Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Tanggal


__ADS_3

Semua anggota dua keluarga itu sudah duduk di kursi yang ada di ruang tamu.


''Dokter Nisa,kamu ada disini?'' tanya Yudistira.


''Ah iya tuan,kebetulan saya juga baru datang kesini!'' jawab dokter Nisa.


''Dokter Nisa ini siapanya Aisyah?'' tanya mami Reva.


''Dokter Nisa ini kakak sepupu saya mi!'' jawab Aisyah.


''Oooh,pantas cantiknya sama!'' puji mami Reva.


''Iya mi,kita memang sering di sebut kembar!'' jawab Aisyah.


''Oh iya,saya mau mengucapkan terima kasih pada tuan Tira,karena sudah menaikkan jabatan saya,dan sudah menerima saya di rumah sakit yang saya impikan sejak kuliah!'' ucap kak Liana.


''Kamu bekerja di rumah sakit mana emangnya?'' tanya papi Kevin dengan ramah.


''Awalnya di Hospital 3 tuan,cuman pas saya bertemu dengan tuan Tira,saya di suruh untuk pindah ke Hospital 1 dan menjadi kepala rumah sakit di sana! dan ternyata benar,waktu saya datang ke sana,saya di sambut oleh para pekerja di sana layaknya seorang pimpinan mereka,dan ternyata pak Fauzi yang memberi tahu mereka,atas perintah dari tuan Tira!'' jelas dokter Nisa.


''Kenapa gak langsung bekerja di Hospital pusat saja?!'' tanya papi Kevin.


''Saya belum sanggup tuan,tuan Tira juga menawarkan itu,namun saya yang belum siap tuan!'' jawab dokter Nisa.


''Jangan panggil tuan! panggil Tira saja! kan sebentar lagi aku akan menjadi adik sepupumu!'' kata Yudistira.


''Hahah iya baik tuan,eh Tira!'' jawab dokter Nisa.

__ADS_1


Aisyah datang berdampingan dengan mama Lena.Aisyah membawa baki dengan gelas berisi jus jeruk di atasnya.


Aisyah menyajikan minuman itu di meja dengan sopan.


''Silahkan di minum,semuanya!'' kata Aisyah.


Mereka pun meminum minuman itu.


''Ekhem,jadi bagaimana Vin?'' tanya papa Dimas.


''Bagaimana apanya?'' papi Kevin tanya balik.


''Apa kamu sudah menentukan tanggalnya?'' tanya papa Dimas.


''Biasanya,dari pihak wanita yang menentukan tanggal Mas!'' jawab papi Kevin.


''Bagaimana kalau tanggal ....?'' tanya papi Kevin.


''Bulan sekarang?'' papa Dimas penasaran.


''Iya,bulan sekarang! menjalankan niat baik itu,lebih cepat lebih baik!'' jawab papi Kevin.


''Ya sudah,seperti yang sudah aku katakan,aku akan ngikut saja!'' kata papa Dimas.


''Bagus,kamu gimana Tira?'' tanya papi Kevin.


''Aku ngikut saja pi!'' jawab Yudistira.

__ADS_1


''Bukan ngikut saja,pasti senang kan karena pernikahannya di percepat?'' goda papi Kevin.


''Pastilah!'' jawab Yudistira tanpa rasa malu.


''Sudah ku duga!'' kata papi Kevin dan mereka tertawa bersama.


''Kamu bagaimana Aisyah?'' tanya papi Kevin.


''Saya juga ngikut saja pi!'' jawab Aisyah namun berbeda dengan Yudistira.Yudistira menjawab tanpa rasa malu,tapi Aisyah agak malu malu.


''Baiklah,jadi semua setuju ya?'' tanya papi Kevin.


''Setuju!'' jawab semua kompak.


''Silahkan di minum lagi jus nya!'' kata mama Lena.


''Ini enak banget Len,ini buatan siapa?'' tanya mami Reva.


''Buatan calon menantu mu!'' jawab mama Lena yang membuat Aisyah semakin menunduk karena malu,sedangkan yang lainnya hanya tertawa.


''Apa dokter ini sudah menikah?'' tanya mami Reva.


''Ah hmh belum nyonya!'' jawab dokter Nisa.


''Rencananya,aku mau jodohkan dia sama si Fauzi!'' ucap Yudistira.


''Apa?'' dokter Nisa kaget,namun hatinya senang karena memang dia mengagumi asisten tuan muda Al-Bart itu.

__ADS_1


__ADS_2