Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Taman


__ADS_3

Yudistira dan Aisyah sudah sampai di kamar utama.Semua pasilitas tersedia di sana.Televisi,kursi,speaker,wi-fi,kamar mandi,kulkas juga ada di kamar itu yang sudah terisi penuh.


"Wah kak,kamar ini lebih dari kamar kamar di hotel bintang lima!" kata Aisyah mengagumi kamar itu.


"Apa kamu pernah ke hotel bintang lima?" tanya Yudistira.


"Tidak,aku hanya membayangkannya saja.Bahkan bagi para santri,bisa tidur di atas kasur, itu sudah serasa tidur di hotel bintang lima tahu!" jawab Aisyah.


"Apa? jadi selama di pesantren kamu tidur beralas apa?" tanya Yudistira dengan wajah cemas.


"Karpet!" jawab Aisyah.


"Apa kamu bisa tidur dengan hanya beralaskan karpet?" tanya Yudistira.


"Iya,aku tidur dengan nyenyak,kecuali yang belum terbiasa!" jawab Aisyah.


"Ada berapa kamar di pesantren mu itu?" tanya Yudistira.


"Dua puluh kamar!" jawab Aisyah.


"Sekamar diisi berapa orang?" tanya Yudistira.


"Ada yang empat,ada yang lima,ada juga yang enam!" jawab Aisyah.

__ADS_1


"Aku akan membelikan dua puluh kasur springbed untuk di pesantren itu.Masing masing kamar satu kasur!" kata Yudistira.


"Ah tidak kak,di pesantren memang seperti itu,tidak boleh ada kemewahan,bukan tidak boleh jadi agar bisa bersyukur dengan apa yang ada!" kata Aisyah.


"Tapi,apa di semua pesantren seperti itu?" tanya Yudistira.


"Rata rata seperti itu.Bahkan ada yang lebih dari itu!" jawab Aisyah sambil berjalan ke arah kasur empuk yang ada di kamar itu dan membaringkan tubuhnya tengkurap.


"Andai saja,dulu aku masuk pesantren!" kata Yudistira sambil berjalan dan duduk di atas ranjang di samping Aisyah.


"Kenapa gak sekarang aja kak? tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu!" kata Aisyah yang juga duduk di samping suaminya.


"Beberapa faktor yang menghalangi,sekarang aku sudah punya istri yang harus aku nafkahi,tidak seperti dulu,aku belum punya tanggung jawab.Yang kedua aku akan capek bekerja dan masih banyak alasan untuk mencari ilmu!" kata Yudistira.


"Kalimat itu yang aku tinggu dari tadi!" kata Yudistira sambil menatap mata istrinya dengan penuh cinta.


"Aku juga tahu kakak ingin aku mengatakan itu!" jawab Aisyah dan duduk di samping suaminya.


"Apa kamu tidak ingin melihat taman?" tanya Yudistira.


"Apa rumah ini ada tamannya?" dengan wajah bahagia.


"Ada!" jawab Yudistira.

__ADS_1


"Ayo kita lihat kak!" Aisyah langsung bangun berjalan ke pintu keluar kamar.


Yudistira mengikuti istrinya yang bersemangat ingin melihat taman.


Sesampainya di taman kecil belakang rumah,Aisyah langsung bermain air yang ada di kolam kecil di tengah tengah taman kecil itu.


"Kenapa gak di isi dengan ikan hias kak?" tanya Aisyah.


"Ikannya masih dalam perjalanan ke sini,mungkin besok baru datang!" jawab Yudistira.


"Kenapa lama sekali?" tanya Aisyah.


"Karena jauh!" jawab Yudistira singkat.


"Jauh? emangnya dari mana ikannya?" tanya Aisyah.


"Dari pulau!" jawab Yudistira duduk di samping Aisyah dan memasukan kakinya ke dalam kolam.


"Kenapa jauh jauh kak? kan banyak ikan hias di tukang ikan!" tanya Aisyah.


"Agar ikannya bagus bagus dan tidak ada di tempat lain!" jawab Yudistira.


"Ooooh,di bawanya pakai apa?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Helikopter! sudah jangan tanya lagi! kamu sudah seperti wartawan!!" jawab Yudistira.


__ADS_2