Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Peraturan


__ADS_3

"Apa kak Liana bisa pulang hari ini?" tanya Yudistira tanpa basa basi,tanpa kembali duduk,tanpa menghadap ke lawan bicara.


"Ah iya bisa tuan,non Liana bisa pulang pukul satu siang nanti setelah di periksa kembali!" jawab dokter Neta dengan sedikit gugup.


"Terima kasih!" Yudistira langsung pergi ke luar ruangan tanpa melihat ke arah dokter Neta lagi.


Setelah keluar ruangan,Yudistira tidak langsung kembali ke ruangan kak Liana.


"Sus!" panggil Yudistira pada salah satu perawat yang kebetulan lewat di depannya.


"Iya tuan,ada yang bisa saya bantu?" tanya perawat itu ramah.


"Apa Dokter Akval ada?" tanya Yudistira.


"Sepertinya ada tuan!" jawab perawat itu.


"Ruangannya di mana?" tanya Yudistira.


"Mari saya antar tuan!" ajak perawat itu.


"Tidak perlu,cukup tunjukkan saja di mana ruangannya!" kata Yudistira.


"Ruangan dokter Akval ada di dekat ruangan operasi,dari sini lurus ke sana,belok kanan,mentok belok kanan lagi di sana ada ruangan dengan tulisan Dokter Akval!" jawab perawat itu.


"Terima kasih!" Yudistira langsung pergi meninggalkan perawat yang barusan dia tanya.


"Apa barusan aku mimpi?" tanya perawat itu pada dirinya sendiri.Dia mencubit pipinya sendiri.

__ADS_1


"Auw,ternyata tidak mimpi,aku bertemu dengan tuan Yudistira,ah ya tuhan,dia memang tampan.Beruntungnya aku bisa mengobrol dengan tuan Yudistira!" kata perawat itu sambil senyum senyum dan melanjutkan perjalanannya.


Yudistira membaca tulisan di atas pintu yang bertuliskan Dr.Akval Qoeis Manaf Sp.B.


Tok tok tok


Yudistira mengetuk pintu itu.


"Masuk!" kata seseorang dari dalam ruangan.


Yudistira masuk ruangan dengan penuh wibawa.Dokter Akval menyadari siapa yang datang.Dia buru buru berdiri menyambut kedatangan Yudistira.


"Apa kabar dok?" tanya Yudistira basa basi.


"Baik tuan,tuan apa kabar?" tanya balik dokter Akval.


"Silahkan duduk!" dokter Akval mempersilahkan duduk kepada Yudistira.Yudistira langsung duduk dengan senang hati.


"Terima kasih!" kata Yudistira.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya dokter Akval setelah menjawab kata terima kasih Yudistira dengan anggukan dan senyuman ramah.


"Begini,saya ingin anda membuat peraturan baru di rumah sakit ini khususnya dan umumnya di semua Al-Bart Hospital!" kata Yudistira dengan wajah serius.


"Peraturan apa tuan?" tanya dokter Akval.


"Dengarkan dengan baik.Jika kamu pelupa,catat!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Baik tuan!" langsung mengambil selembar kertas HVS A4 dan pulpen dari saku baju bagian dadanya.


"Seluruh pekerja wanita Al-Bart Hospital,mau pusat sampai cabangnya sampai ke bawah,wajib memakai pakaian yang sopan,memakai hijab,minimal menutup aurat dengan rapar!" kata Yudistira.


"Sudah di catat?" tanya Yudistira.


"Sudah tuan!" jawab dokter Akval.


"Mana,saya lihat!" kata Yudistira.


"Ini tuan!" memberikan selembar HVS yang sudah.


Yudistira mengerutkan jidatnya.Kedua alisnya hampir bersatu.


"Tulisan apa ini? kenapa saya tidak bisa membacanya?" tanya Yudistira.


"Aduh maaf tuan,saya tidak bisa menulis dengan rapih dan bagus!" jawab dokter Akval.


Ciri khas tulisan dokter itu tuan,tidak mudah di baca! kata hati dokter Akval.


"Foto copy ini dan sebarkan ke seluruh Al-Bart Hospital!" kata Yudistira sambil menanda tangan kertas HVS bertuliskan peraturan baru yang dia buat untuk di rumah sakit.


"Baik tuan!" jawab dokter Akval.


"Besok,sekretaris saya akan memeriksa seluruh Al-Bart Hospital,jika masih ada yang tidak sesuai aturan baru itu,maka anda yang akan saya pecat dan jabatan dokter anda akan saya cabut!" kata Yudistira tegas.


"B-baik tuan!" jawab dokter Akval.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2