Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Anak Perempuan


__ADS_3

Yudistira,Aisyah,Khai,juga Septi di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulan.


Aisyah langsung di bawa ke ruang operasi.Yudistira,Khai,Septi masuk ke UGD.


"Abi,bangun abi!" Khai menangis bersama papi Dimas dan Mami Reva di samping Yudistira yang berbaring tak berdaya.Khai hanya mendapat luka luka kecil karena dirinya di lindungi oleh Septi.


Mami Reva tidak berhenti menangis melihat kondisi anak nya.Pelan pelan jari telunjuk Yudistira bergerak gerak menunjukan sinyal bahwa dirinya akan sadar.


Yudistira perlahan membuka matanya.Dia ingat betul bagaimana truk itu oleng dan menimpa mobil yang ia tunggangi.


"Khai!" panggil Yudistira parau.


"Abi!" Khai langsung bahagia bisa mendengar suara abinya.


"Tira!" mami Reva juga ikut bahagia.


"Aisyah mana mi?" tanya Yudistira.


"Dia sedang di operasi Tira,dokter sedang berusaha menyelamatkan kedua anak kamu dan juga ibunya!" jawab mami Reva dengan air mata terus mengalir.


"Aku mau lihat istriku mi!" kata Yudistira berusaha bangun.

__ADS_1


"Jangan dulu Tira,kamu masih lemah!" kata papi Kevin.


"Tidak pi,aku kuat,aku ingin menemui istriku!" kata Yudistira sambil berusaha melepaskan selang infus.


"Jangan di lepas,ya sudah kita ke sana,tapi naik kursi roda ya!" kata papi Kevin.


"Iya pi!"


"Ya sudah tunggu sebentar,akan papi ambilkan!" Papi Kevin langsung mengambil dan menyiapkan kursi roda yang memang tersedia di ruangan itu.


"Ayo!" papi Kevin membantu Yudistira agar bisa duduk di kursi itu.


Mereka pergi ke ruang operasi Aisyah.Kursi roda yang di pakai Yudistira di bantu dorong oleh papi Kevin dan Khai di gendong oleh mami Reva.


Dia nampak kaget melihat keberadaan keluarga Al-Bart di sana.Lantas dia menunjukan wajah sedih.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Yudistira langsung.


"Alhamdulillah nona Aisyah baik baik saja,namun dia masih belum siuman.Dia mengeluarkan banyak darah sehingga dia membutuhkan donor darah.Golongan darah nona Aisyah A,apa ada yang golongan darahnya A? kebetulan persediaan donor darah golongan A di rumah sakit ini habis!" tanya dokter Neta.


"Pi,telepon papa Dimas,mungkin dia golongan darahnya sama dengan Aisyah!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Mereka sedang dalam perjalanan ke sini Tira!" jawab papi Kevin.


"Lalu bagaimana dengan keadaan bayi saya?" tanya Yudistira.


"Mohon maaf tuan,saya tidak bisa menyelamatkan bayi perempuan tuan,tapi Alhamdulillah bayi laki laki tuan lahir dalam keadaan sehat walau sedikit prematur! Mereka terlahir melalui operasi sesar" jawab dokter Neta.


"Apa? jadi anak perempuanku? ya Allah!" Yudistira menangis seketika setelah mendengar kabar tentang anaknya.


"Sabar Tira!" kata papi Ahmad yang juga sudah meneteskan air mata di kala melihat anak laki laki satu-satunya bersedih tidak berdaya mendengar kabar tentang anaknya.


"Aku tidak pantas jadi pemimpin rumah tangga pi,aku tidak pantas!" teriak Yudistira.


"Abi!" Khai juga merasa kasihan terhadap abinya.Baru kali ini dia melihat abinya menangis.


"Khai!" Yudistira memeluk Khai setelah Khai di turunkan dari gendongan mami Reva.


"Mi,Pi,aku mau melihat anak anakku!" kata Yudistira.


Papi Kevin pergi mencari suster untuk menanyakan di mana ruangan yang ada bayi Aisyah di dalamnya.


"Ayo,kita ke sana!" kata papi Kevin mendorong kursi roda Yudistira kembali...

__ADS_1


Bersambung...


Follow ig/fb Author_Syiba


__ADS_2