Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Mau Lagi


__ADS_3

"Khai,bangun!" kata Aisyah.


"Ini bukan di yumah umi?" tanya Khai yang bangun dan melihat suasana yang ramai.


"Bukan,kamu mau bakso gak?" jawab dan tanya Aisyah.


"Bakco itu apa umi?" tanya Khai.


"Makanan!" jawab Aisyah.


"Enak?" tanya Khai.


"Enak,kamu mau gak?" Aisyah.


"Ai mau umi!" jawab Khai.


"Ya sudah,abi pesan baksonya dulu ya!" kata Yudistira.


"Iya abi!" kata Khai.


Semua orang yang ada di tempat itu jelas menghormati Yudistira.Walaupun dia di hormati oleh semua orang,tapi Yudistira tetap ramah.


"Apa kabar Tuan?" tanya mas tukang bakso itu.


"Alhamdulillah baik mas!" jawab Yudistira ramah.


"Tidak sama Nak Liana?" tanya mas bakso.


"Tidak mas,saya kesini sama anak dan istri saya!" jawab Yudistira.


"MasyaAllah Alhamdulillah tuan sudah menikah dan sudah punya anak.Semog rumah tangganya sakinah mawadah warahmah dan anaknya menjadi anak yang sholeh sholehah!" kata mas Bakso.


"Amin amin,mas saya mau pesan dua porsi bakso campur,dan satu bakso yang ukurannya sedang ya mas!" kata Yudistira.


"Baik tuan,di tunggu ya!" kata mas Bakso.

__ADS_1


"Iya mas!" Yudistira pun kembali duduk bersama istri dan anaknya.


Tidak lama kemudian,tiga porsi bakso datang ke meja yang di tempati Yudistira,Aisyah dan Khai.Mas Bakso menyimpan tiga mangkuk berisi bakso dan dua gelas berisi teh hangat dengan harum khas di tukang bakso.


"Terima kasih mas!" kata Yudistira.


"Sama sama tuan,silahkan di nikmati!" kata mas Bakso.


"Iya mas!" jawab Yudistira.


Dan mereka pun memakan bakso itu.Khai di suami bakso yang hanya di lumuri dengan kecap manis.


"Umi,ai mau yagi!" kata Khai hingga Yudistira dan Aisyah membulatkan matanya karena Khai sudah habis makan bakso berukuran sedang dan masih mau lagi.


"Tapi kamu sudah habis satu sayang!" kata Aisyah.


"Tapi ai mau yagi umi!" kata Khai.


"Mas,bakso sedang satu lagi!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" Mas tukang Bakso itu langsung membawakan lagi satu bola bakso berukuran sedang.


"Sayang,kamu juga mau tambah lagi?" tanya Yudistira.


"Nggak kak,aku sudah kenyang!" jawab Aisyah.


"Abi ai juga kenyang!" kata Khai.


"Tapi ini belum habis!" kata Yudistira karena bakso nya masih sisa sebelah lagi.


"Abi aja abiskan!" kata Khai.


"Ya sudah!" Yudistira memakan sisa bakso Khai dengan sekali suapan.


"Kak,kita pulang yu!" kata Aisyah.

__ADS_1


"Ayo!" kata Yudistira.


"Ai mau bawa puyang bakco!" kata Khai.


"Buat apa?" tanya Yudistira.


"Buat ai makan!" jawab Khai.


"Ya sudah,mas tolong bungkus sepuluh porsi!" kata Yudistira.


"Sepuluh? buat apa kak? kenapa banyak banyak?" tanya Aisyah.


"Buat bi Rini dan pelayan yang lain!" jawab Yudistira.


"Ini tuan!" mas tukang Bakso memberikan kantong keresek yang cukup besar.


"Oh iya,berapa semuanya pak?" tanya Yudistira.


"Enam ratus ribu tuan!" jawab mas tukang bakso.


Yudistira pun memberikan uang sebanyak yang di minta.


"Ini uangnya mas,terima kasih ya!" kata Yudistira.


"Sama sama tuan!" jawab mas tukang basko.


"Kami pergi dulu ya mas,Assalamualaikum!" kata Yudistira.


"W-waalaikumusalam!" jawab tukang bakso itu.


Apa tidak salah dia mengucapkan salam? ah pasti karena istrinya!


Bersambung...


**Merdeka,merdeka merdeka,selamat ulang tahun yang ke 76 indonesiaku,semoga lekas sembuh dari segala wabah di negara ini...

__ADS_1


Oh iya,jangan lupa baca juga novel baru Author**....



__ADS_2