Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Pingsan


__ADS_3

"Bi,Ini toyong,bi!" Khai teriak teriak dari lantai atas.


"Ada apa Khai?" tanya bi Rini sambil berlari menaiki tangga menghampiri Khai.


"Umi,bi,umi tiduy tapi gak bangun bangun!" jawab Khai.


"Ya sudah ayo kita lihat!" bi Rini memangku Khai dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Astagfirullah nona!" bi Rini langsung berlari menghampiri tempat tidur di mana Aisyah terbaring.


"Non,nona bangun nona!" bi Rini menggoyang goyangkan pundak Aisyah pelan.


Bi Rini mencari minyak angin atau minyak telon milik Khai.Bi Rini mengoleskan minyak itu sedikit di telapak jari tangannya.Dan menempelkannya di hidung Aisyah agar Aisyah bisa sadar,namun itu tidak berhasil,Aisyah tidak sadar.


"Kamu tunggu dulu di sini ya,bibi akan panggil yang lain!" kata bi Rini dan di balas anggukan oleh Khai.Bi Rini langsung berlari menuju dapur di mana para pelayan bekerja.


"Umi,umi bangun umi!" Khai menangis.


Bi Rini kembali datang dengan tiga orang lainnya yaitu Sri,Hilda,dan Septi.


Bi Rini memakaikan cadar Aisyah.Karena dia tahu bahwa nona nya itu tidak bisa keluar jika tidak memakai cadar.


"Sepertinya di kamar sebelah ada kursi roda,coba ambil!" kata bi Rini yang memang di sebuah ruangan ada alat alat tertentu yang bisa di butuhkan saat darurat.

__ADS_1


"Biar saya ambil bi!" Sri langsung berlari mencari kursi roda.


"Septi,coba kamu telepon tuan Tira!" kata bi Rini.


"Baik bi!" Septi langsung berlari untuk menelepon tuannya.


Tut tut tut


Telepon itu tidak di angkat.


"Teleponnya tidak di angkat bi!" kata Septi yang sudah kembali ke kamar Aisyah.


"Ya sudah,nanti saja kita lapor sama tuan Tira,sekarang bantu dulu memindahkan nona ke kursi roda!" kata bi Rini.


"Hilda,kamu jaga dulu Khai!" kata bi Rini.


"Iya bi!" jawab Hilda.


"Gak mau,ai mau cama umi!" kata Khai.


"Ya sudah,bawa saja Khai bersama mu!" kata bi Rini.


"Iya bi,sini Khai!" Hilda mangku Khai.

__ADS_1


Sesampainya di lantai bawah,para pelayan laki laki sudah berjajar dengan wajah sudah khawatir melihat nona mereka tak berdaya.


"Siapkan mobil!" kata bi Rini.


Diki langsung berlari ke garasi untuk menyiapkan mobil.


"Ayo bi,mobil sudah siap!" kata Diki.


Lagi lagi para pelayan kesusahan untuk memasukan Aisyah ke dalam mobil.Sedangkan para pelayan laki laki tidak bisa berbuat apa apa.


"Kalian kabari tuan Tira,Nona Aisyah akan di bawa ke rumah sakit Al-Bart Hospital!" kata bi Rini.


"Baik bi!" jawab Kresna.


"Ya sudah,kami pergi dulu,Assalamualaikum!" kata bi Rini dan masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke rumah sakit.


Khai tidak berhenti menangis melihat uminya yang seperti tidak bernyawa.


"Umi,ai cayang cama umi!" kata Khai.


"Sudah ya,kamu jangan nangis,umi tidak papa,kamu berdoa ya!" kata Hilda.


"Ya Allah,(bukan Khai sudah bisa menyebut asam Allah dengan benar ya,namun Author tidak berani) Ya Allah,toyong umi ai ya Allah,ai cayang cama umi ya Allah!" kata Khai berdoa.

__ADS_1


Bi Rini dan Hilda juga ikut menangis melihat Khai yang sedih melihat uminya.


__ADS_2