Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Perdebatan


__ADS_3

Keluarga bahagia itu sudah siap untuk pergi ke undangan pernikahan Ustadzah Nurul.Mereka memakai baju yang senada tidak lupa memakai cadar.



Merekapun pergi memakai mobil Yudistira yang di kendari oleh Fauzi.Dokter Nisa juga ikut karena dia juga di undang untuk menghadiri acara pernikahan Ustadzah Nurul.


"Emh ngomong ngomong,kalian kapan nikah?" tanya Aisyah saat sudah di perjalanan.


Suasana hening tidak ada yang menjawab pertanyaan Aisyah.Aisyah dan Yudistira menjadi heran.


"Kenapa gak di jawab?" tanya Yudistira.


"Maafkan saya tuan!" hanya itu jawaban dari Fauzi.


"Jawab Fauzi,bukan minta maaf!" kata Yudistira tegas.


Aisyah melihat dokter Nisa yang matanya sudah berkaca kaca dan sesekali mengelapnya dengan tisu sebelum air mata itu menetes.


"Kak,lihatlah kak Nisa,dia sesekali mengelap air matanya,apa ada sesuatu yang terjadi pada mereka?" tanya Aisyah berbisik.


"Ada apa ini sebenarnya,Fauzi! jawab aku!" kata Yudistira.


"Maaf tuan,satu minggu yang lalu,saya bertemu dengan Reska,dan dokter Nisa melihatnya.Reska menyadari itu,dan dia langsung memelukku!" jawab Fauzi.


Dokter Nisa semakin tidak bisa membendung air matanya.

__ADS_1


"Astagfirullah,apa yang kamu lakukan!" bentak Yudistira.


"Maafkan saya tuan,bukan saya yang memulainya!" kata Fauzi.


"Bukan kamu yang memulainya,tapi kamu membalasnya!" kata dokter Nisa.


"Turun dari mobil ini!" kata Yudistira dingin.


"Maafkan saya tuan!"


"Turun!" bentak Yudistira.


"Apa pantas kau menyebutku tuan? sedangkan tuan mu saja setia sama satu wanita,tapi kau? kau telah menyakiti hati seorang perempuan.Apa kau tidak merasa kasihan? bagaimana jika ibumu sendiri yang tersakiti itu Fauzi!" kata Yudistira.


"Apa kau tidak bisa membandingkan yang mana wanita yang baik untukmu dan yang mana yang buruk untukmu?" tanya Yudistira.


"Maafkan saya tuan!"


"Aku bosan mendengar kalimat itu! Jika kau tidak percaya kepadaku kau harus membuktikannya sendiri! wanita itu sangat buruk! jika kau ingin membuktikannya,ajak dia menemani malam mu! jika dia mau,berarti dia memang wanita yang sangat buruk!" kata Yudistira.


"Tapi ingat,hanya mengajaknya,tidak melakukannya! apa kau pernah mendengar bahwa aku menganggap mu adikku? kakak mana yang ingin adiknya memilih wanita buruk? tidak ada bukan? seorang kakak selalu ingin yang terbaik untuk adiknya,camkan itu!"


"Kau sudah meminta maaf pada dokter Nisa?" tanya Yudistira.


"Belum tuan!" jawab Fauzi dengan raut wajah tidak berubah.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena saya rasa,saya tidak bersalah!" jawab Fauzi.


"Astagfirullah,Kau harus minta maaf bodoh! wanita itu astagfirullah,temui aku besok jam sepuluh siang di rumah ku di ruang kerjaku!" kata Yudistira.


"Tapi menurut jadwal,besok ada meeting dengan klien penting tuan!" kata Fauzi.


"Batalkan!" kata Yudistira.


"Tapi klien itu sangat berguna untuk perusahaan tuan!"


"Apa kau tidak mendengar perintahku? atau kau sudah bosan menjadi asistenku?" tanya Yudistira dengan nada rendah.


"Baik tuan,akan saya lakukan!" jawab Fauzi.


Demi yang dia anggap adik,dia rela melakukan apapun asal yang dia anggap adik mendapatkan yang terbaik.Tidak peduli perusahaanya terancam bangkrut.Aku semakin kagum padanya! kata Aisyah dalam hatinya.


Bersambung...


*Jangan lupa vote,like,komen,hadian nya di berikan.....


Jangan lupa juga baca karya baru Author berjudul* Ustadzku Cintaku


__ADS_1


__ADS_2