
Allahuakbar Allahuakbar
Suara adzan subuh berkumandang di mesjid mesjid mengajak seluruh umat muslim untuk melaksanakan kewajibannya.
Seperti Biasa Aisyah bangun,mandi,sholat.Setelah sholat dia menghapal Al-Fiyah.Aisyah sudah hampir menghapal delapan ratus bait Al-Fiyah yang seluruhnya mencapai seribu dua bait.Walaupun Al-Fiyah berarti seribu,dalam bahasa arab,namun isi dari bait tersebut seribu dua.
Aisyah termasuk santri terpandai di pesantrennya.Dia juga sudah menghapal dua puluh juz Al-Qur'an.
Selesai menghapal Al-Fiyah Aisyah membantu para pelayan di rumahnya.
Aisyah memasak membantu para pelayan di rumahnya.Dia memasak nasi goreng,karena sudah lama dia tidak makan nasi goreng.
Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan siap untuk menyantap sarapan.
''Aisyah,kamu sudah benar benar sembuh?'' tanya mama Lena.
''Sudah ma,kan kata kak Nisa juga aku hanya kecapekan!'' jawab Aisyah yang masih mengambilkan nasi goreng untuk papa Dimas.
''Tapi kata Nisa,kamu bukan hanya kecapekan! tapi kamu juga terlalu banyak pikiran!'' ucap mama Lena.
''Iya ma,memang kemarin aku lagi banyak pikiran!'' jawab Aisyah.
''Apa kamu memikirkan tentang perjodohanmu dengan Yudistira?'' tanya mama Lena.
''Ah emh nggak ma,aku gak mikirin itu! lagian aku sudah ikhlas kok di jodohkan sama kak Tira,dia orangnya baik,perhatian dan juga tampan!'' jawab Aisyah..
''Apa kamu sudah mulai mencintainya?'' tanya mama Lena.
''Mungkin ma,gak tahu ma! Aisyah bingung dengan perasaan Aisyah sendiri!'' jawab Aisyah.
__ADS_1
''Sudah sudah,ayo makan! nanti sambung lagi ngobrolnya!'' kata papa Dimas.
''Iya pa!'' jawab mama Lena.
Mereka pun makan tanpa berucap sama sekali.Hanya suara sendok yang beradu dengan piring.
''Assalamualaikum!'' teriak seseorang dari arah depan pintu.
''Biar aku lihat!'' kata Aisyah.
Aisyah pergi meninggalkan meja makan dengan makanan yang belum habis.
''Assalamualaikum!'' teriak seseorang itu lagi.
''Waalaikumusalam,sebentar!'' jawab Aisyah.
Aisyah pun membukakan pintu yang di ketuk.Tapi pas di lihat tidak ada orang.
Aisyah tersenyum melihat siapa yang menyodorkan bunga nawar itu ke depannya.
''Kak Tira,apa apa sih!'' ucap Aisyah sambil tertawa kecil.
''Good morning my dear!'' kata Yudistira dengan senyum mengambang di wajahnya dengan pakaian dinas siap untuk bekerja.
''Good morning too!'' jawa Aisyah.
''Ini ambi,ini untuk mu!'' kata Yudistira menyodorkan bunga mawar itu.
''Terima kasih!'' jawab Aisyah menghirup aroma mawar itu.
__ADS_1
''Romantis gak?'' tanya Yudistira.
''Lumayan!'' jawab Aisyah.
''Kok lumayan? ah ya sudah lah aku akan mencoba yang lebih dari ini lain kali!'' kata Aisyah.
''Hahah,sudah sudah,ayo bangun,nanti celananya kotor kan mau kerja!'' kata Aisyah menyuruh Yudistira bangun dari posisinya yang menekuk sebelah lutut.
''Kamu sudah siap?'' tanya Yudistira.
''Belum kak,aku masih sarapan! belum ganti baju! kak Tira sudah sarapan?'' tanya Aisyah.
''Sudah! kalau begitu aku tunggu di sini aja ya? kamu selesaikan saja sarapannya dan ganti baju! aku akan menunggumu!'' kata Yudistira.
''Kalau lama bagaimana?'' tanya Aisyah.
''Aku akan menunggumu mencintaiku seperti ku mencintaimu! karena aku yakin pelan pelan kamu akan jatuh cinta padaku jika aku tetap berusaha meyakinkanmu! karena apa? karena hatiku hanya untukmu!'' jawab Yudistira.
''Ish bucin!'' kata Aisyah.
''Bucin itu apa?'' tanya Yudistira.
''Budak Cinta!'' jawab Aisyah,lalu mereka tertawa bersama.
Ekhem
''Sepertinya bunga mawar membuat bahagia di pagi hari!'' sindir papa Dimas.
''Ish papa apaan sih,udah ah aku mau nerusin dulu sarapanku! kak Tira tunggu dulu!'' kata Aisyah.
__ADS_1
''Iya!'' jawab Yudistira.