
''Kamu tenang,jangan menangis! Yudistira tidak mungkin mengecewakan mu!'' Ustadzah Nurul juga mulai cemas.
''Besan,mana menantu kami?'' tanya mama Lena yang juga mulai cemas.
''Oh iya,sebelumnya aku minta maaf Len,Yudistira gak bisa datang,karena ada meeting di luar negeri,dia berangkat kemarin sore dan mungkin pulang besok!'' jawab mami Reva dengan wajah sedih.
''Apa? kenapa dia mementingkan pekerjaan dari pada pernikahannya?'' mami Lena menaikkan nada bicaranya.
''Sekali lagi aku minta maaf!'' kata mami Reva.
''Mau di taruh di mana muka ku ini Reva!'' mama Lena menangis.
''Sekali lagi aku minta maaf,tapi aku sudah membawa pakaian,uang,mas,dan lain lainnya untuk Aisyah sebagai pengganti Yudistira!'' kata mami Reva.
''Maluku tidak bisa di ganti dengan harta atau apapun Reva!'' teriak mama Lena.
''Lebih baik kita masuk dulu!'' ajak mami Lena.
''Tidak,aku tidak mau! aku malu! kau tega Reva!'' mama Lena semakin menangis.
''Ayo masuk dulu!'' papi Kevin menggandeng papa Dimas.Papa Dimas hanya menurut karena badannya sudah terasa lemas.
''Ayo Len!'' mami Reva juga menggandeng tangan mami Lena,namun dia tolak dan memilih jalan sendiri dengan air mata bercucuran.
Setelah masuk semua kaget melihat Yudistira yang sudah berdiri dengan senyuman mengambang di bibirnya.
__ADS_1
(ini hanya contoh pakaian Yudistira dan penampilan Yudistira,tapi jika para pembaca membayangkan itu adalah Yudistira silahkan)
''Yudistira!'' mama Lena dan papa Dimas kompak kaget melihat menantunya yang tampan sudah berdiri dengan gagah dengan baju layaknya seorang kiyai.
Mami Reva dan papi Kevin hanya tersenyum karena telah berhasil ngeprank calon besannya itu.
''Apa maksud dari ini semua?'' tanya mama Lena.
''Maafkan aku Len,aku hanya ingin memberi sedikit ketegangan untukmu dan keluargamu!'' jawab mami Reva dengan tertawa.
''Astagfirullah ya Allah!'' papa Dimas mengusap wajahnya kasar.
''Maafkan aku ma!'' Yudistira langsung menghampiri mama Lena dan mencium tangannya.
''Pa maafkan aku!'' kata Yudistira memeluk papa Dimas.
''Papa sudah takut!'' kata papa Dimas.
Dikamar
''Ya Allah,kenapa cctv di ruang aula tidak nyala sih!'' Aisyah masih gelisah.
''Coba Teteh lihat!'' Ustadzah Nurul mengoprek laptop Aisyah dan akhirnya muncul gambar yang membuat Aisyah bahagia karena orang yang ia tunggu sedang memeluk orang tuanya.
__ADS_1
''Apa itu kak Tira teh?'' Aisyah mulai mengusap air matanya.
''Ia Aisyah,itu Yudistira!'' jawab Ustadzah Nurul yang sebenarnya sudah tahu rencana Yudistira.
''Apa? benar? jadi kak Tira jadi datang?'' Aisyah masih tidak percaya.
''Iya Aisyah,kamu jadi menikah,sekarang kamu dandan lagi ya?!'' kata Ustadzah Nurul.
''Iya Teh!'' Aisyah langsung semangat dan langsung di dandani kembali oleh para MUA.
''Langsung saja ke acara inti,yaitu ijab qobul!'' kata seorang mc di atas panggung.
''Saudara Yudistira Manunggal Al-Bart,apa tuan sudah siap?'' tanya penghulu.
''Siap!'' jawab Yudistira dengan semangat.
''Kedua saksi siap?'' tanya penghulu dan kedua saksi mengangguk.
''Apa tuan Dimas sudah siap menikahkan putri tuan dengan tuan Yudistira Manunggal Al-Bart?'' tanya penghulu dan papa Dimas mengangguk.
''Silahkan!'' kata pak penghulu.
''Pa,saya di suruh Aisyah untuk memakai bahasa arab,dan saya juga sudah menghapalkannya!'' kata Yudistira.
''Iya Tira,papa juga menghapal teks bahasa arab oleh Aisyah,apa boleh pak?'' tanya papa Dimas.
__ADS_1
''Boleh tuan,malahan bagus!'' jawab penghulu.