Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Sungkem


__ADS_3

Sedari aku masih ada dalam kandungan mama dan sampai saat ini, sudah ada banyak hal yang papa berikan untuk aku. Sebab itu, aku sadar betul jika ucapan terima kasih tak akan pernah cukup untuk membalas semua yang sudah diberikan untukku. Meski begitu, percayalah jika ada sesuatu yang jauh lebih dari kata terima kasih di dalam hatiku. Hanya saja aku tak sanggup mengungkapkannya, aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas segala sesuatu dan segalanya.Rasanya memang masih ada banyak hal yang belum bisa aku wujudkan untukmu. Dengan begitu, dari hati yang dalam aku haturkan maaf. Maafkan aku lantaran aku belum bisa membahagiakanmu seutuhnya. Maaf jika dalam pertemuan kali ini ada kata pamit yang harus kuucapkan dengan lantang di antara kita.Aku pamit, Pa. Aku pamit untuk kemudian memulai dan membangun hidup baru bersama dia. Aku meminta restumu dan meminta dari hati yang paling dasar agar papa mau menikahkan aku dengannya. Ya, dengan lelaki yang sudah memintaku di hadapanmu beberapa waktu lalu. Dan, inilah waktunya, Pa, hari ini sudah tiba.


Hari di mana dia akan menjawab dengan gagah Qabiltu nikahaha dalam genggaman tanganmu. Hari di mana papa mengantarkan aku sampai di gerbang kehidupan yang sebenarnya. Terima kasih, Papa!'' Aisyah tidak menangis dengan keras di pangkuan papa Dimas sambil memegang tangan papa Dimas.


__ADS_1


''Aisyah sayang,kamu anakku,sudah kewajiban ku untuk mengurus mu,mendidik mu,dan menikahkan mu. kamu tidak perlu berterima kasih.Dan kamu juga tidak perlu meminta maaf kepada ayahmu ini,sekarang bangun dan cium pipi papa seperti waktu kamu saat masih kecil mencium pipi papa agar mendapatkan keinginanmu!'' jawab papa Dimas.


Aisyah bangun dari duduknya dan mencium pipi papa Dimas dengan lembut.Papa Dimas juga sudah tidak bisa membendung air matnya.Dia memeluk erat Aisyah.


''Mama lah malaikat yang diberi kepercayaan dari Sang Maha Segalanya untuk menjagaku. Mama selalu menjaga kandungan saat ragaku masih berwujud janin dan bersemayam di dalam rahim. Bahkan, saat aku terlahir ke dunia dan hanya mampu terbaring dan menangis, mama tidak keberatan merawat bahkan rela terjaga hingga pagi buta demi memastikan kenyamananku.Ma,apakah mama masih ingat saat pertama kali mengantarku ke gerbang taman kanak kanak? saar itu aku merengek manja dan tidak mah terlepas dari genggaman mama.Itulah salah satu kenangan dari banyaknya memori manis saat bersama mama yang masih lekat di lingkar kepala. Sewaktu aku kecil, aku enggan berpisah barang sedetik pun dari mama. Aku merasa nyaman dan aman di dekatmu. Hatiku pun demikian, selalu hangat dan meremang tiap kali ada kehadiran mama. Ya, mama selalu berhasil menjadi oase di tengah kegundahan dan kegamangan yang aku rasa.Hingga aku beranjak dewasa seperti sekarang, aku tidak pernah kekurangan limpahan kasih sayang. Dari mama aku belajar apa arti mencintai dan menyayangi tanpa syarat.Saat papa sibuk bekerja di luar kota, mama lah yang selalu ada dan sedia menjagaku dan adik-adik di rumah. Mama selalu memberikan perlindungan dan mencukupi segala yang kami butuhkan. Bahkan, saat mama sibuk dengan urusan pekerjaan, kebutuhanku dan saudaraku tidak pernah terabaikan. Masih ‘kah mama ingat ketika harus bangun di pagi buta setiap harinya? Atau bahkan saat mama rela waktu makan siang mama terpotong karena tidak ingin terlambat menjemputku dari gerbang sekolah.Hubungan kita memang tidak selamanya hangat, ma. Terkadang aku dan mama saling mendiamkan atau malah kita terlibat pertengkaran. Aku tidak setuju terhadap pola pikir mama yang ku anggap terlalu kuno. Begitu juga mama yang tidak bisa menerima pendapatku karena dianggap bertentangan.

__ADS_1


Aku tahu bahwa sikapku secara tak sengaja telah menggoreskan luka di hati mama. Aku minta maaf ma, itu semua karena terkadang aku lelah mengikuti aturan yang mama buat. Iya aku tahu aturan itu memang demi kebaikanku. Hanya saja aku ingin menapaki jalanku dengan caraku sendiri.


intinya,aku meminta maaf yang sebanyak banyaknya dan terima kasih!'' kata Aisyah.


Mama Lena juga tidak bisa berkata kata.Dia memeluk Aisyah dengan erat dan mencium keningnya.

__ADS_1


__ADS_2