Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Pulang


__ADS_3

"Mana obat yang tadi kamu fotokan?" tanya dokter Satria.


"Di tangan dokter Akval!" jawab Yudistira.


"Boleh saya lihat dok?" tanya dokter Satria sopan.


"Oh,silahkan tuan!" jawab dokter Akval sambil menyodorkan obat itu ke dokter Satria dengan sopan.


Dokter Satria membuka toples kecil itu dan melihat isi toples itu dengan seksama.Dokter Satria juga mencium bau dari obat itu.


"Dari mana anda mendapatkan obat ini dok?" tanya dokter Satria.


"Saya mendapatkannya dari bidan Neta!" jawan dokter Akval.


"Oh,Dok,dari mana anda mendapatkan obat ini?" tanya dokter Satria.


"Saya mendapatkan obat itu langsung dari pembuatnya,karena yang buat obat itu teman saya tuan!" jawab dokter Neta.


"Wah hebat,saya mencari obat jenis ini namun tidak ketemu di apotik manapun.Ini vaksin terbaik untuk ibu hamil!" kata dokter Satria.


"Iya tuan,memang sahabat saya ini tidak memasarkan vaksin ini karena bahan yang terbatas!" kata dokter Neta.


"Ooh,ya sudah silahkan di suntikan dok!" kata dokter Neta.

__ADS_1


"Baik tuan!" jawab dokter Neta sambil membawa toples obat yang di sodorkan dokter Satria.


"Kalau kau tahu obat itu sangat bagus,kenapa kau malah melarang ku memberikan obat itu pada istriku?" tanya Yudistira ketus.


"Heheh maaf Tira,aku takut obat itu palsu,karena jika obat bagus itu suka banyak yang ngejiplak!" jawab dokter Satria.


"Dok,saya minta maaf karena saya sudah buruk sangka terhadap anda dan dokter Neta ini!" kata Yudistira.


"Tidak papa tuan,memang itu yang harus di lakukan!" jawab dokter Akval.


"Tira,anakmu bangun nih!" kata dokter Satria yang tanpa sepengetahuan semua orang sudah menggendong Khai yang baru bangun tidur.


"Khai,kok kamu mau di gendong sama orang yang kamu gak kenal?" tanya Yudistira.


"Dia baik abi,jadi ai mau di gendong sama om ini!" jawab Khai.


"Boleh tuan,silahkan karena nona Aisyah sudah baik,namun tetap harus banyak istirahat makan makanan yang sehat dan jangan banyak pikiran.Jika nona tidak mau makan lagi,nona bisa di infus lagi agar ada cairan yang masuk ke tubuh nona!" jawab dokter Neta.


"Ya sudah,terima kasih ya dok!" kata Yudistira.


"Iya tuan,sama sama!" jawab dokter Neta.


Allahuakbar Allahuakbar

__ADS_1


Adzan maghrib berkumandang menandakan bahwa hari sudah semakin sore menjelang malam dan adzan menyuruh dan mengajak umat islam.


"Dok,bisa tolong lepaskan jarum ini gak? saya mau sholat!" kata Aisyah.


"Kamu sholat di sini aja sayang,wudhu nya tayamum ya?" tanya Yudistira.


"Tidak kal,itu tidak bisa.Kita bisa sholat sambil tidur jika kita benar benar tidak kuat untuk berdiri dan duduk.Kita juga tidak bisa tayamum jika kita kuat untuk berwudhu dengan air!" jawab Aisyah.


"Ya sudah dok,bantu istri saya melepaskan infusnya!!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" jawab dokter Neta dan langsung melaksanakan perintah.


🦚🦚🦚


Setelah selesai sholat mereka langsung pulang karena mungkin kedua pihak keluarga yaitu keluarga Aisyah dan keluarga Yudistira yang tadi dia undang saat orang lain mengobrol.


Riki juga tidak jadi mengantarkan susu untuk Khai karena Yudistira juga yang menyuruh.


Namun di tengah perjalanan menuju rumah,Aisyah merasa ingin makan.


"Kak,aku mau makan,tapi aku mau makan di suapi mama atau papa!" kata Aisyah.


"Besok aja ya!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Tapi aku maunya sekarang kak!" kata Aisyah.


"Ya sudah,kita pulang dulu ya,aku mau mandi dan ganti baju dulu,setelah itu kita pergi ke rumah mama dan nginap di sana!" kata Yudistira.


__ADS_2