Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Aku Mau


__ADS_3

"Bicaralah!" kata Akbar.


"Emh,dokter Nisa,Apa anda mau menikah dengan saya?" tanya Fauzi dengan gugup.


"Jangan terlalu formal!" bentak Yudistira.


"Emh baik tuan!" jawab Fauzi.


"Ulangi!" kata Yudistira.


"Dokter Nisa,apa kamu mau menjadi istriku?" tanya Fauzi dengan suara agak bergetar karena gugup.Keringat bercucuran.


"Kamu gak ada romantis romantis nya sih! coba kamu lakukan seperti yang di film film itu.Kamu berlutut di depan dokter Nisa dan menyatakan perasaan mu! dan jangan gugup!" kata Yudistira,sedangkan yang lainnya hanya tersenyum.


"Ba-ba-baik tuan!" jawab Fauzi masih gugup.


"Beri dia air putih!" kata Yudistira.Pelayan langsung memberikan segelas air putih pada Fauzi.Karena gugup,Fauzi langsung menghabiskan segelas air putih itu.


"Lakukan!" kata Yudistira datar dengan tatapan sinis.


"Baik tuan!" jawab Fauzi dan langsung berlutut di depan dokter Nisa.Dia mengeluarkan sebuah kotak merah yang berisikan dua buah cincin di dalamnya.

__ADS_1


"Apa kau mau menjadi istriku?" tanya Fauzi sudah tidak gugup dengan senyuman mengambang di wajahnya yang tampan.


"Emh a-a-ku mau!" jawab dokter Nisa dengan gugup namun dia sembunyikan dengan senyuman.


"Alhamdulillah!" ucap semua orang.


"Berikan tanganmu!" kata Fauzi setelah berdiri.Dokter Nisa juga berdiri dan dengan perlahan,dokter Nisa memberikan tangannya.


Fauzi memasangkan cincin berlian di jari manis dokter Nisa.Dokter Nisa tersenyum bahagia.Sebaliknya,dokter Nisa juga memasangkan cincin yang terbuat dari alumunium di jari manis Fauzi.


Semua orang bertepuk tangan dengan gembira.Akbar tersenyum bahagia dengan air mata yang menetes membasahi pipi.


Begitu juga dengan papa Dimas,dia juga tersenyum bahagia.


"Selamat,kau akan menjadi kakak sepupuku!" kata Yudistira.


"Terima kasih tuan!" jawab Fauzi.


Bu andai ibu masih ada,mungkin kebahagian ku akan sempurna! gumam Fauzi dalam hatinya.


Ma,Yah,aku sudah menemukan jodohku.Dia adalah pria yang aku cintai.Om Dimas merestui ku.Semua mama dan papa juga merestui ku! gumam dokter Nisa sambil menatap lekat pria yang sekarang sudah syah menjadi calon suaminya.

__ADS_1


"Kak Nisa,selamat ya!" kata Aisyah membuyarkan lamunan dokter Nisa.


"Terima kasih Aisyah!" jawab dokter Nisa.Aisyah langsung memeluk dokter Nisa.


"Doakan kakak mu ini Aisyah!" kata dokter Nisa sambil menangis.


"Iya kak,aku akan mendoakan mu!" jawab Aisyah.


Dokter Nisa melepaskan pelukannya sambil mengusap air matanya dan tersenyum.Lalu dia memeluk papa Dimas dan meminta doanya.


Begitu juga dengan Fauzi.Dia memeluk ayah nya.


"Andai ibu masih ada,apa dia akan bahagia?" tanya Fauzi sambil menangis di pundak ayahnya.


"Ibumu akan bahagia melihatmu bahagia! Dia sangat menyayangimu!" kata Akbar.


"Doakan aku yah,semoga ini yang terbaik untukku!" kata Fauzi dan di balas anggukan oleh ayahnya.


Seindah indahnya merangkai kata kata,tidak akan bisa menggambarkan kebahagian keluarga itu.


Mereka merayakan acara tunangan itu dengan makan makan dan bercanda riang.

__ADS_1


Bagi para pembaca yang ingin mempromosikan sesuatu,mau itu barang dagangan,atau usaha usaha lainnya,atau novel karya pembaca,silahkan hubungi no WhatsApp author.GRATIS 085960372973.Nanti Author promosikan di karya Author ini.Sekian,terima kasih...


__ADS_2