
''Bagaimana non?'' tanya orang itu.
''A-aku'' Aisyah gugup.
''Kalau tidak sanggup bicara karena bahagia,cukup anggukan kepala saja!'' ucap papa Dimas.
Aisyah semakin gugup karena menjadi pusat perhatian.
''Aisyah,jawablah sesuai dengan apa yang hatimu inginkan!'' bisik Ustadzah Nurul.
''Bagaimana non? Kasian tuan Tira sudah tidak sabar menunggu jawaban!'' celetuk bapak itu yang membuat muka Yudistira memerah malu.
Aisyah pun menganggukkan kepalanya tanda dia menerima lamaran itu.Seketika suasana yang hening menjadi ramai dengan sorak dan tepuk tangan.
''Pasangkan cincin nya di jari manis Aisyah Tira!'' ucap papi Kevin.
Yudistira mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam yang berisikan cincin berlian.
''Aisyah duduknya ke depan sayang!'' ucap mami Reva pada Aisyah.
Aisyah hanya menurut dan duduk di tengah tengah orang orang.
''Ayo pasangkan cincinnya Tira!'' perintah papa Kevin.
Yudistira sudah siap untuk memasangkan cincin itu di jari manis tangan sebelah kiri Aisyah.
''Ayo berikan tanganmu Aisyah!'' ucap mama Lena.
__ADS_1
''Emh tante,bisa tidak kalau yang memasangkan cincin di tanganku tante saja?'' tanya Aisyah pada mami Reva.
''Hah? oh iya boleh sayang!'' jawab mami Reva yang sedikit kaget namun mengerti maksud Aisyah.
''Berikan!'' ucap mami Reva pada Yudistira.
''Ini mi!'' Yudistira langsung tidak bersemangat dan kembali duduk di tempatnya yang semula.
''Kamu jangan masang muka kecewa,keliatan banget berharapnya!'' bisik kak Liana pada adiknya itu.
Mami Reva memasangkan cincin berlian itu.Cincin itu sangat cocok di lengan Aisyah karena mami Reva membelinya dengan mama Lena.Kebetulan ukuran tangan mama Lena dan Aisyah sama.
Setelah cincin itu terpasang dengan sempurna,semua orang bertepuk tangan dan bersorak.
''Kepada para tamu,silahkan untuk menikmati jamuan dari bapa Dimas!'' ucap pembawa acara.
''Hai,Aisyah,kamu masih ingat aku gak?'' tanya Liana.
''Mbak Liana kan? kok mbak bisa ada di sini?'' tanya Aisyah.
''Sebenarnya,Yudistira itu adikku,jadi sekarang kamu jangan panggil aku mbak,panggil aku kakak!'' jawab Liana.
''Ah iya mbak eh kak!'' jawab Liana.
''Liana,kamu gak ingat sama aku?'' tanya Ustadzah Nurul.
''Siapa ya?'' tanya Liana.
__ADS_1
''Ini Teh Nurul kak,katanya teman kakak!'' jawab Aisyah.
''Nurul? ini bener Nurul? hahah maaf aku gak mengenalimu karena kamu pakai cadar! kamu makin cantik deh!'' ucap kak Liana.
''Ah kamu bisa saja,kamu apa kabar?'' tanya Ustadzah Nurul.
''Baik!'' jawab Liana.
''Kakak!'' teriak Yudistira dan langsung duduk di samping kakaknya seperti Rizal jika sedang bermanja pada Aisyah.
''Kamu ini apa apa in sih,kamu ini udah besar,udah tunangan masih kaya anak kecil,gak malu sama calon istrimu?'' kata kak Liana sedangkan Aisyah hanya tertunduk.
Yudistira tidak sadar bahwa ada calon istrinya.Dia hanya cengengesan menahan malu.
''Nurul,kamu mau nginep?'' tanya Liana.
''Iya Teteh harus nginep!'' sahut Aisyah.
''Iya iya Teteh nginep kok!'' jawab Ustadzah Nurul.
''Terus kapan pulangnya?'' tanya Liana.
''Minggu depan!'' jawab Aisyah cepat.
''Ah tidak,besok siang aku akan pulang!'' jawab Ustadzah Nurul.
''Naik apa? bis?'' tanya Liana.
__ADS_1
''Iya,atau taksi!'' jawab Ustadzah Nurul.