Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Pedagang


__ADS_3

''Wah namanya bagus!'' puji mbak Liana.


''Ah mbak bisa saja,nama mbak juga bagus!'' puji balik Aisyah yang masih mengotak atik hand phone nya berusaha menyimpan nomer Mbak Liana.


''Kak ini aku chat ya?!'' kata Aisyah sambil menuliskan pesan kepada mbak Liana agar mbak Liana juga menyimpan kontak Aisyah.


''iya Aisyah!'' jawab mbak Liana


Drrrt drrt ting...


Suara sesuatu di saku baju mbak Liana.


''Nah ini udah sampai pesannya Aisyah!'' kata mbak Liana membuka hand phone miliknya.


''Iya kak,silahkan di save aja!'' kata Aisyah.


''Oke!'' jawab mbak Liana yang juga mengotak atik hand phone miliknya juga.


Bus pun mulai melaju meninggalkan terminal kota itu.


Sudah hampir pertengahan jalan menuju ibu kota.Hampir semua penumpang terlelap tidur.Aisyah hanya memainkan hand phone nya.Aisyah melihat mbak Liana yang sudah tidur dengan nyenyak nya.Tiba tiba bus berhenti.

__ADS_1


Ada tukang jualan asongan yang ingin masuk ke dalam bis dan ingin dagang di dalam bus.


''Neng mau,jajan?'' tanya pedagang itu sambil menyodorkan rupa rupa dagangan.Diantaranya,tahu sumedang,manisan mangga,permen,cimol,serta minuman minuman.


Kebetulan Aisyah merasa lapar karena tadi di pesantren Aisyah tidak sempat makan.


''Ah iya boleh pa,ada apa aja?'' tanya Aisyah kepada pedagang itu.


''Ini neng cuman ada tahu sumedang,manisan mangga,permen,cimol,serta minuman minuman!'' jawab pedagang yang bisa disebut sudah tua.


''Ah saya mau tahu sumedang tiga bungkus,cimol dua bungkus,manisan mangga,dan emh apa lagi ya?! ah iya ini aja!'' jawab Aisyah sambil menunjuk nunjuk jajanan yang ingin dia beli,termasuk air mineral.


''Ah iya jadi berapa pak?'' tanya Aisyah.


''Semuanya kadi dua puluh sembilan ribu neng!'' jawab pedagang itu.


''Oh iya pak,sebentar!''jawab Aisyah,lalu mengambil uang kertas berwarna merah dengan gambar presiden pertama indonesia.


''Ini pak uangnya!'' ucap Aisyah menyodorkan uang itu.


''Ah neng gak ada uang pas? bapak belum ada kembaliannya!'' jawan pedagang itu.

__ADS_1


''Iya gak apa apa pak,kembaliannya buat bapa aja!'' jawan Aisyah.


''Tapi ini terlalu banyak neng!'' ucap pedagang itu yang masih tidak mau menerima uang dari Aisyah.


''Iya gak apa apa pak,ini ambil aja!'' kata Aisyah.


''Ya sudah neng terima kasih,semoga neng banyak rezeki,banyak ilmu,sehat selalu,panjang umur,dan mendapat jodoh yang baik juga seperti neng!'' kata pedagang itu sambil mengambil uang yang dari tadi di sodorkan Aisyah.


''Iya amin pak,terima kasih doa nya!'' jawab Aisyah.


''Ya sudah neng,bapak permisi dulu!'' jawab pedagang itu.


''Iya pak hati hati!'' jawab Aisyah yang hanya di jawab dengan senyuman dan anggukan oleh bapak pedagang hati itu.


𝘉𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘢𝘺𝘢,𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘺𝘢,𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘮𝘱𝘪𝘭𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘭𝘪𝘮 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘴𝘶𝘬.𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘤 𝘶𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘤𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘪𝘯𝘵𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘥𝘪,𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨,𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘦𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘦𝘴 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩,𝘥𝘪𝘴𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘪𝘫𝘢𝘣 𝘢𝘫𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶.𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘯𝘦𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯.


Gumam pedagang itu dalam hatinya yang sangat mengagumi Aisyah.


𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...


𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚,𝙘𝙤𝙢𝙢𝙚𝙣,𝙫𝙤𝙩𝙚,𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩𝙚

__ADS_1


__ADS_2