata Aisyah sambil mengatupkan tangannya.


"Terima kasih!" jawab Gus yang menjadi suami Ustadzah Nurul.


"Selamat ya Gus!" kata Yudistira.


"Eh ini tuan Yudistira ya?" tanya Gus itu.


"Iya!" jawab Yudistira.


"Kenapa tuan ada di sini?"


"Jangan panggil aku tuan,kita seumuran,panggil namaku saja.Aku ada di sini karena Ustadzah Nurul ini guru istriku!" jawab Yudistira.


"Iya,aku pergi dulu! teh,aku dan Aisyah pamit pulang!" kata Yudistira dan di jawab anggukan oleh pengantin baru itu.Setelah Yudistira dan Aisyah sekarang giliran Dokter Nisa dan Fauzi yang mengucapkan selamat.


"Kenapa mas bisa kenal sama Yudistira?" tanya Ustadzah Nurul setelah Aisyah,Yudistira,Dokter Nisa juga Fauzi pergi.


"Tuan Tira itu sering ke pesantren abi,dia sering memberikan bantuan!" jawab Gus suami Ustadzah Nurul.


Aisyah dan Yudistira kembali pulang ke jakarta.Mereka sudah menemui umi Maryam dan yang lain sebelum menemui Ustadzah Nurul.


Dokter Nisa dan Fauzi masih diam diaman.Bahkan sekarang duduk berpisah.Yang tadinya duduk berdua di depan,sekarang Fauzi yang menyetir sendiri di depan dan dokter Nisa juga duduk sendiri di belakang.

__ADS_1


Dokter Nisa hanya sibuk memainkan hand phone miliknya tanpa berkata apa apa.Sedangkan Fauzi fokus menyetir dengan wajah tanpa dosa.


"Kak,kok mereka semakin menjauh sih?" tanya Aisyah berbisik.


"Aku juga tidak tahu,pasti si Fauzi tidak peka itu belum minta maaf!" jawab Yudistira.


"Cari cara kak!" kata Aisyah.


"Zi,Minimarket depan berhenti sebentar!" kata Yudistira yang sudah menyusun rencana dengan cepat.


"Baik Tuan!" jawab Fauzi.


Tidak lama kemudian Fauzi memarkirkan mobilnya di parkiran minimarket.


"Belikan aku,istriku,juga kakak sepupuku minuman dingin!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" jawab Fauzi dan turun dari mobil menuju minimarket itu.


"Kak,pindah sini!" kata Yudistira.


"Ah gak usah,aku di sini saja!"


"Ayo kak,pindah sini! dari pada di situ sendirian!" kata Yudistira.


"Ya sudah!" dokter Nisa pun turun dan pindah ke kursi yang sejajar dengan Aisyah dan Yudistira.


"Aku dan Aisyah akan duduk di depan! ayo sayang!" kata Yudistira menarik tangan Aisyah agar keluar dari mobil dan pindah guguk agar di samping kemudi.Sedangkan Yudistira duduk di belakang kemudi.Dia yang akan menyetir.

__ADS_1


Rencana apa lagi sih yang dia lakukan? tanya dokter Nisa dalam hatinya.Sedangkan Aisyah hanya tersenyum.



__ADS_2