Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Cinta


__ADS_3

Sebulan telah berlalu keluarga Yudistira dan Aisyah semakin harmonis.Mereka semakin bahagia dengan adanya bayi di antara mereka.


Aisyah sudah mulai terbiasa begadang,dan Yudistira selalu menemani sambil mengerjakan pekerjaan kantornya.


"Tak terasa ya kak,sudah satu bulan kita bersama Khai!" kata Aisyah setelah sholat isya berjamaah dengan suaminya.


"Iya sayang,semoga rumah tangga kita semakin bahagia ke depannya!" kata Yudistira.


"Amin mudah mudahan!" kata Aisyah.


"Kenapa Khai belum bangun juga? biasanya jam segini dia sudah bangun dan minta susu!" tanya Yudistira.


"Oh iya ya,sudah dua jam lebih dia tidur,lebih baik aku bangunin Khai dulu ya!" jawab Aisyah.


"Iya!" kata Yudistira sambil membereskan sajadah.


"Ternyata dia sudah bangun kak!" kata Aisyah menggendong Khai.


"Wah,anak abi sudah bangun,ayo sini!" kata Yudistira menengadahkan tangannya.Aisyah memberikan Khai pada Yudistira.


"Sebentar ya,aku akan buatkan dulu susu!" kata Aisyah berlalu pergi membuatkan susu untuk Khai.

__ADS_1


Yudistira membawa anaknya itu duduk di atas ranjang empuk miliknya.


Aisyah juga ikut duduk di samping suaminya yang sedang berusaha membuat anaknya tersenyum dengan wajah anehnya.


Bukan Khai yang tersenyum malah Aisyah yang tertawa.


"Kamu apa apaan sih kak,hahah lucu!" kata Aisyah.


"Aku ingin dia tertawa,bukan kamu yang tertawa!" kata Yudistira ketus.


"Hahah iya maaf!" kata Aisyah berusaha berhenti dari tawanya.


"Sayang,apa kamu sangat menyayangi anak ini?" tanya Yudistira menatap serius pada istrinya.Aisyah yang tertawa tiba tiba berhenti setelah mendengar pertanyaan suaminya.


"Tapi,kamu juga merawat ku,tapi kamu tidak menyayangiku!" kata Yudistira.


"Kata siapa aku tidak menyayangimu?" tanya Aisyah.


"Aku merasakannya!" jawab Yudistira.


"Astagfirullah kak,aku menyayangimu,aku mencintaimu.Dengan cara apa aku harus membuktikannya kak?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Benarkah??" tanya balik Yudistira dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipi.


"Iya kak,aku sadar aku mencintai kakak sejak aku punya Khai.Aku baru mengetahui rasa cinta yang sebenarnya! sejak dulu aku mau mengakuinya,namun rasa malu ku lebih besar dari pada kemauanku!" jawab Aisyah.


"Alhamdulillah aya Allah,Khai,engkau pembawa berkah dalam keluarga ini!" kata Yudistira memeluk erat Khai.


"Aku minta maaf kak,aku terlambat menyadari dan mengetahui rasa ini,padahal kakak sudah membuktikan rasa cinta kakak padaku sejak dulu!" kata Aisyah.


"Tidak apa apa sayang,lebih baik terlambat dari pada tidak!" balas Yudistira kembali meneteskan air mata bahagianya.


"Jangan menangis kak,Khai aja gak pernah menangis,masa abinya menangis?" tanya Aisyah.


"Maaf kan abimu yang cengeng ini Khai sayang!" kata Yudistira.


"Berikan,aku akan memberinya susu!" kata Aisyah.Yudistira memberikan Khai pada Aisyah agar di beri susu.Karena Khai sudah sangat lapar.


Alhamdulillah ya Allah,ternyata rencana mu lebih indah dari pada rencana ku! gumam Yudistira dalam hatinya sambil menatap dalam seorang ibu yang menggendong anaknya yang dia cintai.


Jarum jam sudah menunjuk ke angka sembilan.Biasanya,dia sudah tidur saat pukul setengah sembilan sudah tidur.


"Kenapa dia belum tidur?" tanya Yudistira.

__ADS_1


"Gak tahu kak,mungkin dia belum ngantuk!" jawab Aisyah.


"Sepertinya dia ikut merasakan kebahagiaan yang abinya rasakan!" kata Yudistira.


__ADS_2