Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Hilman


__ADS_3

Saat mobil Yudistira sampai di depan gerbang rumah papi Kevin,karena sudah mengenali mobil Yudistira,pak Uya langsung membuka gerbang itu selebar mungkin agar mobil Yudistira bisa masuk.


Seperti tadi,Diki membukakan pintu untuk Yudistira dan bi Rini untuk Aisyah.


"Selamat pagi den,apa kabar?" tanya pak Uya.


"Alhamdulillah saya baik pak,bapak bagaimana?" tanya balik Yudistira.


"Alhamdulilah baik juga den,neng apa kabar?" tanya pak Uya pada Aisyah.


"Alhamdulillah saya juga baik pak!" jawab Aisyah.


"Papi dan mami ada?" tanya Yudistira.


"Tadi pagi tuan Kevin pergi,tapi kalau nyonya Reva ada!" jawab pak Uya.


"Kalau kak Liana ada di sini gak?" tanya Aisyah.


"Ada ada,cuman gak sama aden Syam nya!!" jawab pak Uya.


"Emangnya kak Syam kemana pak?" tanya Yudistira.


"Bapak kurang tahu den!" jawab pak Uya.


"Ooh iya sudah,saya masuk dulu ya pak!" kata Yudistira.


"Ah iya,silahkan den!" jawab pak Uya.


Tok tok tok


"Assalamualaikum!" kata Yudistira setelah mengetuk pintu dan menekan bel rumah.


"Waalaikum salam!" bi Nung membuka pintu dengan selebar lebarnya.Dia tahu yang datang adalah tuan mudanya.


"Eh bi,apa kabar?" tanya Yudistira.

__ADS_1


"Eh tuan Tira,Alhamdulillah bibi sehat,tuan Tira gimana?"


"Alhamdulillah aku juga sehat bi!" jawab Yudistira.


"Non Aisyah gimana?" tanya bi Nung.


"Alhamdulillah aku juga sehat bi!" jawab Aisyah.


"Mari masuk non!" kata bi Nung.


"Ah iya bi!" Kata Aisyah.


Merekapun masuk ke rumah papi Kevin.Kak Liana sudah menunggu mereka di ruang keluarga sambil menggendong anak laki laki tampannya yang belum sampai satu bulan dia lahir.


Anak kak Liana dan kak Syam di beri nama Hilman Nurul Syamsi dan di panggil Hilman.


"Assalamualaikum kak!" kata Yudistira.


"Waalaikumussalam!" Jawab kak Liana dan langsung berdiri.Yudistira mencium tangan kakak nya.


"Aisyah apa kabar?" tanya kak Liana dan berpelukan.


"Alhamdulillah baik kak!" jawab Aisyah.


"Eh Syihab,lucu banget!" kata Kak Liana yang melihat Syihab tertidur dengan nyenyak di gendongan Aisyah.


"Khaira!" sapa kak Liana.


"Tante!" Khaira menjawab dengan lesu karena dia belum sembuh total.


"Kamu kenapa?" tanya kak Liana.


"Ai sakit tante!" jawab Khaira.


"Sakit kenapa?" tanya kak Liana lagi.

__ADS_1


"Ai deman!" jawab Khaira.


"Aduh kasihan nya!"


"Kak Syam kemana kak?" tanya Yudistira.


"Biasalah,dia ada jadwal ceramah di Solo!" jawab kak Liana.


"Mami kemana?" tanya Aisyah.


"Ada di kamar,mungkin lagi istirahat!" jawab kak Liana.


"Dokter Nisa apa kabar?" tanya kak Liana.


"Ah Alhamdulillah saya juga sehat mba!" jawab dokter Nisa.


"Eh ayo duduk!" ajak kak Liana.


"Mirip gak sama Syihab?" tanya Yudistira yang mencari persamaan antara ponakan dan anaknya.


"Hidung dan matanya mirip!" kata Aisyah.


"Iya kamu benar,Emang Syihab ini lebih mirip abi nya sih di banding mirip sama umi nya!" ujar Yudistira.


"Iya sih,padahal yang susah susah melahirkan umi nya! Hilman juga begitu,dia lebih mirip abi nya!" balas kak Liana.


"Laki laki selalu menang!" kata Yudistira.


"Eh Dokter Nisa apa kabar? apa belum ngisi?" tanya kak Liana.


"Belum!" jawab dokter Nisa dengan senyuman terpaksa dengan wajah sedih.


"Sabar ya,nanti juga di kasih!" kata kak Liana.


"Ah iy mba!"

__ADS_1


__ADS_2