Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Berpelukan


__ADS_3

"Kak,kok kita di sambut seperti ini sih?" tanya Aisyah karena melihat para santri berseragam gamis batik berjajar di luar gerbang,sedangkan di lapangan utama,terdengar suara group hadroh wanita yang ada di pesantren.


"Kan yang datang seorang Yudistira,pasti di sambut lah!" jawab Yudistira dengan nada bicara mengagungkan dirinya.


"Aku percaya sama kakak kok!" kata Aisyah meledek hingga sang suami tertawa.


"Zi!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" jawab Fauzi dan langsung turun dari mobil akan membukakan pintu,namun kalah cepat,karena dua orang santri yang berjajar tadi telah membukakan pintu depan dan belakang.


"Assalamualaikum,silahkan mbak!" kata teh Santri yang membukakan pintu mobil belakang.


"Waalaikumusalam,terima kasih!" jawab Aisyah ramah.


"Terima kasih!" kata Yudistira.


"Silahkan masuk mbak,tuan!" kata teh santri itu.


Aisyah,Yudistira dan dokter Nisa pun masuk mengikuti teh Santri yang menunjukan jalannya.


"Selamat datang kepada kang Yudistira dan mbak Aisyah beserta dokter Annisa dan tuan Fauzi dari jakarta!" kata seorang host dari arah panggung.


"Kenapa yang main tepak tepak itu wanita? emang tidak apa apa?" tanya Yudistira.


"Memangnya kenapa kak?" tanya balik Aisyah.


"Tidak apa apa sih,tapi kan waktu di pernikahan kita,laki laki semua yang tepak tepak tuh alat!"

__ADS_1


"Iya,group hadroh yang itu hanya khusus di pesantren,tidak menerima undangan untuk main di luar pesantren!" kata Aisyah.


"Oooh,satu lagi. Kenapa semua orang pakai cadar?" tanya Yudistira.


"Karena mereka tidak ingin wajah mereka terlihat oleh orang yang bukan makhromnya!" jawab Aisyah.


"Padahal aku ingin melihat wajah cantik mereka!"


"Aku tidak akan membuka cadar ku lagi!" ketus Aisyah.


"Hahahah,jangan begitu sayang,ternyata istriku cemburuan!" kata Yudistira.


"Tidak kak,aku serius!"


"Apa? lalu bagai mana jika aku merindukan wajah cantikmu?"


"Jangan bercanda kak!"


"Itu juga tidak boleh!"


"Astagfirullah,tapi kalau aku menginginkannya bagaimana?"


"Tidak ada jatah!"


"Berarti kamu bukan wanita sholehah!"


"Kalau istri sholehah pasti suaminya sholeh!"

__ADS_1


"Apa aku tidak sholeh?"


"Tidak,laki laki sholeh itu yang tidak menginginkan melihat yang bukan makhromnya!"


"Aku hanya bercanda!"


"Aku tidak suka bercanda!"


"Ish,kamu ini,ayolah,jangan seperti ini!"


"Kakak duluan,rasanya aku ingin kembali pulang!"


"Silahkan masuk mbak,!" kata teh Santri karena tak terasa sudah sampai di rumah umi Maryam.


"Terima kasih!" kata Aisyah sambil tersenyum di balik cadarnya.


"Sama sama mbak,saya permisi dulu!" kata Teh Santri dan di jawab anggukan oleh Aisyah.


Aisyah langsung masuk ke dalam rumah dan ternyata di dalam rumah,dia di sambut oleh teman teman satu angkatannya yang juga bersyar'i batik namun beda dengan yang menyambutnya di depan.


"Kak Aisyah!" teriak semua orang yang ada di situ.


"Apa kabar Kak?" tanya Puja menghampiri Aisyah,namun pandangannya mengarah ke sesuatu yang di gendong Aisyah.


"Alhamdulillah aku baik,kalian bagaimana? aku sangat merindukan kalian!" kata Aisyah dengan air mata sudah menetes membasahi pipi.


"Alhamdulillah kami juga baik kak,kami juga merindukan kak Aisyah,apa kami boleh memeluk kak Aisyah?" tanya Nadia.

__ADS_1


"Peluklah aku!" kata Aisyah.


Merekapun berpelukan melepas kerinduan kepada sahabat baiknya.


__ADS_2