Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Muhammad Zain Al-Aqsa


__ADS_3

"Dia tampan sekali ya kak!" kata Aisyah.


Yudistira,Aisyah,mami Reva,Papi Kevin juga kak Syam sedang berada di ruang rawat kak Liana.


Kak Liana sukses melahirkan seorang bayi laki laki yang tampan dan lucu juga sehat dengan berat badan tiga kilo delapan ons.Dan panjang nya lima puluh senti meter.


"Dia tampan seperti pamannya!" kata Yudistira.


"Mana ada,dia tampan seperti ayahnya lah!" ucap kak Liana.


"Iya,tapi tetap,ketampanan kak Syam kalah sama ketampanan ku!" Yudistira kekeh.


Kak Syam hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat adik kakak yang selalu adu omongan dimanapun dan kapanpun bagaimanapun.


"Sudah sudah,kalian ini gimana sih? yang jelas anak ini mirip kakeknya!" papi Kevin ikut nimbrung.


"Yah,papi ini gimana sih? udah tua juga masih aja ingin di sebut tampan!" kata mami Reva.


"Ya papi emang tampan mi!" kata papi Kevin.


"Terserah!"


"Kak,kamu sudah memberinya nama?" tanya Yudistira.


"Jangan beri tahu dia mas!" kata kak Liana.


"Apaan sih? diam!" kata Yudistira.


"Muhammad Zain Al-Aqsa!" jawab kak Syam.


"Nama yang bagus!" kata mami Reva.


"Di panggilnya Zain ya?" tanya Yudistira.


"Iya!" jawab kak Syam.

__ADS_1


"Gak pakai Zubair? atau Al-Bart?" tanya papi Kevin.


"Jangan,Khai juga gak pakai Al-Bart,ataupun Nugraha!" ucap Yudistira.


"Mami lupa siapa sih nama lengkap Khai?" tanya mami Reva.


"Sama nama cucu sendiri lupa,namanya Khaira Astira Manunggal!" jawab Yudistira.


"Tetap aja pakai nama kamu di belakangnya!" kata kak Liana.


"Heheh,iya juga,kak Syah juga pakaikan saja namanya,jangan nama ayah kak Syam,dan nama Al-Bart,apalagi Al-Bart itu nama yang sudah lama,yang sudah di pakai dari kakek buyut!" kata Yudistira.


"Ah gak usah,udah namanya itu saja! sebenarnya Zubair juga nama guru kakek saya!" kata kak Syam.


"Ooouh!" Yudistira sambil mengangguk angguk.


"Astaghfirullah,mas,apa kamu sudah memberi tahu abi?" tanya kak Liana.


"Astaghfirullah,belum,aku akan menghubunginya sekarang!" mencari hand phone nya di saku celana.


"Benarkah? jangan bercanda Tira!" tanya kak Liana.


"Tidak,aku tidak bercanda!" kata Yudistira.


"Ya sudah,baguslah!" kata kak Liana.


"Terima kasih!" kata Yudistira menyindir.


"Sama sama adikku!" jawab kak Liana.


"Terima kasih Tira!" kata kak Syam.


"Hahah,iya sama sama kak!" jawab Yudistira.


"Khai mana?" tanya kak Liana.

__ADS_1


"Di rumah!" jawab Aisyah.


"Gak di bawa?" tanya kak Liana.


"Iya!" jawab Aisyah.


"Kenapa? dia sama siapa di rumah?" tanya kak Liana.


"Dia sama Septi kak,tadi dia masih tidur saat kami berangkat ke sini!" jawab Aisyah.


"Ooh!"


"Mi,aku boleh nyoba gendong gak?" tanya Aisyah pada mami Reva yang sedang menggendong bayi tampan baru lahir.


"Ah ya sudah,ini gendonglah!" mami Reva memberikan Zain ke Aisyah.


"Semoga anakku juga laki laki,biar nanti berantem!" kata Yudistira sambil memandang Zain yang di gendong Aisyah.


"Pernah di USG?" tanya kak Liana.


"Pernah!" jawab Aisyah.


"Apa jenis kelaminnya?" tanya kak Liana.


"Kalau di lihat pas USG sih perempuan,tapi gak tahu!" jawab Aisyah.


"Iya,apa USG itu akan benar?" tanya Yudistira.


"Biasanya benar,kakak juga gitu,di USG laki laki dan nyatanya memang laki laki!" jawab kak Liana.


"Semoga USG itu salah,aku ingin anak laki laki!"


kata Yudistira.


"Kalaupun anak itu perempuan,kan kamu bisa bikin lagi yang laki laki!" kata kak Syam yang membuat semua orang menatapnya karena tidak seperti biasanya kak Syam bercanda.

__ADS_1


__ADS_2