Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Bertindak


__ADS_3

"Kenapa kakak tersenyum?" tanya Aisyah.


"Aku hanya kagum,ternyata orang yang aku percaya,yang aku sayangi,yang aku cintai tega membohongiku!" kata dokter Nisa yang masih tersenyum namun air mata dan mata cantiknya menunjukan kekecewaan.


"Maafkan aku Nisa,aku sungguh sungguh tidak melakukan hal hina itu! aku mohon,percayalah padaku!" kata Fauzi memohon.


"Bukti lebih kuat dari pada ucapan Fauzi!" kata dokter Nisa.


"Kak,sabar ya!" kata Aisyah.


"Ayo pulang!" kata dokter Nisa meninggalkan ruangan itu.


"Mulai besok,aku tidak ingin melihat wajahmu!" kata Yudistira.


"Tuan,saya bersumpah tidak melakukan itu tuan!" kata Fauzi.


"Aku tidak percaya lagi padamu! buktikan pada semua orang bahwa kau tidak bersalah!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Tuan,saya mohon,percayalah padaku tuan!" ucap Fauzi.


"Tunggu sampai bayi itu lahir! nanti setelah bayi itu lahir,tes DNA!" kata Yudistira.


"Tapi tuan,saya masih bekerja?" tanya Fauzi.


"Tidak,kau urus orang yang mengandung anakmu! om,ayo pulang! ayo semuanya pulang,biarkan pasangan haram ini!" kata Yudistira.


"Ayo tuan muda,silahkan duluan!" kata Akbar.


Akbar menatap Fauzi sinis setelah Yudistira dan seluruh anggota keluarga keluar rungan.


Fauzi bangkir dari duduknya.Dari tadi dia tidak bertindak karena ada ayah dan keluarga tuannya.


"Apa yang kau lakukan Reska? kenapa kau mempermalukan aku? bukan hanya mempermalukan aku,kau juga mempermalukan keluarga tuan Tira,dan keluarga calon istriku!" kata Fauzi dengan menggunakan nada bicara yang tinggi sehingga menggema di seluruh ruangan gedung itu.


"Aku mencintaimu Fauzi,aku melakukan ini agar kau menikahi ku Fauzi,aku mempermalukan keluarga si Yudistira sialan itu karena dia juga sudah mempermalukan ku!" jawab Reska.

__ADS_1


"Kau mencintaiku,tapi kau bahkan menyerahkan kehormatan mu kepada pria lain.Jika kau benar benar mencintaiku,kau tidak akan memberikan atau menjual kehormatan mu pada orang lain.Dan jika kau benar benar mencintaiku,kau akan melaksanakan semua perintahku selama itu baik bagimu dan bagiku!" kata Fauzi.


"Tapi aku melakukan itu demi mu,demi bisa membatalkan pernikahanmu,sejak kau bertunangan dengan dokter itu,aku sudah frustasi,aku sudah menyerahkan kehormatan ku kepada pria lain,namun ternyata aku hamil,dan itu membuatku punya ide untuk membatalkan pernikahanmu dengan alasan aku sedang mengandung anakmu!" kata Reska.


"Apa kau tahu,walaupun aku sudah batal nikah,dan memang yang sebenarnya aku masih punya rasa padamu,aku tidak sudi menikahi wanita seperti kamu.Kau telah menjadi wanita hina asal kau tahu itu.Jangankan menikah denganku,bertatap muka saja sudah tidak pantas!" bentak Fauzi.


"Kau tega Fauzi,kau...kau..." Reska menangis.


"Jangan menangis,aku sudah bosan melihat air mata bohongan yang keluar dari matamu.Sekarang aku ingin bertanya padamu,dan jawab jujur,kalau tidak,aku akan melakukan hal yang di luar dugaanmu!" kata Fauzi.


"Apa?" tanya Reska.


"Siapa ayah dari anak yang kau kandung?" tanya Fauzi dengan wajah serius.


"Kau Fauzi,kau ayah dari anak yang ku kandung!" jawab Reska.


"Aku tidak pernah melakukan dosa itu Reska! jawab jujur!" bentak Fauzi.

__ADS_1


"Kau saat itu sedang mabuk,jadi tidak mungkin kau menyadari kesalahanmu!" Reska tak kalah menaikkan nada bicaranya.


__ADS_2