
Aisyah menyodorkan kakinya ke depan pria tua itu yang bernama Abah Asep.
Abah Asep mencoba membuka kaos kaki yang Aisyah pakai.
''Ah abah,bisa tidak kalau kaos kakinya gak di buka?'' tanya Aisyah.
''Tapi bagaimana abah mau lihat kaki nona?'' tanya abah Asep.
''Abah,saya mohon! walaupun umur abah dan saya sangat beda jauh,tapi abah tetap bukan muhrim saya!'' kata Aisyah.
''Ya sudah,abah akan mencobanya!'' jawab abah Asep.
Abah Asep mulai mengurut kaki Aisyah dengan perlahan dengan namun Aisyah tetap menjerit kesakitan.
''Auw,pelan pelan bah,astagfirullah!'' Aisyah memegang pegangan kursi.
''Bah,pelan pelan dong,lihat calon istriku kesakitan!'' bentak Yudistira.
''I-i-ya tuan,ini sudah pelan!'' jawab abah Asep.
''Allahuakbar!'' Aisyah menarik tangan mama Lena saking sakitnya.Namun buru buru di lepaskan kembali.
''Mama,Allahuakbar!'' Aisyah menjerit.
''Tahan sayang!'' kata mama Lena.
''Aduh,sakit sayang! sakit!'' kata mama Lena yang kesakitan karena tangannya di remas oleh Aisyah.
''Tahan non,sedikit lagi!'' kata abah Asep.
Aisyah sudah siap siap menahan sakit dengan tangan memegang tangan mama Lena.
''Alhamdulillah sudah selesai non!'' kata abah Asep.
__ADS_1
''Sudah?'' Aisyah tidak percaya.
''Iya sudah non!'' jawab abah Asep.
''Lah kok gak sakit?!'' tanya Aisyah.
''Abah,tolong urut tangan saya juga! ini sakit bah!'' mama Lena menyodorkan tangan kananya yang sakit karena di remas Aisyah.
''Mama kenapa emangnya?'' tanya Aisyah tanpa rasa bersalah.
''Kamu tanya kenapa? harus mama jawab? tangan mama sakit karena di remas Yudistira!'' jawab mama Lena ketus.
''Heheh,maaf ma,aku tidak sengaja!'' jawab Aisyah.
''Nyonya,jadi di urut?'' tanya abah Asep.
''Iya jadi bah,sakit banget!'' kata mama Lena.
...Yudistira Al-Bart ❤ Aisyah Hardianti N...
''Abah tidak mematok harga den!'' jawab abah Asep.
''Kenapa bah?'' tanya Yudistira.
''Gak enak den,abah cuman mengembangkan bakat!'' jawab abah Asep.
''Abah punya klinik?'' tanya Yudistira.
''Jangankan klinik,rumah saja kecil!'' jawab abah Asep dengan mata sudah berkaca kaca.
''Abah masih punya istri?'' tanya Yudistira.
''Istri abah sudah meninggal!'' jawab abah Asep.
__ADS_1
''Terus sekarang abah tinggal sama siapa?'' tanya Yudistira.
''Abah tinggal sendirian den,anak cucu abah melupakan abah,dan meninggalkan abah sendirian! mereka tidak mengenal belas kasih,tidak tahu terima kasih! mereka sukses tapi melupakan orang tua mereka!'' abah Asep meneteskan air.
''Maaf bah,aku membuat abah jadi sedih!'' kata Yudistira.
''Tidak apa apa nak!'' kata Yudistira.
''Abah mau gak bekerja sama saya?'' tanya Yudistira.
''Bekerja apa den? apa sudah tua,tenaga juga sudah mulai berkurang!'' jawab abah Asep.
''Pendapatan abah berapa sehari?'' tanya Yudistira.
''Gak menentu den,kadang dapat uang kadang tidak!'' jawab abah Asep.
''Abah tidak ada pekerjaan lain selain menjadi tukang urut?'' tanya Yudistira.
''Tidak ada den!'' jawab abah Asep.
''Begini,saya akan memperkerjakan abah di rumah saya! rumah saya itu tidak terurus! jika abah mau,abah boleh bekerja di sana,mengurus rumah itu dan menempati rumah itu.Gimana bah mau?'' tanya Yudistira.
''Benar den? Alhamdulillah den,aden telah membantu abah! abah mau den!'' jawab abah Asep kembali menangis.
''Sudah,abah jangan menangis lagi! tapi ada syaratnya bah!'' kata Yudistira.
''Apa syaratnya den?'' tanya abah Asep.
''Syaratnya,abah harus tinggal di sana!'' kata Yudistira.
''Ya sudah den,abah mau!'' jawab abah Asep.
''Alhamdulillah! ya sudah sekarang abah pulang di antar asisten saya! dan besok,dia juga yang akan menjemput abah dan mengantar abah ke rumah saya!'' kata Yudistira.
__ADS_1
''Iya terima kasih den!'' jawab abah Asep.