
Pagi-pagi Aisyah disibukkan kegaiatannya. Dibantu oleh para ART yang sengaja dipekerjakan oleh Yudistira di rumahnya, untuk membantu istrinya. Tapi Aisyah tetap lebih fokus mengurus anak-anaknya ketimbang mengurus rumahnya. Dia lebih mempercayakan pekerjaan rumah kepada para ART. Sedangkan untuk masalah anak dia selalu berusaha semaksimal mungkin Agar senantiasa selalu sendiri. Dalam hatinya masih ada rasa takut jika terlalu percaya dengan orang lain. Aisyah masih takut kehilangan, trauma masih merajalela dalam hati dan pikirannya.
"Ish, Kak Tira ke mana sih? pagi-pagi sudah gak ada di rumah mana nggak pamit lagi!" Aisyah bertanya pada dirinya sendiri sambil memakaikan baju pada Syihab yang baru selesai di mandikan.
"Umiiii!" Teriak Khaira sambil berlari menghampiri ibu nya.
"Iya khai, sudah pakai baju nya?" tanya Aisyah yang tadi memerintahkan anak perempuannya agar memakai baju sendiri setelah dia mandikan.
"Sudah umi, lihat ini!" kata Khaira sambil memutar badan memperlihatkan bajunya.
Aisyah menahan tawa melihat Khaira, karena lucu nya, di tambah baju yang Khaira pakai itu terbalik. Resleting yang harusnya di belakang, malah jadi di depan.
"Kamu tunggu dulu ya! Umi selesaikan dulu urusan sama ade!" kata Aisyah.
"Okey!" Kata Khaira yang setelahnya melenggang ke arah kaca cermin besar yang ada di kamar umi nya, mungkin dia merasa bangga karena bisa memakai baju sendiri.
Aisyah tersenyum melihat tingkah lucu anak perempuannya.
"Umi, ade itu laki laki ya?" tanya Khaira tiba tiba.
"Iya, kenapa sayang?" tanya Aisyah.
"Kalau ade laki laki, bisa jadi temen khai gak?" tanya Khaira.
__ADS_1
"Bisa lah, nanti kita main sama sama ya!" kata Aisyah.
"Tapi umi, Khai mau adik temen perempuan!" kata Khaira.
"Sini Khai!" Aisyah melepas kerudung Khai dan kemudian membuka kembali baju yang sudah di pakai Khaira.
"Kenapa baju Khaira di buka umi?" tanya Khaira.
"Kamu pakai bajunya kebalik Khai, harusnya bagian ini di belakang!" kata Khaira memasangkan kembali baju gamis yang di pakai Khaira.
"Nah, ginih! Lebih nyaman kan? "
"Iya umi, hheh!" kata Khaira.
"Abiii!" Khaira langsung lari minta di gendong oleh abi nya.
"Abi dari mana? kok pagi pagi udah pergi? mana gak pamit lagih!" kata Aisyah sambil menyusui Syihab dengan susu yang baru dia seduh.
"Tadi ke rumah Papi Kevin, kemudian ke rumah papa Dimas!" jawab Yudistira sambil membawa Khaira duduk di samping Aisyah.
"Lah, ngapain?"
"Ngajak mareka ibadah kan! Rencana yang kemarin itu!" jawab Yudistira.
__ADS_1
"Ih kenapa gak ngajak aku? kan aku juga mau ikut! Mau ketemu papa, mama, sama Rizal juga! sudah lama aku gak ketemu mereka!"
"Ya sudah, siang nanti kita ke sana lagi!" kata Yudistira yang selalu ingin membahagiakan istrinya itu.
"Emangnya gak akan ke kantor gitu?" tanya Aisyah.
"Gak, kan bisa di bawa ke rumah! Tenang aja!" jawab Yudistira.
"Ya sudah, kalau gitu! Makasih yaaa!" kata Aisyah.
"Iya sama sama! Sudah makan?"
"Belum, ini baru selesai mandiin Syihab!"
"Kalau gitu, kita makan dulu yuk? Syihab, biar nanti di jagain sama bibi!"
"Ayo kak, aku juga sudah lapar!"
"Khai juga lapar kan?" tanya Yudistira pada anaknya yang masih dalam gendongnya.
"Iya abi, khai juga lapar!" jawab Khaira.
Setelah itu, mereka lekas pergi meninggalkan kamar menuju dapur, dengan Syihab yang di gendong Aisyah yang nantinya akan di titipkan ke ART mereka supaya mereka bisa makan dengan tenang tanpa rasa khawatir jika meninggalkan Syihab sendirian.
__ADS_1