Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Kabar sedih


__ADS_3

"Aku minta maaf!" kata Yudistira dengan mata kembali berkaca kaca.


"Lah,kenapa minta maaf kak? Aku bukan mau kakak minta maaf,tapi aku mau kakak memperlihatkan anakku! pasti dia sangat cantik!" kata Aisyah.


"Sayang!" Yudistira malah menangis dan memeluk Aisyah karena mendengar kalimat Aisyah yang mengatakan anaknya cantik.Dia jadi teringat wajah anak perempuannya yang memang cantik karena kulitnya yang putih bersih.


"Kenapa kak?" tanya Aisyah.


"Dia memang cantik sayang,sangat sangat cantik! dia juga sangat mirip denganmu!" kata Yudistira.


"Aku ingin melihatnya kak,membayangkannya saja tidak cukup!" kata Aisyah.


"Kamu harus ikhlas!" kata Yudistira.


"Harus ikhlas? kenapa?" Aisyah.


"D-di-dia akan menunggu kita di surga!" kata Yudistira.


"Apa? apa maksudmu kak? jangan bicara sembarangan! dia masih hidupkan?" tanya Aisyah.


"Tidak sayang,tidak! maafkan aku!" jawab Yudistira semakin mempererat pelukannya.


"Apa yang kamu katakan kak?" Aisyah mulai meneteskan air matanya.


"Kita harus ikhlas sayang!" kata Yudistira.


"Gak kak,gak mungkin!" kata Aisyah.

__ADS_1


"Aku mohon sayang,kamu harus ikhlas!" kata Yudistira.


"Aku belum memeluknya kak,aku belum melihat senyumannya!" kata Aisyah dengan tangisan.


Yudistira hanya bisa memeluk Aisyah yang menangis.Dia tidak bisa berkata apa apa lagi.Hatinya juga masih belum ikhlas di tinggalkan putrinya.


"Kamu harus ikhlas ya!" kata Yudistira saat tangisan Aisyah sudah mulai mereda.


"Bagaimana aku bisa ikhlas kak,dia meninggalkanku tanpa aku memeluknya dulu! dia meninggalkan ku tanpa dia melihatku dulu!" kata Aisyah dengan suara serak.


"Minum dulu ya?!" Yudistira melepaskan pelukannya dan mengambilkan gelas berisi air mineral.


Dia minumkan ke Aisyah dengan pelan pelan.


"Apa aku bisa melihatnya untuk yang terakhir kali?" tanya Aisyah dengan lemas.


"Ya Allah,kenapa kau memberi cobaan seberat ini ya Allah!" Aisyah kembali menangis.


"Sabar sayang sabar,semua akan ada hikmahnya!" kata Yudistira.


"Tapi kak!" Aisyah tidak berhenti menangis.


"Mau lihat potonya?" tanya Yudistira.


"Mau!" jawab Aisyah.


Yudistira mengeluarkan hand phone dari saku celananya dan membuka galeri untuk melihat foto Syifa anak perempuannya yang sudah meninggalkannya lebih dulu.

__ADS_1


"Dia sangat cantik kak!" Aisyah tersenyum namun menangis melihat kecantikan putrinya yang hanya dia bisa lihat di gambar saja.


"Umi sangat sayang kamu nak! tapi kamu malah meninggalkan umi!" kata Aisyah sambil mengusap usap layar hand phone Yudistira yang tertera foto Syifa anak mereka di sana.


Tok tok tok


"Permisi,Assalamualaikum!" kata seseorang dari arah luar.


"Waalaikum salam!" jawab Yudistira dan Aisyah.Aisyah buru buru mengusap pipi dan matanya yang basah karena menangis.


"Cadarku mana kak?" tanya Aisyah.


"Sudah,gak usah pakai cadar,palingan dokter Neta!" jawab Yudistira.


"Ya sudah kak!" jawab Aisyah.


"Sebentar ya!" kata Yudistira dan menuju pintu untuk membukakan orang yang mau masuk.


"Ada apa dok?" tanya Yudistira setelah membuka pintu.


"Boleh saya masuk tuan? saya mau memeriksa keadaan nona Aisyah!" tanya dokter Neta yang di belakangnya di ikuti dua orang suster.


"Boleh dok,silahkan!" jawab Yudistira dan dengan sopan mempersilahkan dokter Neta dan kedua suster yang menemani dokter Neta masuk.


"Alhamdulillah nona Aisyah sudah siuman!" kata dokter Neta dengan senyuman mengambang ramah di wajahnya.


"Alhamdulillah dok!" kata Aisyah sambil memaksakan tersenyum karena hatinya sangat tidak ingin senyum setelah mendengar kabar sedih anaknya...

__ADS_1


__ADS_2