Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Rapuh


__ADS_3

"Ayo masuk!" kata mami Reva dengan ragu setelah membukakan pintu menuju ruangan khusus bayi.


"Khai,kamu tunggu sama ate Hilda ya?" tanya mami Reva.


"Ai mau yiat bayi!" jawab Khai.


"Liat bayinya nanti,setelah abi,kamu tunggu dulu sama ate Hilda dan bi Rini,kamu mau minum susu?" bujuk mami Reva.


"Ya cudah,ai mau tunggu cama ate Ida!" kata Khai yang memang dia sangat penurut.


"Sebentar ya,mami antar Khai dulu!" mami Reva langsung pergi ke luar ruangan lagi untuk menitipkan Khai pada Hilda dan bi Rini yang kebetulan baru datang setelah mengambil perlengkapan untuk bayi,Aisyah,Yudistira,Khai,juga Septi yang sampai saat ini belum sadar.


"Tira,ini bayimu!" kata mami Reva sambil memangku bayi laki laki Yudistira.


"Sini mi,aku mau menggendongnya!" kata Yudistira.Mami Reva langsung memberikan bayi tampan itu.

__ADS_1


"Bisikan adzan di telinga kanannya,dan qomat di telinga kirinya!" kata papi Kevin setelah bayi itu di gendong Yudistira.


Yudistira langsung membisikan adzan di telinga kanannya dengan air mata terus menetes membasahi pipinya.


Papi Kevin dan mami Reva yang melihat putra mereka sangar rapuh itu juga ikut menangis.Mereka merasakan kesedihan yang di rasakan oleh putranya.


Setelah selesai membisikan adzan di telinga kanannya,lanjut membisikan qomat di telinga kirinya.


"Siapa nama anak ini Tira?" tanya papi Ahmad.


"Syihabudin Ahmad Bizar Manunggal!" jawab Yudistira sambil mencium pipi,kemudian jidat bayinya itu.


"Tidak usah Tira!" kata mami Reva.


"Kenapa mi? dia anakku! dia pantas di gendong oleh ku,walau hanya sekali!" Yudistira sudah tidak bisa membendung air matanya.Dia benar benar merasa kehilangan hidupnya.

__ADS_1


Anak yang selama ini dia nanti nanti kelahirannya harus meninggalkannya tanpa melihat sosok ayahnya terlebih dahulu.


"Mi,berikan anakku padaku mi,aku mau menggendongnya,dia harus merasakan kehangatan dari ayahnya.Dia harua merasakan bagaimana rasanya di peluk oleh seorang ayah.Aku juga ingin merasakan memeluk anakku mi,semoga saja dengan aku memeluknya,dia bisa kembali padaku,bisa hidup bersama ayahnya dan ibunya dengan bahagia!" kata Yudistira dengan air mata terus mengalir deras.


Akhirnya mami Reva menuruti keinginan putranya.Dia mengambil putri Yudistira yang sudah tak bernyawa.Kulitnya yang putih,bulu matanya yang indah serta bibirnya yang mengukir senyuman saat dia pergi meninggalkan alam dunia.


Yudistira langsung menggendong dan memeluk erat bayi perempuannya itu sambil menangis.Dia tidak tahan dengan cobaan yang Allah berikan.Dia merasa dirinya tidak berguna.


"Asyifa Taleetha Astira Manunggal!" kata Yudistira di sela sela tangisnya.


"Syifa,ayo bangun nak,abi sangat menyayangimu,tapi kenapa kamu tidak menyayangi abi nak? apa kamu tidak merasakan perjuangan umimu yang mengandung selama sembilan bulan demi menjagamu,tapi kamu malah meninggalkannya,ayo bangun sayang,bangun!" Yudistira sangat frustasi.


"Sudahlah Tira,ini ujian,kamu sayang putrimu ini,tapi Allah lebih sayang padanya,dia akan menunggumu di surga!" kata mami Reva yang juga tidak tahan dengan keadaan seperti ini.


"Mi,dia akan bangun mi,aku akan terus memeluknya,dan dia akan bangun,dia akan sehat seperti kakaknya!" kata Yudistira semakin mempererat pelukannya pada bayi kecilnya itu..

__ADS_1


Bersambung...


Follow ig/fb AuthorSyiba


__ADS_2