Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Akut Hantu


__ADS_3

"Kak,pas hari pernikahan kak Fauzi dan kak Nisa kita mau ada di pihak mana? mau di pihak kak Nisa yang menyambut pengantin pria,atau mau di pihak kak Fauzi yang di sambut?" tanya Aisyah.


"Oh iya ya,aku belum kepikiran.Kalau kita di pihak pengantin pria,kan kamu adiknya kak Nisa,kalau kita di pihak pengantin pria masa di sambut sama keluarga kak Nisa,jadi gak enak juga!" jawab Yudistira.


"Jadi gimana?" tanya Aisyah.


"Kita di pihak pengantin wanita saja!" jawab Yudistira.


"Tapi gak enak sama kak Fauzi kak!" kata Aisyah.


"Umi,pengantin itu apa?" tanya Khai.


"Eh,ternyata belum tidur!" Yudistira menepuk jidat.


"Umi,pengantin itu apa?" tanya Khai lagi.


"Abi,pengantin itu apa?" tanya Aisyah.


"Apa? kenapa jadi abi?" Yudistira bingung.


"Ai tau,abi pintal,jadi abi pasti tau pengantin itu apa!" kata Khai.


"Pengantin itu,sepasang perempuan dan laki laki yang akan menikah!" jawab Yudistira.


"Ciapa laki lakinya?" tanya Khai.


"Om Fauzi!" jawab Aisyah.


"Pengantin peyempuannya?" tanya Khai


"Tante Nisa!" jawab Aisyah.

__ADS_1


"Beyati,om Zi,dan ate Ica akan di makan?" tanya Khai.


"Astagfirullah!" Yudistira bingung.


"Khai mau lagi susu?" tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan.


"Tidak umi,cucu Ai macih banyak!" sambil mengacungkan dot yang isinya masih setengah nya lagi.


"Kalau gitu,sekarang Khai tidur!" kata Aisyah.


"Gak mau,Ai mau cama abi!" Khai.


"Ya sudah,tidurnya di sini,sama abi sama umi,kamu di tengah!" kata Aisyah.


"Apa? tidak,kamu tidur di situ saja,abi akan tidurkan!" kata Yudistira.


"Gak mau,Ai mau tiduy cama umi!" kata Khai.


"Ya sudah,ayo sini!" Aisyah memangku Khai dan membawanya ke ranjang yang suka dia tempati bersama Yudistira.


"Emangnya kenyapa kayau mayam jumat?" tanya Khai.


"Banyak hantu!" jawab Yudistira ketus.


"Ih,takut,kayau gitu,Aii mau tiduy cama umi cetiyap mayam jumat,Ai akut hantu!" kata Khai.


"Emangnya Khai tahu hantu?" tanya Aisyah.


"Tau umi,abi mempelihatkannya di hp!" jawab Khai.


"Seperti apa?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Hantu pakai baju putih,lambut panjang,muka nya akut,ih Ai akut pokoknya,jadi cetiyap mayam jumat Ai mau tiduy cama umi!" jawab Khai.


"Jangan dong!" kata Yudistira.


"Makanya,jangan bicara sembarangan!" kata Aisyah.


"Khai,Hantu itu tidak ada,yang ada di hp abi itu cuman bohong!" kata Yudistira.


"Tapi Ai akut abi!" kata Khai.


"Kamu jangan takut,kamu harus takut pada Allah saja!" kata Yudistira.


"Tapi Ai tetap akut abi!" kata Khai.


"Sudahlah Kak,masa cemburu sama anak sendiri!" kata Aisyah.


"Ya sudah,tidurkan saja dulu,nanti kalau sudah tidur,pindahkan ke kasurnya dan giliran aku yang ada di pelukanmu!" kata Yudistira.


"Abi cepelti anak keciy!" kata Khai sambil cengengesan.


"Sudahlah,ayo tidur!" kata Aisyah sambil memeluk Khai dan menepuk nepuk pelan bokong Khai.


Setelah Khai tidur dengan nyenyak,Aisyah memindahkan Khai ke kasur pribadinya yang ada di samping ranjang Aisyah.


"Alhamdulillah!" kata Yudistira sambil berjalan mendekati istrinya.


Malam yang panas pun terjadi.


Bersambung....


Tidak lupa mengingatkan,kepada seluruh pembaca setia novel amatir Bidadari Bercadar,untuk like,vote,hadiah,dan beri komentar,tapi jangan komentar yang bikin Author malas up...

__ADS_1


Oh ya,jangan lupa juga baca novel terbaru Author yang berjudul Ustadzku Cintaku.Di dalam novel itu kalian bisa mendapat banyak ilmu agama....



__ADS_2