Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Bakso lagi


__ADS_3

"Ya sudah,saya permisi tuan,nona!" kata dokter Neta.


"Terima kasih dok!" kata Aisyah.


"Iya sama sama nona!" jawab dokter Neta dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu diikuti dua perawat.


"Kak,apa kakak membuat aturan baru di rumah sakit ini?" tanya Aisyah yang heran melihat dokter Neta yang tadinya suka memakai pakaian yang seksi hampir seperti tidak pakai busana,tapi hari ini dokter Neta menggunakan pakaian yang tertutup juga memakai jilbab.


"Aturan apa?" tanya Yudistira pura pura tidak tahu.


"Aku perhatikan semua dokter dan perawat wanita memakai jilbab dan tidak ada yang memakai rok selutut,kemarin kemarin waktu kak Liana melahirkan masih seperti biasa!" jawab Aisyah.


"Mungkin ini memang program rumah sakit!" kata Yudistira.


"Kalau program rumah sakir juga pasti harus ada persetujuan dari kakak kan?" tanya Aisyah.


"Emh,tidak juga,papi memberikan wewenang yang bebas pada pihak rumah sakit untuk melakukan yang mereka mau asal tidak melampaui batas!" jawab Yudistira berbohong.


"Bukan kakak yang buat aturan baru?" tanya Aisyah.


"Bukanlah,buat apa ngurusin orang lain,mau pakai hijab kah atau tidak terserah mereka,dosa juga di tanggung mereka!" kata Yudistira.


Ternyata benar kata orang,kalau sekali berbohong pasti akan terus berbohong! kata hati Yudistira.


"Iya benar!" kata Aisyah.


"Lagian bagus kalau mereka memakai hijab kan? masa mereka gak malu sama Khai anak kecil sudah pakai hijab! ya Khai ya!" kata Yudistira.


"Iya abi!" jawab Khai.

__ADS_1


"Ayo bangun!" Yudistira membantu Aisyah bangun.


"Terima kasih kak!" kata Aisyah sambil turun dari ranjang itu.


"Puyang abi?" tanya Khai.


"Iya,kamu sudah liat bayinya kan?" jawab dan tanya balik Yudistira.


"Iya abi,ai cudah yiat bayi ai,yucu yucu!" kata Khai.


"Ayo sept!" kata Aisyah dan mulai berjalan keluar ruangan diikuti Septi.


Yudistira,Aisyah,Khai serta septi keluar dari rumah sakit itu.Mobil Yudistira sudah siap untuk pakai.Pintunya sudah di bukakan tinggal naik.


Dokter Akval sudah berdiri di dekat mobil Yudistira dengan senyum ramahnya.


"Sama sama tuan!" jawab dokter Akval.


"Ayo masuk!" kata Yudistira.


"Permisi dok!" kata Aisyah.


"Silahkan nona!" jawab dokter Akval,merekapun masuk ke dalam mobil.


"Kak,ke terminal dulu yu? jajan bakso!" ajak Aisyah setelah berada di dalam mobil.


"Kita langsung pulang aja ya,aku takut terjadi sesuatu!" kata Yudistira.


"Gak akan terjadi apa apa kak,ayolah kak,dah lama gak jajan bakso!" bujuk Aisyah.

__ADS_1


"Ai juga ingin baco abi!" kata Khai.


"Ah ya sudah ayo!" kata Yudistira langsung melajukan mobilnya menuju terminal.


Tidak lama kemudian,Yudistira beserta Aisyah,Khai juga Septi sampai di tempat tujuan.Mereka langsung masuk ke dalam ruko itu dan langsung memesan bakso.


"Wah,ternyata tuan Tira mau punya anak lagi ya?!" kata mas Bakso.


"Ah iya mas,Alhamdulillah,doain ya,semoga yang di kandung sama yang mengandung sehat dan lancar sampai lahiran!" kata Yudistira.


"Amiin amiin!" kata mas Bakso.


Setelah selesai dan puas makan bakso,mereka langsung menuju rumah.


"Kak,kenapa sabuk nya di lepas? bahaya loh!" kata Aisyah yang melihat Yudistira melepas sabuk pengamannya.


"Gak papa,gerah aja!" kata Yudistira.


"Kak,kenapa mandangnya gitu sih!" Yudistira tidak memandang jalan.Dia malah asyik memandang mata istrinya.Bukan menjawab pertanyaan Aisyah,Yudistira malah senyum.


"Septi,peluk Khai dengan erat,saya tidak mau terjadi sesuatu sama Khai!" kata Yudistira.


Tidak di sangka,sebuah truk bermuatan batu oleng di depan mobil Yudistira sehingga truk itu terjatuh menimpa mobil Yudistira.


Dengan cepat Yudistira memeluk Aisyah dengan erat.


"Allah!" kata Aisyah......


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2