Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Nur


__ADS_3

"Ini anak siapa kak?" tanya Sinta.


"Ish,sudah ku bilang kan,aku tidak mau di panggil kakak oleh kalian,kalian sahabatku!" kata Aisyah.


"Hahah,tapi kamu lebih tua dari pada kami!" kata Sinta.


"Mulai,sekarang,jangan pernah panggil aku kakak,panggil nama ku saja,kalau tidak,aku tidak akan menganggap kalian sahabat!" kata Aisyah.


"Ah iya iya,maaf maafkan kami!" kata Sinta.


"Sekarang jawab,ini anak siapa?" tanya Santi.


"Ini anakku!" jawab Aisyah.


"Apa? tidak mungkin kau baru menikah satu bulan yang lalu bukan?" tanya Puja.


"Iya,ini anakku,ini rizki dari Allah!" jawab Aisyah.


"Apa? apa maksud mu?" tanya Nadia.


"Aku tidak mau menceritakannya.Tapi yang jelas,apa yang kalian tidak benar,aku menikah saat sudah keluar dari pesantren.Tidak mungkin aku melakukan hal itu!" jawab Aisyah.


"Alhamdulillah kalau begitu,kami ikut senang!" kata Santi.


"Eh,kenapa kalian malah di sini? bukannya menemani Teh Nurul?" tanya Aisyah.


"Kami nunggu kamu!" jawab Puja.

__ADS_1


"Lalu,umi dan yang lain di mana? aku mau menemuinya!" tanya Aisyah.


"Mereka di depan,kalau kamu mau menemuinya,ayo!" jawab Nur.


"Kenapa kau baru bicara sekarang?" tanya Aisyah.


"Hahah,aku sangat merindukanmu hingga tidak mampu untuk berkata kata!" jawab Nur dan meneteskan air matanya.Aisyah tersenyum dan merentangkan tangannya memberi kode agar Nur memeluknya.


Tanpa,di nanti nanti,Nur langsung memeluk Aisyah dengan air mata kerinduan membasahi cadarnya.


"Setiap hari aku bersamamu,setiap malam aku bersamamu,tapi sekarang,aku jauh darimu,aku tidak bisa setiap waktu bersamamu.Aku sangat merindukanmu Aisyah!" kata Nur yang masih di pelukan Aisyah.


"Aku juga merindukanmu Nur,aku merindukan kalian semua,aku merindukan suasana pesantren! sudahlah jangan menangis,lihat anakku,dia tidak pernah menangis sama sekali!" kata Aisyah sambil mengelus punggung Nur.


Nur melepaskan pelukannya dan mengelap sisa sisa air mata di matanya.Teman temannya yang lain juga ikut menangis karena terharu.


"Boleh dong!" kata Aisyah.


Nur mengambil alih Khai dari gendongan Aisyah dan menimangnya.


"Kak,kak Fauzi mana?" tanya Aisyah.


"Entah!" jawab Yudistira singkat karena dari tadi dia di cuekin.


"Aku mau buat susu kak,termos dan susunya di tas yang di bawa kak Fauzi!" kata Aisyah.


"Aku akan menelponnya!" kata Yudistira dan pergi ke luar rumah.

__ADS_1


"Sepertinya suami kamu merajuk karena di cuekin dari tadi!" kata Sinta membuat semua tertawa.


"Hahah,iya aku juga menyangkan seperti itu!" kata Aisyah.


"Siapa namamu sayang?" tanya Nur kepada Khai.


"Khaira Astira Manunggal namaku tante!" jawab Aisyah dengan suara yang di buat kecil.


"Wah namanya bagus!" kata Sinta.


"Itu nama buatan siapa?" tanya Santi.


"Buatan abi tercintanya!" jawab Aisyah.


"Nih!" kata Yudistira menyodorkan tas.


"Terima kasih!" kata Aisyah dengan nada rendah.Sedangkan para sahabatnya menahan tawa dengan cara tersenyum lebar.


"Aku mau ke toilet!" kata Yudistira.


"Jangan keluar rumah,di rumah ini juga ada kamar mandi.Pergilah ke dapur dan di sana ada kamar mandi!" kata Aisyah.


"Baiklah!" Yudistira langsung pergi ke tempat yang di tunjukan istrinya.


"Kamu kenapa sih?" tanya Puja.


"Tidak apa apa,cuman mau ngasih pelajaran aja!" jawab Aisyah sambil membuat susu.

__ADS_1


Sahabatnya yang lain sibuk mengajak main Khai.


__ADS_2