
''Kak Tira,apa kak Tira sudah mengirim jemputan ke pesantren?'' tanya Aisyah.
''Aku sudah mengirimnya jam empat pagi tadi! kamu tenang saja,mungkin lagi di jalan menuju ke sini!'' jawab Yudistira.
''Tapi kak...''
''Aku akan menanyakannya ke Fauzi!'' Yudistira memotong kalimat Aisyah.
''Fauzi!'' teriak Yudistira memanggil Fauzi.
''Iya tuan!'' jawab Fauzi.
''Sudah sampai di mana bis jemputan ke pesantren?'' tanya Yudistira.
''Sekitar 20 menit lagi bis jemputan itu akan sampai di sini tuan!'' jawab Fauzi
''Oke terima kasih!'' kata Yudistira.
Baru kali ini dia mengucapkan terima kasih padaku kata Fauzi dalam batinnya.
''Sama sama tuan,dan selamat atas pernikahannya!'' ucap Fauzi dan hanya di jawab 'hm' oleh Yudistira.
''Aisyah,selamat ya,kakak bahagia sekali,semoga menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah!'' kata dokter Nisa yang datang menghampiri Aisyah dan memeluknya.
__ADS_1
''Terima kasih kak,semoga kakak juga cepat nyusul sama kak Fauzi!'' ucap Aisyah.
''Apa maksudmu?'' tanya dokter Nisa dengan wajah sudah memerah.
''Iya,kan kak Tira mau menjodohkan kak Nisa sama kak Fauzi!'' jawab Aisyah yang membuat dokter Nisa gugup.
''Apa? apa itu benar tuan?'' tanya Fauzi dengan kaget.
''Iya itu benar,sekarang kalian kenalan agar bisa PDKT,kak Nisa kenalkan,ini Fauzi asisten pribadiku dan pasti kau sudah mengenalnya.Dan Fauzi,kenalkan ini dokter Nisa kakak sepupu Aisyah,dan pasti kau sudah tahu namanya,namun tidak tahu wajahnya!'' kata Yudistira yang membuat mereka salting.
''Emh kenalkan namaku Fauzi!'' kata Fauzi mencoba mengenalkan dirinya sambil menyodorkan tangan dengan terpaksa karena kode mata dari tuannya.
''Iya pak,namaku Anisa!'' jawab dokter Nisa menjabat tangan Fauzi.
''Jangan lama lama,bukan muhrim!'' sindir Aisyah dan seketika mereka melepaskan genggaman tangan mereka.
''Apa? ah emh.....'' dokter Nisa bingung dengan pertanyaan Yudistira.
''Jangan malu,aku ahli sosiologi.Aku bisa membaca pikiran orang lain dari ekspresi wajah.Aku melihat wajahmu langsung bahagia saat aku bilang aku akan menjodohkan mu dengan Fauzi!'' ucap Yudistira yang semakin membuat dokter Nisa malu dan gugup.
''Kamu tembak dia sekarang,atau aku akan memecat mu!" ancam Yudistira.
"Ah apa? ba-baik tuan!" jawab Fauzi dengan kaget.
__ADS_1
"Lakukan sekarang!" kata Yudistira.
"Saya akan melakukannya setelah acara ini tuan!" jawab Fauzi.
"Lakukan!" kata Yudistira datar namun penuh ancaman.
"Baik tuan!" jawab Fauzi pasrah.
"Lakukan!" kata Yudistira.
"Emh dokter,apa anda mau menjadi pacar saya?" tanya Fauzi dengan gugup.
"Istri! jangan pacar,haram!" kata Yudistira sambil menatap istrinya dan Aisyah hanya mengangguk.
"Apa? istri?" Fauzi kaget namun dia tidak bisa membantah karena mata tuannya sangat menyeramkan.
"Apa kamu mau menjadi istriku?" tanya Fauzi.
"Emh maaf pak, aku tidak bisa,karena bapak melamar saya atas dasar perintah tuan Tira,bukan karena cinta!" jawab dokter Nisa.
"Apa? kau menolak ku? tapi aku benar benar mencintaimu! eh emh maaf maaf!" Fauzi keceplosan.Yudistira tertawa lepas melihat asistennya yang so jual mahal itu jujur dengan tidak sengaja.Sedangkan Aisyah hanya menunduk menahan tawa.Tapi dokter Nisa bahagia.
"Lakukan itu lain kali,yang penting kalian sudah saling cinta,pergi sana!" kata Yudistira di sela sela tawanya.
__ADS_1
"Baik tuan,saya permisi!" Fauzi langsung pergi dengan sopan.
"Aku juga permisi,Tira,jaga adikku!" kata dokter Nisa berlalu meninggalkan pelaminan.Sedangkan Yudistira,dia melanjutkan tertawanya.